Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artificial Intelegence

Kabar Gembira. Hape untuk AI 100B Parameter Hadir di 2028

CEO Qualcomm Cristiano Amon memperkirakan smartphone pada 2028 akan mampu menjalankan large language model (LLM) dengan 100 miliar parameter secara berkelanjutan. Dalam wawancara dengan Fireside Alpha, Amon juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan AI sedang mengembangkan smartphone dengan kemampuan tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan nama perusahaan maupun mengungkap peta jalan teknis untuk mewujudkannya. Tantangan terbesarnya adalah kapasitas memori. Di tengah kenaikan harga dan keterbatasan pasokan DRAM, sejumlah produsen smartphone justru menahan pengembangan model dengan RAM lebih besar. Padahal, menjalankan LLM 100 miliar parameter membutuhkan kapasitas memori jauh melampaui konfigurasi smartphone saat ini. Sebagai gambaran, model 100B dengan kuantisasi 4-bit membutuhkan sekitar 50GB memori hanya untuk bobot model, belum termasuk sistem operasi, aplikasi, dan KV cache untuk konteks percakapan. Bahkan, kuantisasi 2-bit masih memerlukan sekitar 25GB untuk bobot model saja. Keb...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Apa Itu NPU, GPU, dan CPU? Ini Bedanya dan Mana yang Penting untuk Laptop AI

Belakangan ini istilah NPU makin sering muncul di brosur laptop, sejajar dengan CPU dan GPU yang sudah lebih akrab di telinga kita. Buat kamu yang bingung apa bedanya, tenang, nggak perlu latar belakang teknik buat paham konsep dasarnya. Yuk kita bedah pakai analogi sederhana. CPU: Si Otak yang Serba Bisa Anggap CPU (Central Processing Unit) itu seperti manajer yang bisa ngerjain hampir semua jenis tugas kantor, dari bikin laporan, balas email, sampai atur jadwal. Fleksibel, tapi karena harus bisa segalanya, dia nggak selalu paling cepat di satu tugas spesifik. Di laptop, CPU inilah yang jalanin sistem operasi, aplikasi office, browser, dan tugas-tugas umum lainnya. GPU: Spesialis Gambar dan Data Paralel GPU (Graphics Processing Unit) awalnya dirancang khusus buat ngolah grafis—makanya penting buat gaming dan editing video. Bayangkan GPU seperti tim yang isinya ratusan pekerja yang masing-masing ngerjain potongan kecil pekerjaan secara bersamaan. Cocok buat tugas yang bisa dipecah-peca...

Copilot+ PC vs Laptop Biasa: Perlu Upgrade atau Belum?

Belakangan ini istilah "Copilot+ PC" makin sering muncul di iklan laptop baru. Tapi sebenarnya apa sih bedanya sama laptop biasa yang selama ini kamu pakai? Dan yang lebih penting, apakah kamu benar-benar perlu buru-buru upgrade?  Sebelum kamu membeli PC atau laptop baru, yuk kita bahas dengan bahasa yang gampang dipahami. Copilot+ PC Itu Sebenarnya Apa? Sederhananya, Copilot+ PC adalah kategori laptop yang ditetapkan Microsoft untuk laptop-laptop yang punya "otak AI" khusus bernama NPU (Neural Processing Unit) dengan performa di atas ambang tertentu, umumnya di atas 40 TOPS. Contoh laptop Copilot+ PC misalnya Asus ExpertBook P5  atau Asus ExpertBook Ultra . NPU ini tugasnya khusus memproses tugas-tugas AI langsung di perangkat kamu (on-device), tanpa perlu kirim data ke server cloud. Berkat NPU yang cukup kuat ini, laptop Copilot+ PC bisa menjalankan fitur-fitur AI bawaan Windows dengan lebih responsif dan hemat daya dibanding laptop yang mengandalkan CPU atau GPU ...

AI Generatif Makin Canggih di 2026, Apa Dampaknya untuk Dunia Kerja Kita?

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif dalam dua tahun terakhir berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan banyak pihak. Jika sebelumnya teknologi ini hanya dikenal sebagai alat untuk membuat gambar digital, menulis artikel sederhana, atau menghasilkan caption media sosial, kini kemampuannya telah berkembang ke berbagai bidang profesional.  AI generatif mulai dimanfaatkan untuk menganalisis data, menyusun dokumen bisnis, membantu proses pemrograman, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi. Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan baru. Bukan lagi apakah AI akan memengaruhi dunia kerja, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap cara manusia bekerja. Berbagai perusahaan kini mulai mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja sehari-hari untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional. AI Mengubah Cara Kerja, Bukan Sekadar Menggantikan Pekerjaan Salah satu sektor yang paling cepat merasakan manfaat AI generatif a...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

AI Terbaik untuk Trading Saham? Tidak Ada!

Selama beberapa tahun terakhir AI digadang-gadang menjadi sebuah mesin baru yang mampu mengalahkan pasar saham. Namun pengujian selama 20 tahun justru menunjukkan kenyataan yang berlawanan.  Dari pengujian, sejumlah model AI dan large language model gagal menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan indeks pasar. Bot trading terlalu hati-hati ketika pasar naik tetapi berubah agresif saat pasar mengalami tekanan. Alih-alih menjadi investor jenius, AI justru sering salah membaca momentum. Penelitian yang dikutip Wall Street Journal menguji berbagai strategi AI melewati krisis keuangan 2008, pandemi COVID-19, serta berbagai siklus pasar lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa keunggulan AI yang sering dipromosikan mulai menghilang ketika pengujian dilakukan dalam periode yang panjang dan kondisi pasar yang beragam.  Banyak riset sebelumnya dinilai terlalu optimistis karena hanya menggunakan data yang terbatas. Masalah utama AI adalah pasar keuangan tidak pernah benar-benar stabi...

Perang AI Kini Meluas ke Infrastruktur dan Pendanaan

Persaingan industri kecerdasan buatan tidak lagi hanya berlangsung pada pengembangan model AI atau layanan cloud. Google kini mulai mengadopsi strategi yang selama ini identik dengan Nvidia, yakni menggunakan dukungan pendanaan dan jaminan finansial untuk memperluas adopsi chip AI miliknya. Menurut laporan The Wall Street Journal, Google menawarkan berbagai skema pembiayaan kepada operator pusat data guna mendorong penggunaan Tensor Processing Unit (TPU). Salah satu contohnya adalah proyek pusat data Lake Mariner di kawasan Danau Ontario, Amerika Utara, yang memperoleh jaminan finansial senilai US$3,2 miliar dari Google. Infrastruktur tersebut nantinya akan menyewakan kapasitas komputasi berbasis TPU kepada Anthropic. Strategi tersebut menandai perubahan penting dalam persaingan industri AI. Selama beberapa tahun terakhir, Nvidia mendominasi pasar akselerator AI melalui GPU yang digunakan untuk pelatihan dan inferensi model kecerdasan buatan. Dominasi itu tidak hanya didukung oleh keun...

Bank Global Mulai Berhati-hati Terhadap Risiko AI

Bank-bank global mulai menunjukkan sikap yang semakin hati-hati terhadap penggunaan kecerdasan buatan generatif di kawasan Asia, khususnya Hong Kong. Setelah Goldman Sachs mengambil langkah serupa beberapa bulan lalu, JPMorgan Chase kini dilaporkan menghentikan akses karyawannya di Hong Kong terhadap model AI Claude milik Anthropic. Menurut laporan Financial Times, karyawan JPMorgan di Hong Kong tidak lagi dapat memilih model Claude melalui platform internal perusahaan yang menyediakan berbagai large language model (LLM) untuk kebutuhan bisnis.  Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan ketentuan lisensi dan syarat penggunaan Anthropic yang membatasi penggunaan teknologinya di wilayah Greater China. Langkah ini memperlihatkan bahwa implementasi AI di sektor keuangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor regulasi, geopolitik, dan kepatuhan hukum. Perusahaan-perusahaan AI asal Amerika Serikat semakin berhati-hati terhadap potensi trans...

Bot Kini Kuasai Internet. Manusia Resmi Tersalip

Internet tampaknya telah memasuki fase baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lalu lintas yang dihasilkan bot disebut telah melampaui aktivitas manusia. Klaim tersebut datang dari CEO Cloudflare, Matthew Prince, yang mengungkapkan bahwa gelombang agen AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan prediksi industri sebelumnya. Menurut Cloudflare, perubahan ini bukan disebabkan oleh bot tradisional seperti crawler mesin pencari, spam bot, atau skrip otomatis yang selama ini memenuhi internet. Lonjakan justru berasal dari generasi baru agen AI yang dirancang untuk bertindak atas nama pengguna manusia. Agen-agen tersebut kini mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri, mulai dari membandingkan harga produk, mencari tiket perjalanan, memesan makanan, hingga berinteraksi dengan layanan pelanggan. Dalam banyak kasus, pengguna bahkan tidak lagi perlu mengunjungi situs web secara langsung karena proses pencarian informasi dilakukan sepenuhnya oleh AI. Data Cloudflare menunjukkan bahwa se...

2027, Aktivitas Bot Lampaui Manusia

Lalu lintas internet sedang menuju titik balik besar. Cloudflare memprediksi bahwa pada 2027, trafik bot berbasis AI akan melampaui aktivitas manusia di internet. Prediksi ini jauh lebih cepat dari yang banyak pihak perkirakan. Matthew Prince, CEO Cloudflare menilai, lonjakan ini didorong oleh perilaku agen AI yang jauh lebih “rakus” dibanding pengguna manusia. Jika seseorang hanya membuka beberapa situs untuk mencari produk, agen AI bisa mengunjungi ribuan halaman dalam waktu singkat untuk membandingkan data. Skala inilah yang mengubah pola trafik secara fundamental. Sebagai gambaran, sebelum era generative AI, bot sudah menyumbang sekitar 20 persen trafik internet, didominasi crawler seperti milik Google. Kini, dengan hadirnya agen AI yang terus aktif mengumpulkan dan memproses data, angka tersebut diperkirakan akan melonjak drastis hingga melampaui trafik manusia dalam dua tahun ke depan Dampaknya tidak sepele. Infrastruktur internet yang selama ini dirancang untuk aktivitas manusia...

MediaTek Genio Series Dorong Edge AI ke Robotika dan IoT Industri

MediaTek kembali menegaskan ambisinya di ranah edge AI dengan meluncurkan lini terbaru Genio di ajang Embedded World 2026. Alih-alih sekadar ikut tren, langkah ini menunjukkan bagaimana AI kini didorong keluar dari cloud, langsung ke perangkat yang benar-benar bekerja di lapangan. Seri baru ini mencakup Genio Pro, Genio 420, serta Genio 360, dengan Genio Pro diposisikan sebagai “otak” untuk perangkat kelas berat seperti robot otonom, drone komersial, hingga sistem machine vision. Dibangun di atas proses 3nm TSMC, chipset ini mengusung konfigurasi CPU all-big-core berbasis Arm v9.2 dan NPU generasi terbaru dengan klaim performa hingga 50 TOPS.  Secara teknis, ini bukan sekadar upgrade. Ini adalah upaya serius membawa kemampuan generative AI langsung ke edge. Namun di balik angka-angka impresif tersebut, ada pertanyaan yang layak diajukan. Apakah pasar benar-benar siap? MediaTek menjanjikan kemampuan menjalankan model hingga 7 miliar parameter dengan kecepatan hingga 23 token per det...

Militer AS Andalkan AI untuk Serang Iran

Militer AS kini mulai mengandalkan AI untuk mempercepat proses penentuan target serangan. Menurut laporan terbaru, United States Department of Defense mengklaim telah menyerang lebih dari 2.000 target di Iran hanya dalam empat hari. Tempo operasi yang sebelumnya hampir mustahil dicapai dengan proses militer tradisional. Di balik percepatan itu ada sistem analitik militer dari Palantir, yakni Maven Smart System, yang mengolah data dari drone, satelit, dan berbagai sensor medan perang. Sistem ini dipadukan dengan model AI dari Anthropic seperti Claude untuk menyusun rekomendasi target secara real-time. Perubahan utamanya ada pada kecepatan kill chain. Proses yang dulu membutuhkan analisis manusia berjam-jam kini dapat dipadatkan menjadi hitungan menit, atau bahkan detik. Masalahnya, percepatan ini datang dengan konsekuensi yang jarang dibahas secara jujur. Ketika target dihasilkan dan diproses pada kecepatan mesin, pengawasan manusia cenderung menjadi formalitas. Kesalahan kecil dalam da...

Siap-siap. Manusia dan AI Akan Berebutan Listrik!

Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan besar kemampuan AI bisa terjadi pada paruh pertama 2026. Menurut laporan terbaru mereka, para eksekutif di laboratorium AI besar di AS sudah memberi sinyal bahwa kemajuan berikutnya bisa “mengejutkan” banyak pihak. Salah satu indikatornya datang dari model terbaru OpenAI, yakni GPT-5.4 Thinking yang disebut mencapai 83% pada benchmark GDPVal, level yang diklaim sudah menyamai pakar manusia dalam sejumlah tugas ekonomi. Namun masalah terbesar bukan lagi algoritma. Masalahnya listrik. Morgan Stanley memperkirakan, di AS saja, bisa jadi akan timbul defisit daya 9-18 gigawatt hingga 2028, atau sekitar 12-25% di bawah kebutuhan komputasi AI. Dengan kata lain, industri mungkin tahu cara membangun AI yang lebih pintar, tetapi belum tentu punya cukup energi untuk menjalankannya. Solusi sementara mulai terlihat agak absurd. Bekas fasilitas mining kripto diubah menjadi pusat komputasi AI, lengkap dengan turbin gas untuk memberi makan rak server. Morga...

AI Kena Batunya. Sulit Baca PDF!

Tiga dekade setelah diperkenalkan oleh Adobe, Portable Document Format (PDF) tetap menjadi standar pertukaran dokumen digital. Format ini dirancang untuk memastikan tampilan halaman konsisten di berbagai perangkat. Namun, di era kecerdasan buatan (AI), karakteristik tersebut justru menjadi tantangan. PDF dibangun berbasis koordinat grafis, bukan struktur teks linear seperti halaman web. Setiap huruf ditempatkan secara presisi di halaman, sehingga model bahasa besar (LLM) kerap kesulitan memahami urutan teks, hierarki, atau konteks.  Dokumen dengan banyak kolom, tabel, dan catatan kaki berisiko diproses keliru, memicu ringkasan tidak akurat atau “halusinasi” konten. Tantangan serupa juga dihadapi perangkat lunak aksesibilitas dan alat ekstraksi data. Di sisi keamanan, Check Point melaporkan sekitar 20 persen serangan berbasis email memanfaatkan PDF berbahaya, memanfaatkan kemampuannya menyematkan skrip dan tautan. Popularitas format ini menjadikannya medium pertukaran universal seka...

GPU vs NPU. Mana yang Lebih Baik untuk AI?

Perkembangan laptop AI mendorong vendor chip mempromosikan NPU sebagai masa depan komputasi, tetapi realitas di lapangan menunjukkan GPU masih menjadi mesin utama untuk pemrosesan AI lokal. Dalam praktiknya, banyak laptop gaming kelas menengah justru menawarkan performa AI jauh lebih tinggi dibanding perangkat “AI PC” berbasis NPU.  Lalu, kapan GPU lebih unggul, dan kapan NPU masuk akal? Berikut panduan kritis untuk memahami kelebihan GPU dalam mengolah AI. 1. Performa Mentah GPU Masih Jauh Unggul Vendor seperti Intel, AMD, dan Qualcomm gencar mempromosikan NPU dengan angka 40–50 TOPS. Namun, GPU seperti Nvidia RTX 4060 dapat menembus lebih dari 200 TOPS tanpa strategi pemasaran agresif. Artinya, dalam tugas berat seperti menjalankan model LLM atau generasi gambar, GPU menyelesaikan pekerjaan jauh lebih cepat. Bagi kreator, developer, atau peneliti AI, waktu proses adalah faktor kritis. Jika NPU membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan puluhan gambar, GPU mampu menuntaskannya dala...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...

Tantang AS, Tiktok Investasi 23 Miliar Dolar untuk AI

ByteDance, perusahaan induk TikTok, bersiap mempercepat ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) secara agresif di tingkat global. Pada 2026, perusahaan asal Tiongkok ini dikabarkan akan mengalokasikan dana hingga RMB160 miliar atau sekitar US$23 miliar untuk investasi AI, sebuah langkah strategis guna mengejar ketertinggalan dari raksasa teknologi Amerika Serikat di tengah persaingan AI yang kian intens. Sekitar separuh dari anggaran tersebut akan difokuskan pada pengadaan semikonduktor. ByteDance disebut akan mengalokasikan RMB85 miliar untuk membeli prosesor AI, terutama dari Nvidia. Namun, rencana ini dihadapkan pada ketidakpastian akibat pembatasan ekspor teknologi canggih AS ke perusahaan Tiongkok.  ByteDance sendiri dilaporkan menargetkan pembelian sekitar 20.000 unit Nvidia H200, chip yang berada satu tingkat di bawah produk flagship Nvidia. Peluang ini sedikit terbuka setelah Presiden AS Donald Trump mengizinkan penjualan H200 kepada “pelanggan yang disetujui” di Tiongkok, m...

Microsoft Copilot Hadir di Smart TV LG. Era AI TV Dimulai?

Pembaruan terbaru webOS justru memicu kontroversi di kalangan pengguna smart TV LG. Alih-alih meningkatkan pengalaman menonton, update ini memaksa kehadiran Microsoft Copilot di layar utama, membuat banyak pemilik TV kebingungan karena aplikasi tersebut muncul tanpa persetujuan dan tidak bisa dihapus. Keluhan mulai ramai diperbincangkan setelah sejumlah pengguna melaporkan munculnya tile Copilot secara otomatis di home screen usai menginstal update webOS terbaru. Protes memuncak di Reddit, dengan salah satu unggahan di subreddit r/mildlyinfuriating meraih lebih dari 35.000 upvote dan ratusan komentar dari pengguna lain yang mengalami hal serupa di berbagai model smart TV LG. Masalah utamanya bukan semata fungsi Copilot, melainkan cara LG menghadirkannya. Berbeda dengan aplikasi streaming seperti Netflix atau YouTube, Copilot tidak menyediakan opsi uninstall. Tile tersebut terkunci sebagai aplikasi sistem, sehingga hanya bisa disembunyikan, bukan dihapus sepenuhnya. Hal ini memunculkan ...