Persaingan prosesor x86 semakin memanas. Data terbaru dari Mercury Research menunjukkan AMD terus memangkas dominasi Intel, terutama di segmen desktop yang mengalami perubahan paling signifikan sepanjang 2025.
Pada kuartal IV 2025, AMD berhasil menguasai 36,4% pengiriman CPU desktop global. Intel masih memimpin dengan 63,6%, tetapi tren tahunan menunjukkan pergeseran tajam. Pada periode yang sama di 2024, AMD hanya mengantongi 27,1%, sementara Intel berada di 72,9%. Artinya, AMD mencatat lonjakan hampir 10 poin persentase dalam setahun.
Segmen desktop memang dikenal lebih dinamis dibanding notebook atau server. Keputusan pembelian yang lebih langsung dari pengguna DIY, integrator sistem, hingga OEM desktop membuat perubahan platform dapat terjadi lebih cepat. Tren kuartalan juga memperkuat gambaran ini: pangsa AMD naik dari 33,6% di Q3 2025 menjadi 36,4% di Q4 2025, sementara Intel turun dari 66,4% menjadi 63,6%.

Notebook Bergerak Lebih Lambat
Perubahan di pasar laptop berjalan lebih stabil. AMD mencatat pangsa 26,0% pada Q4 2025, naik dari 23,7% pada Q4 2024. Intel turun dari 76,3% menjadi 74,0%. Namun, AMD sempat melemah di Q3 2025 pada 21,9%, sehingga Q4 terlihat lebih sebagai pemulihan daripada tren kenaikan yang konsisten.
Hal ini tidak mengherankan, mengingat pasar notebook sangat dipengaruhi siklus peluncuran OEM, pembelian korporasi dan pendidikan, serta manajemen inventaris musiman. Dengan kata lain, pergeseran di segmen ini biasanya terjadi lebih lambat dibanding desktop.
Server Tetap Strategis
Di pasar server, AMD terus mencatat kemajuan bertahap. Pangsa pengiriman CPU server AMD mencapai 28,8% pada Q4 2025, naik dari 25,1% pada Q4 2024. Intel turun dari 74,9% menjadi 71,2%.
Meski kenaikannya terlihat kecil, dampaknya sangat besar. Infrastruktur pusat data memiliki siklus pembaruan panjang dan keputusan investasi jangka panjang. Setiap peningkatan pangsa di sektor ini dapat memberikan keuntungan berkelanjutan.
Menariknya, Mercury Research juga mencatat pangsa pendapatan AMD lebih tinggi dibanding pangsa unit di semua segmen. Ini mengindikasikan AMD semakin kuat di kategori premium, yang berpengaruh pada margin, persepsi platform, dan keputusan jangka panjang pelanggan enterprise.
Jika tren ini berlanjut, posisi AMD berpotensi semakin solid, tidak hanya dalam volume, tetapi juga dalam nilai pasar.

