Langsung ke konten utama

Postingan

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Postingan terbaru

Setahun, Harga RAM DDR5 di Jepang Naik 62%. RAM 128GB Tembus Rp50 Juta

Harga RAM DDR5 kembali mengalami kenaikan tajam dan semakin membebani pasar perangkat keras PC. Survei harga terbaru AKIBA PC Hotline di kawasan Akihabara, Jepang, menunjukkan sejumlah kit memori mengalami kenaikan hingga 62,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini membuat biaya merakit maupun meningkatkan spesifikasi PC semakin tidak masuk akal. Berdasarkan survei pada 17–24 Oktober, kit Corsair DDR5-6000 berkapasitas 128GB (64GB x2) dijual seharga 514.800 yen atau lebih dari US$3.200. Harga tersebut naik 197.820 yen dari 316.980 yen pada 12 September. Jika dibandingkan dengan harga tahun lalu yang hanya 59.800 yen, kenaikannya mencapai sekitar 761%. Dengan harga setara lebih dari Rp50 juta, satu kit RAM 128GB tersebut bahkan dapat menghabiskan anggaran yang sebelumnya cukup untuk membangun PC gaming kelas atas. Kenaikan juga terjadi pada produk Crucial DDR5-5600 128GB yang tercatat mencapai 399.980 yen atau sekitar US$2.532. Beberapa toko bahkan menawarkan produk serupa hingga k...

Dalam 3 Bulan, Harga GPU Naik 35%. Gamers Apa Kabar?

Harga kartu grafis atau GPU kembali mengalami lonjakan signifikan. Dalam kurun waktu hanya tiga bulan, harga GPU global meningkat sekitar 35%, menambah tekanan biaya bagi para gamer PC yang ingin melakukan upgrade perangkat. Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya permintaan komputasi AI, keterbatasan kapasitas produksi semikonduktor, serta meningkatnya biaya komponen memori. Berdasarkan pemantauan Hardware Unboxed yang dilaporkan VideoCardz, harga GPU rata-rata naik 15% pada Agustus, 7% pada September, dan kembali meningkat 11% pada Oktober 2026. Bahkan jika GeForce RTX 5090 dikeluarkan dari perhitungan, kenaikan harga rata-rata pada Oktober masih mencapai 10%. Survei tersebut membandingkan harga kartu grafis termurah yang benar-benar tersedia untuk dibeli di 10 negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, Australia, India, Polandia, Brasil, Belanda, dan Filipina. Metode ini digunakan untuk menghindari harga dari listing produk yang sebenarnya sudah tidak tersedia. Hasilny...

Investasi Rp1.400 Triliun Tak Cukup, Krisis Memori Lanjut Sampai 2030

Samsung Electronics dan SK Hynix menggelontorkan investasi besar untuk meningkatkan produksi semikonduktor. Namun, lonjakan permintaan DRAM dan High-Bandwidth Memory (HBM), terutama dari industri AI, membuat krisis pasokan memori global diperkirakan masih berlangsung hingga 2030. Menurut DigiTimes, kedua raksasa memori Korea Selatan tersebut mengalokasikan total sekitar €74 miliar untuk peralatan manufaktur sepanjang 2026. Meski demikian, sebagian besar tambahan kapasitas produksi baru diperkirakan belum tersedia hingga 2028 atau setelahnya. Pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan waktu bertahun-tahun, sementara pengadaan mesin produksi canggih juga menghadapi antrean panjang. Samsung memperkirakan pasokan memori masih ketat hingga 2028. Perusahaan tengah menambah ruang cleanroom dan memperluas infrastruktur manufaktur, tetapi kenaikan biaya konstruksi serta keterlambatan pengiriman peralatan membatasi pertumbuhan kapasitas. SK Hynix bahkan memperkirakan permintaan memori dapat me...

Belanja AI Melejit, Bisnis Iklan Turun, Saham Google Anjlok 12%

Alphabet, perusahaan induk Google, mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah perdagangannya setelah laporan keuangan kuartal ketiga mengecewakan investor. Saham perusahaan tersebut anjlok lebih dari 12% pada Kamis, menghapus sekitar US$500 miliar dari kapitalisasi pasarnya. Penurunan ini menjadi salah satu kehilangan nilai pasar harian terbesar bagi perusahaan publik di Amerika Serikat, hanya berada di bawah kejatuhan Nvidia sebesar US$593 miliar setelah kemunculan DeepSeek dari China tahun lalu. Kekhawatiran investor berpusat pada dua persoalan: pertumbuhan bisnis iklan Google yang mulai melambat dan pengeluaran infrastruktur AI yang terus membengkak. Alphabet mencatat pendapatan US$127,6 miliar pada kuartal ketiga, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar US$128,2 miliar. Pendapatan iklan mencapai US$82 miliar, tetapi masih tertinggal US$1,4 miliar dari proyeksi pasar. Tekanan juga terlihat pada profitabilitas. Laba per saham yang telah disesuaikan tercatat US$2,67, di bawa...

Butuh Uang untuk AI, Microsoft Terbitkan Surat Utang

Microsoft kembali memanfaatkan pasar modal untuk mendanai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut menerbitkan obligasi senilai US$25 miliar atau sekitar Rp415 triliun, dengan nilai pesanan investor mencapai US$115 miliar. Antusiasme ini menunjukkan kuatnya kepercayaan pasar terhadap kemampuan Microsoft memenuhi kewajiban utangnya, sekaligus besarnya kebutuhan pendanaan di balik ledakan investasi AI. Penawaran obligasi pada 29 Oktober 2026 itu menjadi penerbitan utang besar pertama Microsoft di pasar domestik AS dalam lebih dari sembilan tahun. Permintaan investor mencapai sekitar 4,6 kali nilai obligasi yang ditawarkan, menjadikannya salah satu penerbitan obligasi korporasi Amerika dengan tingkat kelebihan permintaan tertinggi dalam catatan pasar. Microsoft menawarkan obligasi dalam hingga 10 seri dengan tenor mulai dari dua hingga 40 tahun. Salah satu seri memiliki jatuh tempo pada 2066, yang berarti investor berpotensi menerim...

Setelah Chip, Giliran PCB Juga Mulai Habis di Pasaran

Lonjakan kebutuhan perangkat keras untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai memicu krisis pasokan komponen elektronik global. Kali ini, masalah tidak hanya terjadi pada DRAM, NAND flash, atau kartu grafis, tetapi juga merambah printed circuit board (PCB). Kelangkaan PCB membuat produsen komputer menghadapi waktu tunggu pengiriman yang bisa mencapai 30 bulan, bahkan sejumlah pemasok material dilaporkan telah menerima pesanan hingga 2030. Menurut laporan Tom's Hardware, produsen server AI kini menyerap kapasitas manufaktur PCB yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan PC, smartphone, dan perangkat elektronik konsumen lainnya. Permintaan dari sektor AI yang terus meningkat membuat pemasok lebih memprioritaskan pelanggan dengan nilai kontrak dan margin keuntungan lebih tinggi. Tekanan tersebut mulai dirasakan produsen komputer. Seorang eksekutif dari perusahaan PC asal Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mendapatkan pasokan PCB dalam jumlah memadai semakin sulit, meski...

Asus ExpertCenter P700 Mini Tower, PC Desktop Bisnis dengan Intel Core Ultra 9 dan RTX 5060

Asus memperkenalkan ExpertCenter P700 Mini Tower (P700ML), PC desktop bisnis berukuran 15 liter yang dirancang untuk menunjang kebutuhan profesional, kreator konten, engineer, hingga pelaku usaha kecil. Mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan dukungan grafis diskrit hingga Nvidia GeForce RTX 5060, perangkat ini menawarkan kombinasi performa, keamanan, serta fleksibilitas ekspansi untuk lingkungan kerja modern. Dari sisi performa, ExpertCenter P700 Mini Tower tersedia dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 9 275HX dan RAM DDR5 5600 MT/s hingga 32GB. Kapasitas penyimpanannya mendukung konfigurasi hybrid berupa dual SSD hingga 4TB ditambah HDD 2TB. Asus mengklaim kombinasi perangkat keras tersebut mampu meningkatkan performa sistem hingga 27% dibandingkan PC desktop standar di kelas harga yang sama. Untuk menjaga stabilitas ketika menjalankan beban kerja berat, Asus menyematkan sistem pendingin triple-channel copper heat pipe dan kipas belakang berukuran 13% lebih besar. Sist...