Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Microsoft akhirnya mengonfirmasi adanya bug pada Windows 11 yang menyebabkan proses mematikan komputer berlangsung lebih lama dari biasanya. Masalah ini tidak disebabkan oleh kerusakan perangkat keras atau performa PC yang menurun, melainkan berasal dari layanan Background Intelligent Transfer Service (BITS). Perbaikan tersebut telah disertakan dalam pembaruan opsional KB5095093 yang dirilis pada Juni 2026. BITS merupakan layanan sistem Windows yang bertugas mengelola transfer file di latar belakang, termasuk mengunduh pembaruan Windows dan melanjutkan proses unduhan yang sempat terputus. Microsoft menjelaskan bahwa bug tersebut membuat layanan BITS membutuhkan waktu lebih lama untuk memeriksa apakah masih ada pembaruan yang belum selesai diproses sebelum sistem benar-benar dimatikan. Akibatnya, proses shutdown mengalami jeda beberapa detik lebih lama dibandingkan kondisi normal. Meski terdengar sebagai masalah kecil, bug ini menunjukkan bagaimana satu layanan sistem dapat memenga...

