Langsung ke konten utama

Google Perketat Aturan Aplikasi Android di Tengah Krisis Memori

Google mulai memperketat persyaratan kualitas aplikasi Android di tengah tekanan pasokan memori yang semakin besar. Perusahaan mengumumkan dua aturan baru untuk aplikasi dan game di Google Play, dengan salah satunya berfokus pada pengurangan penggunaan memori serta optimalisasi kode.

Dalam pengumumannya, Google menyebut industri perangkat mobile sedang menghadapi keterbatasan pasokan hardware yang turut memengaruhi ketersediaan memori pada perangkat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak paling besar pada smartphone dengan kapasitas RAM lebih rendah.

Google kini menetapkan ambang performa baru yang mencakup penggunaan dynamic memory, bitmap memory, serta optimalisasi kode DEX. Tujuannya adalah mencegah aplikasi menggunakan sumber daya secara berlebihan hingga menyebabkan perangkat melambat, mengalami stuttering, atau bahkan menghentikan proses aplikasi.


Google Mulai Batasi Penggunaan Memori Aplikasi
Salah satu perubahan utama adalah pemantauan penggunaan dynamic memory, yang mencakup anonymous RSS dan swap. Google juga akan mengawasi penggunaan bitmap, terutama ketika aplikasi berada dalam kondisi background atau cached dan sebenarnya tidak perlu mempertahankan data visual tersebut di memori.

Google juga menetapkan persyaratan optimalisasi DEX. Aplikasi yang dipublikasikan di Google Play harus memiliki setidaknya 25 persen cakupan optimalisasi, shrinking, dan obfuscation menggunakan R8 atau alat sejenis. Optimalisasi ini dirancang untuk mengurangi penggunaan memori sekaligus mempercepat startup dan meningkatkan performa aplikasi.

Aturan tersebut bukan sekadar rekomendasi. Mulai Februari 2027, aplikasi dan game akan diwajibkan memenuhi ambang penggunaan memori, bitmap, serta optimalisasi DEX yang ditentukan Google. Aplikasi yang gagal memenuhi persyaratan berpotensi mengalami pengurangan visibilitas dan kemampuan publikasi di Google Play.

Memory Limiter Jadi Senjata Baru
Google juga memperluas penggunaan Memory Limiter, fitur yang dirancang untuk mencegah aplikasi tertentu menghabiskan terlalu banyak RAM perangkat.

Jika aplikasi terus menggunakan memori melampaui batas yang tersedia, Android dapat melakukan swapping menggunakan zRAM dan, dalam kondisi lebih parah, menghentikan proses aplikasi. Google sebelumnya menjelaskan bahwa Android 17 mulai menerapkan batas memori per aplikasi berdasarkan total RAM perangkat.

Untuk membantu developer, Google telah menambahkan metrik penggunaan dynamic memory dan bitmap ke Android Vitals. Developer juga dapat melihat crash akibat kondisi kehabisan memori serta mendapatkan peringatan ketika aplikasi melewati ambang penggunaan sumber daya yang ditetapkan.

Google berencana menambahkan perangkat diagnostik lain sepanjang tahun ini, termasuk informasi yang lebih mendalam mengenai Memory Limiter dan durasi aplikasi berada dalam berbagai kondisi proses.

Bukan Cuma Memori, Login Juga Diperketat
Persyaratan kedua berkaitan dengan proses perpindahan pengguna ke perangkat Android baru. Google memperkenalkan standar Zero-Tap Sign-In, yang dirancang agar pengguna tidak perlu kembali melakukan login secara manual ketika memindahkan aplikasi ke perangkat baru.

Mulai April 2027, aplikasi yang memiliki sistem login opsional maupun wajib harus mampu memulihkan status login pengguna ketika berpindah perangkat menggunakan Android Restore Credentials API. Dengan sistem tersebut, aplikasi dapat mengenali pengguna secara otomatis ketika pertama kali dibuka di perangkat Android baru.

Ada satu pengecualian penting: game saat ini tidak termasuk dalam kewajiban Zero-Tap Sign-In. Google mengatakan akan memberikan panduan dan solusi khusus untuk mekanisme autentikasi game yang lebih kompleks pada 2027.

Krisis Memori Mulai Mengubah Android
Langkah Google menunjukkan bahwa masalah memori tidak lagi hanya menjadi persoalan produsen smartphone. Keterbatasan pasokan dan kenaikan harga memori mulai memengaruhi cara sistem operasi mengelola sumber daya sekaligus memaksa developer untuk membuat aplikasi yang lebih efisien.

Google bahkan sebelumnya mencatat bahwa sejumlah perangkat baru mempertahankan atau menurunkan kapasitas memori fisik sebagai respons terhadap kenaikan harga memori. Pada saat yang sama, ekspektasi pengguna terhadap performa aplikasi tetap tinggi.

Bagi pengguna, perubahan ini berpotensi menjadi kabar baik. Aplikasi yang lebih hemat memori seharusnya membantu perangkat tetap responsif, terutama smartphone dengan RAM terbatas. Namun, bagi developer, era aplikasi yang bebas menggunakan RAM tanpa konsekuensi tampaknya mulai berakhir.

Dengan tenggat Februari dan April 2027, Google memberikan waktu kepada pengembang untuk beradaptasi. Setelah aturan tersebut mulai ditegakkan, aplikasi yang boros memori atau tidak mengikuti standar migrasi perangkat bukan hanya berisiko memiliki performa buruk, tetapi juga dapat kehilangan visibilitas di Google Play.

Postingan Populer

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...

Kado Pengantin Terbaik untuk Pria. Asus ROG Astral RTX 5090!

Mengharukan. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen emosional seorang pengantin pria di China ketika menerima hadiah pernikahan berupa kartu grafis Asus ROG Astral GeForce RTX 5090. Bukan kartu grafis biasa, GPU kelas flagship tersebut diklaim bernilai hingga US$12.000 atau lebih dari empat kali lipat harga peluncurannya. Video yang dibagikan sejumlah akun di platform X, termasuk @RT_Visual_on_X, menunjukkan reaksi haru sang pengantin saat menerima hadiah dari istrinya. Setelah menangis, ia kemudian memamerkan kartu grafis tersebut kepada para tamu seperti sebuah trofi. Meski demikian, belum ada konfirmasi apakah peristiwa itu baru terjadi atau berlangsung beberapa bulan sebelumnya. Nilai hadiah tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar kartu grafis kelas atas. Ketika diluncurkan, Asus ROG Astral RTX 5090 dibanderol sekitar US$2.799. Namun, menurut laporan sumber, harganya kini melonjak hingga US$12.000. Kelangkaan pasokan dan tingginya permintaan GPU untuk keb...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Hindari Lembur Karyawan, GTA VI Diundur

Rockstar Games membutuhkan waktu lebih dari 13 tahun untuk menyiapkan Grand Theft Auto VI sejak peluncuran GTA V. Game yang dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S itu melewati proses pengembangan panjang, mulai dari perubahan prioritas proyek hingga pencarian arah kreatif yang lebih jelas. Menurut laporan Bloomberg yang ditulis Jason Schreier, Rockstar sempat berencana mengembangkan GTA VI dan Red Dead Redemption 2 secara bersamaan. Namun, ambisi tersebut sulit dipertahankan ketika skala dan kompleksitas Red Dead Redemption 2 terus meningkat. Rockstar akhirnya mengalihkan sebagian besar sumber daya pengembangannya ke game bertema koboi tersebut, sehingga pengerjaan GTA VI baru berjalan lebih serius pada 2019. Periode awal pengembangan GTA VI juga diwarnai ketidakpastian mengenai visi utama game. Schreier melaporkan bahwa selama tiga hingga empat tahun pertama, tim belum sepenuhnya menyepakati arah proyek. Rob Nelson, Aaron Garbut, dan Phil Hooke...