Saham Intel anjlok hingga 23% dalam perdagangan setelah bursa pada 29 Oktober 2026. Penurunan tajam ini terjadi setelah perusahaan mengungkap dampak ledakan di fasilitas manufakturnya di Kiryat Gat, Israel, serta memperingatkan pelemahan permintaan prosesor PC yang diperkirakan berlanjut hingga 2027. Menurut Barron's, insiden tersebut menewaskan dua pekerja dan melukai seorang lainnya. Pabrik terpaksa menghentikan produksi selama sekitar dua pekan, sehingga Intel memperkirakan kehilangan pendapatan sekitar US$600 juta dalam dua kuartal. Dampaknya diperkirakan mencapai US$300 juta pada kuartal IV 2026 dan jumlah serupa pada kuartal I 2027. Gangguan produksi juga membatasi pasokan prosesor server Xeon, tepat ketika permintaan dari penyedia layanan cloud meningkat. CFO Intel David Zinsner mengatakan perusahaan sedang memeriksa wafer silikon yang terdampak untuk menentukan mana yang masih dapat diproses dan dijual. Produksi ditargetkan kembali berjalan pada akhir Oktober, meski kerusak...
