Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif.
Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.
Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter.
Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai alat pengembangan populer sehingga dapat menjalankan tugas kompleks secara lebih mandiri.
Kemampuan coding dinilai menjadi fondasi penting bagi AI agent yang mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan layaknya asisten digital otomatis.
Untuk menarik lebih banyak pengembang, Meta menerapkan strategi harga yang agresif. Setiap akun API baru akan memperoleh kredit gratis senilai 20 dolar AS. Setelah itu, biaya penggunaan ditetapkan sebesar 1,25 dolar AS per satu juta token input dan 4,25 dolar AS per satu juta token output, menjadikannya kompetitif dibandingkan layanan serupa dari OpenAI maupun Anthropic.
Peluncuran Muse Spark 1.1 juga menandai perubahan strategi Meta di bidang AI. Jika sebelumnya perusahaan dikenal melalui model open source Llama, kini Meta mulai mengembangkan model AI proprietary yang diakses melalui layanan berbayar.
Meski demikian, Wang menegaskan Meta tetap berkomitmen terhadap open source dan sedang menyiapkan varian Muse Spark yang akan dirilis secara terbuka di masa mendatang. Selain itu, Meta juga mengonfirmasi tengah melatih model AI yang lebih canggih dengan nama sandi Watermelon, yang diproyeksikan menjadi penerus Muse Spark di masa depan.


