Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
MSI mengakui bahwa 2026 menjadi tahun yang berat bagi industri gaming PC dan handheld. Kenaikan harga memori dan SSD memaksa produsen menaikkan harga produk, termasuk perangkat gaming handheld terbaru mereka, MSI Claw 8 EX AI+. Perangkat tersebut dipasarkan dengan harga antara US$1.599 hingga US$1.699, hampir dua kali lipat dibandingkan Claw 8 AI+ generasi sebelumnya. Lonjakan harga tersebut sempat mengejutkan pasar karena segmen gaming handheld selama ini berkembang berkat harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan laptop gaming. MSI menjelaskan bahwa Claw 8 EX AI+ memang membawa peningkatan spesifikasi yang signifikan. Perangkat ini menggunakan prosesor Intel Panther Lake dengan Arc G3 Extreme SoC dan GPU terintegrasi Arc B390 yang menawarkan performa jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Namun, peningkatan perangkat keras bukan menjadi satu-satunya penyebab kenaikan harga. Andy Chu, Product Marketing Lead MSI, mengungkapkan bahwa perusahaan telah berupaya memperoleh...

