Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Asus resmi menghadirkan ExpertBook PM5 G2, laptop AMD terbaru yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis dan profesional hybrid di Indonesia. Laptop AMD ini mengusung prosesor AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 dengan NPU hingga 55 TOPS, menjadikannya salah satu laptop AMD paling bertenaga di kelas komersial saat ini. Sebagai laptop AMD kelas bisnis, ExpertBook PM5 G2 dibekali RAM DDR5 hingga 64GB dan penyimpanan dual-SSD M.2 hingga 3TB, memberi ruang lega untuk multitasking berat maupun aplikasi profesional. Teknologi pendingin Asus ExpertCool menjaga performa tetap stabil hingga TDP 45W tanpa suara kipas yang mengganggu produktivitas. Dari sisi kecerdasan buatan, laptop AMD ini didukung platform Asus MyExpert serta kompatibilitas penuh dengan Windows Copilot+ PC. Fitur AI noise-cancelling dan kamera AI beresolusi hingga 5MP membuat rapat virtual terasa lebih jernih dan profesional, cocok untuk gaya kerja hybrid masa kini. Soal tampilan, pengguna dapat memilih panel WUXGA OLED atau IPS 2,5K den...

