Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...
Samsung Electronics dan SK Hynix menggelontorkan investasi besar untuk meningkatkan produksi semikonduktor. Namun, lonjakan permintaan DRAM dan High-Bandwidth Memory (HBM), terutama dari industri AI, membuat krisis pasokan memori global diperkirakan masih berlangsung hingga 2030. Menurut DigiTimes, kedua raksasa memori Korea Selatan tersebut mengalokasikan total sekitar €74 miliar untuk peralatan manufaktur sepanjang 2026. Meski demikian, sebagian besar tambahan kapasitas produksi baru diperkirakan belum tersedia hingga 2028 atau setelahnya. Pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan waktu bertahun-tahun, sementara pengadaan mesin produksi canggih juga menghadapi antrean panjang. Samsung memperkirakan pasokan memori masih ketat hingga 2028. Perusahaan tengah menambah ruang cleanroom dan memperluas infrastruktur manufaktur, tetapi kenaikan biaya konstruksi serta keterlambatan pengiriman peralatan membatasi pertumbuhan kapasitas. SK Hynix bahkan memperkirakan permintaan memori dapat me...
