Langsung ke konten utama

5 Hal Menarik dari Laptop Acer Predator Helios 300

Laptop Acer Predator Helios 300 dengan Intel® Core™ i9-12900H Processor dan GPU NVIDIA® GeForce® RTX 3060 baru saja kembali diperkenalkan Acer Indonesia ke tanah air pada awal tahun 2023 ini. Laptop ini diklaim Acer jauh lebih tangguh yang dilengkapi dengan sejumlah perangkat keras kelas atas dan spesifikasi yang tidak main-main.

Laptop ini menjadi list yang sangat ideal untuk dapat dimiliki para gamer yang mencari performa terbaik dari sebuah laptop gaming. Berikut fakta menarik tentang Acer Predator Helios 300 yang perlu diketahui bagi kamu yang sedang mencari laptop gaming dengan kualitas terbaik!



1. Kombinasi Apik Gabungan Intel® Core™ i9-12900H Processor dan GPU NVIDIA® GeForce® RTX 3060
Berkat hadirnya kolaborasi antara Intel® Core™ i9-12900H Processor dan GPU NVIDIA® GeForce® RTX 3060 ini mampu memaksimalkan performa laptop Predator Helios 300 saat gaming dan kegiatan lainnya.

GPU NVIDIA® GeForce® RTX 3060 memiliki arsitektur 2nd Gen RTX Ampere NVIDIA yang menyuguhkan grafik ray-tracing realistis dan fitur AI mutakhir yang memberikan efek lancar selama permainan tanpa ada lag sama sekali yang mengganggu. Visual yang disajikan juga jauh lebih smooth dan dan imersif serta memanjakan mata.

2. Sistem Pendingin AeroBlade™ 3D Generasi Ke-5 dan Acer CoolBoost™
Laptop Acer series Predator Helios 300 ini memiliki teknologi pendingin terbaik yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Menjadi yang tercanggih di kelasnya yaitu hadir dengan teknologi kipas AeroBlade™ 3D Generasi ke-5 yang dirancang khusus dan memiliki efek dingin dari liquid metal. Terdiri dari 89 bilah dan Acer CoolBoost™ yang dapat digunakan untuk mengontrol kipas pendingin, menjaga laptop tetap dingin saat digunakan untuk gaming  yang super intens. 



3. Layar Jernih dengan Refresh Rate Tinggi 165Hz dan Response Time 3ms
Beresolusi QHD dan didukung refresh rate tinggi 165Hz serta response time 3ms memberikan pengalaman gaming yang lebih halus dengan 100% DCI-P3. Hadir dengan NVIDIA® G-SYNC® yang menghilangkan potensi dalam mengalami tearing selama permainan dan NVIDIA® Advanced Optimus® memungkinkan tampilan laptop beralih secara dinamis antara grafis terintegrasi dan diskrit dengan nyaman.

4. Memori DDR5 dan SSD PCIe NVMe Pendongkrak Kinerja Laptop
Disematkannya RAM DDR5-4800 MHz 32 GB dan SSD RAID 0 PCIe Gen4 berkapasitas 2 TB, mampu mendongkrak kinerja laptop saat menjalankan game dan aplikasi lainnya yang membutuhkan ruang yang cukup banyak.

Baca juga:


5. Koneksi Stabil
Laptop Acer Predator Helios 300 versi baru ini juga telah mengalami banyak peningkatan dari berbagai sisi. Salah satunya memiliki koneksi yang stabil dan cepat berkat hadirnya Intel® Killer™ Ethernet E2600 Controller, Intel® Killer™ Wi-Fi 6 AX1675i dan Control Center 2.0 yang memungkinkan untuk mengatur prioritas koneksi dan mengoptimalkan jaringan untuk kecepatan terbaik saat bermain game online maupun aktivitas apapun yang membutuhkan koneksi.

Harga dan Ketersediaan
Laptop gaming Acer Predator Helios 300 yang memiliki dukungan teknologi pendingin unggul, tampilan dengan refresh rate yang sangat cepat, dan segudang fitur untuk meningkatkan kinerja saat gaming dan rutinitas lainnya  sudah tersedia di Acer Official Store Indonesia baik secara online maupun offline dengan harga mulai dari Rp. 34 jutaan.

Dalam setiap pembelian laptop Acer Predator Helios 300 ini, sudah di instal Windows 11 Home dan juga jangan lewatkan berbagai promo yang menarik setiap bulannya. Dapat dicek dengan mengunjungi Acer Online Store Indonesia di tautan berikut https://store.acer.com/en-id/catalogsearch/result/?q=helios%20300.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan informasi seputar produk terbaru Acer dan promo terkini, kamu bisa mengakses Acer eStore di https://store.acer.com/en-id/ dan www.acerid.com.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

HWMonitor 1.65.1 Perbaiki Pembacaan Hotspot GPU, Kini Lebih Akurat

CPUID kembali merilis pembaruan untuk aplikasi pemantau perangkat keras HWMonitor melalui versi 1.65.1. Update ini berfokus pada perbaikan pembacaan suhu hotspot pada kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series yang sebelumnya memunculkan sejumlah keluhan dari pengguna setelah hadir di versi 1.65. Pada pembaruan sebelumnya, HWMonitor akhirnya menambahkan dukungan pembacaan GPU Hotspot untuk seri RTX 50, fitur yang telah lama dinantikan pengguna. Namun, versi 1.65 juga menampilkan dua sensor hotspot sekaligus. Selain hotspot utama pada GPU, aplikasi juga menampilkan pembacaan hotspot kedua yang diduga berasal dari VRM (Voltage Regulator Module). Kehadiran dua sensor tersebut justru menimbulkan kebingungan karena nilai suhu yang ditampilkan sering kali tidak konsisten. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa pembacaan hotspot pada versi 1.65 mengalami fluktuasi yang cukup besar dan bahkan menunjukkan suhu yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi pemantauan lain seperti HWiNFO maupun AIDA64. Akib...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...