Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Permintaan chip kecerdasan buatan atau AI yang terus melonjak mulai mengubah peta industri semikonduktor global. Jika sebelumnya produsen chip harus menyesuaikan kapasitas produksi berdasarkan permintaan pelanggan, kini situasinya berbalik. Tingginya kebutuhan chip AI membuat kapasitas manufaktur menjadi aset yang langka sehingga produsen seperti Samsung dan TSMC memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat untuk menaikkan harga. Laporan media Korea menyebutkan Samsung mulai menaikkan harga wafer untuk sejumlah proses fabrikasi, terutama teknologi 4 nanometer dan 5 nanometer. Kenaikan harga diperkirakan mencapai sekitar 15 persen dan difokuskan pada node yang banyak digunakan untuk memproduksi chip AI serta prosesor kelas premium. Berbeda dengan Samsung, TSMC sebelumnya dilaporkan menerapkan kenaikan harga yang lebih luas, termasuk pada proses fabrikasi 7 nanometer, dengan besaran sekitar 5 hingga 10 persen. Analis industri menilai perubahan ini mencerminkan pergeseran dari pasar be...

