Krisis pasokan RAM atau yang mulai disebut RAMageddon tidak hanya mengancam harga laptop, smartphone, dan perangkat elektronik. Industri otomotif juga berpotensi terkena dampaknya karena mobil modern semakin bergantung pada mikroprosesor dan memori untuk menjalankan sistem infotainment, fitur bantuan pengemudi, hingga berbagai fungsi berbasis software.
Menurut The Atlantic, kebutuhan teknologi tersebut kini sudah menjadi bagian dari biaya dasar kendaraan. Karl Brauer, executive analyst iSeeCars, mengatakan setiap mobil baru membutuhkan tingkat teknologi tertentu sehingga terdapat pula biaya teknologi minimum yang harus ditanggung konsumen.
Masalahnya, harga rata-rata mobil baru di Amerika Serikat sudah mendekati US$50.000, sebelum kenaikan harga RAM ikut diperhitungkan. Ketika perusahaan AI terus menyerap pasokan memori untuk membangun pusat data, tekanan terhadap industri otomotif berpotensi semakin besar.

Sam Abuelsamid, analis Telemetry sekaligus mantan insinyur otomotif, memperkirakan kelangkaan RAM dapat mendorong harga kendaraan naik beberapa persen dalam satu tahun ke depan. Jika kenaikannya mencapai 4%, mobil seharga US$50.000 akan mengalami tambahan biaya sekitar US$2.000. Dampaknya juga tidak hanya dirasakan kendaraan kelas atas karena keterbatasan pasokan dapat membuat harga chip kelas bawah ikut meningkat.
Produsen otomotif mulai merasakan efeknya. Ford dilaporkan menanggung tambahan biaya material sekitar US$1 miliar akibat kombinasi kelangkaan memori dan inflasi. GM dan Volkswagen juga telah menyampaikan kekhawatiran terkait meningkatnya biaya chip. Volkswagen mengatakan meningkatnya permintaan chip memori terutama berasal dari industri lain dan perusahaan telah mengambil langkah untuk mengurangi risiko pasokan.
Persoalannya, RAMageddon berpotensi berlangsung selama beberapa tahun. Jika kondisi ini berlanjut, konsumen bisa menghadapi harga mobil yang semakin mahal, sementara produsen memiliki insentif untuk mendorong model dengan margin lebih tinggi. Kondisi tersebut juga dapat memperbesar tekanan pada pasar otomotif yang sebelumnya sudah menghadapi kenaikan biaya produksi.
Tren ini sebenarnya sudah terlihat sejak krisis chip pandemi. Harga rata-rata kendaraan baru di AS telah meningkat sekitar US$11.000 sejak periode tersebut. Dengan semakin banyaknya fitur digital, layanan berlangganan, iklan dalam mobil, dan fitur berbayar, mobil modern perlahan memang semakin menyerupai komputer yang memiliki roda.

