OpenAI kembali menaikkan tempo kompetisi AI dengan merilis GPT-5.5, hanya berselang satu bulan setelah GPT-5.4. Klaimnya tidak main-main, model ini disebut sebagai yang paling “cerdas dan intuitif” sejauh ini, sekaligus langkah menuju cara kerja komputasi yang lebih otonom. Secara teknis, GPT-5.5 difokuskan pada orkestrasi tugas kompleks. Alih-alih sekadar merespons prompt, model ini dirancang untuk merencanakan, mengeksekusi, dan memverifikasi pekerjaan multi-tahap, mulai dari debugging kode, riset online, hingga pembuatan dokumen dan spreadsheet lintas tool. Pendekatan ini menempatkannya lebih dekat ke konsep “agentic AI”, di mana model tidak hanya menjadi alat, tetapi juga operator semi-otonom. OpenAI juga menekankan efisiensi token yang lebih rendah, khususnya dalam lingkungan Codex, serta peningkatan sistem keamanan. Ini penting, mengingat model yang semakin otonom juga membawa risiko lebih besar jika tidak dikontrol dengan ketat. Namun, klaim “safeguards terkuat” tetap perlu diuj...

