Langsung ke konten utama

Skor Benchmark AnTuTu Xiaomi Mi 10 Pro Pecahkan Rekor!

Skor AnTuTu bukan hanya sekedar pemicu bagi para konsumen untuk membeli smartphone yang ada di pasaran. Ia juga menjadi acuan oleh para produsen, untuk terus menghadirkan model terbaru, yang menawarkan kinerja atau skor AnTuTu paling tinggi, dibanding kompetitornya.

Hal ini kembali terjadi pada Xiaomi. Saat meluncurkan produk terbarunya, smartphone terkencang yang beredar di pasaran, dengan skor benchmark AnTuTu tertinggi kini jatuh pada Mi 10 Pro. Smartphone teranyar besutan vendor asal negeri Tiongkok.


Smartphone flagship Xiaomi ini meraih nilai tertinggi. Adapun di urutan kedua, dikuasai oleh Mi 10 versi reguler dengan skor 564.327 poin. Smartphone ini, sama-sama ditenagai chip anyar Qualcomm Snapdragon 865 dan kapasitas RAM 12GB. Sebagai gambaran, sebagian besar smartphone yang masuk daftar ini adalah yang dibalut oleh chip Snapdragon 855 Plus.


Di peringkat bawahnya, ada pula Nex 3 5G di urutan ketujuh, Asus ROG 2 diurutan kesembilan, dan Realme X2 Pro diurutan kesepuluh. Hanya ada satu smartphone yang ditenagai chip non-Snapdragon, yakni Huawei V30 Pro 5G dengan Kirin 990 5G. Huawei V30 Pro 5G menempati urutan kedelapan dalam daftar ini, dengan skor benchmark 491.120.


Melihat skor di atas, selisih poin antara Snapdragon 855 Plus dan Snapdragon 865 sekitar 60.000 poin. Kemungkinan daftar berikutnya akan banyak diisi oleh smartphone baru yang ditenagai Snapdragon 865, seperti Find X2 dan Black Shark 3.


Untuk bisa masuk jajaran 10 besar, perangkat-perangkat tersebut juga harus muncul lebih dari 1.000 kali di aplikasi AnTuTu.  Kemudian, ranking didasarkan pada rata-rata nilai AnTuTu dari masing-masing model, tidak hanya berdasarkan skor tertinggi.

Baca Juga:

Keseluruhan daftar smartphone terkencang versi AnTuTu dites menggunakan aplikasi AnTuTu V8 versi beta publik. Perlu ditambahkan bahwa skor benchmark semacam ini tidak mutlak menjadi patokan utama untuk menjamin performa smartphone. Sebab, pengalaman sebenarnya dalam genggaman bisa jadi akan berbeda.


Dengan driver baru tersebut, diklaim dapat mengoptimalkan performa GPU dari Snapdragon 865. Juga memberikan sejumlah perbaikan. Beberapa peningkatannya antara lain, kualitas suara dari speaker, perbaikan pemakaian data seluler, optimalisasi sinyal 5G, dan terkait jaringan.

Informasi lain dari Gizmochina, pengujian Xiaomi Mi 10 Pro ini dilakukan dalam ruangan yang sangat dingin. Yaitu di dalam lemari pendingin. Itulah kunci sukses smartphone flagship Xiaomi Mi 10 Pro dalam memecahkan rekor AnTuTu Benchmark, update driver Snapdragon 865 dan lemari pendingin.

Postingan Populer

Apple Maps Hapus Wilayah Lebanon Selatan, Diduga Dukung Operasi Israel

Langkah kontroversial dilakukan Apple setelah pengguna menemukan bahwa sebagian besar label wilayah di Lebanon Selatan menghilang dari layanan Apple Maps. Hilangnya nama desa dan kota di kawasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hezbollah, memicu spekulasi bahwa ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Berbeda dengan Apple Maps, platform lain seperti Google Maps masih menampilkan informasi geografis secara lengkap di wilayah yang sama. Ketimpangan ini memperkuat dugaan bahwa perubahan pada Apple Maps bukanlah fenomena global, melainkan keputusan spesifik yang berpotensi memiliki implikasi geopolitik. Dalam konteks konflik, peta digital bukan hanya alat navigasi, tetapi juga instrumen informasi strategis. Penghapusan label wilayah dapat mengurangi visibilitas suatu area, baik bagi masyarakat sipil, organisasi bantuan, maupun pihak luar yang mencoba memahami situasi di lapangan. Dalam skenario ekstrem, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk “penghapusan dig...

Intel Core Ultra Series 3 Resmi Diluncurkan di Indonesia

Setelah debut global di ajang CES 2026, Intel resmi membawa prosesor terbarunya, Intel Core Ultra Series 3, ke pasar Indonesia. Kehadiran generasi ini langsung menempatkan Intel di pusat tren yang sedang naik daun, yakni AI PC.  Namun di balik narasi besar tersebut, pertanyaan utamanya tetap sama. Apakah ini lompatan nyata, atau sekadar evolusi yang dibungkus istilah baru? Secara arsitektural, Core Ultra Series 3 dibangun di atas proses Intel 18A dengan pendekatan SoC yang mengintegrasikan CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket. Ini memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat tanpa ketergantungan cloud. Intel mengklaim NPU-nya mampu mencapai hingga 50 TOPS, angka yang secara teoritis cukup untuk menangani berbagai workload AI modern, mulai dari inferensi hingga generative tasks ringan. Di atas kertas, spesifikasinya terlihat menjanjikan. Varian tertinggi menawarkan hingga 16 core CPU dan GPU berbasis Intel Arc dengan 12 Xe-core. Intel mengklaim peningkatan performa multi...

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Bagus, Tapi Harga Mahal

Momentum Windows on Arm kembali menguat seiring kesiapan generasi baru chipset dari Qualcomm, khususnya Snapdragon X2 Elite. Dengan performa yang diklaim kompetitif terhadap lini terbaru silikon Apple dan meningkatnya dukungan aplikasi native, platform ini mulai menunjukkan potensi keluar dari status “niche”. Secara teknis, fondasi memang semakin solid. Performa CPU dan efisiensi daya meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, sementara ekosistem software mulai beradaptasi. Semakin banyak developer yang melihat Windows on Arm sebagai platform serius, bukan sekadar eksperimen terbatas dengan kompatibilitas parsial. Namun, di balik progres tersebut, tantangan struktural masih membayangi. Sejumlah laporan komunitas mengindikasikan bahwa produsen laptop (OEM) justru memposisikan perangkat berbasis Snapdragon X2 Elite di segmen premium. Strategi ini dinilai kontraproduktif, mengingat adopsi awal membutuhkan harga yang lebih agresif untuk membangun basis pengguna. Kasus peluncuran A...

Monitor Eksternal untuk MacBook Dirilis oleh BenQ

BenQ resmi meluncurkan lini monitor MA Series di Indonesia. Seri ini secara spesifik ditujukan untuk pengguna MacBook yang membutuhkan layar eksternal dengan konsistensi visual, terutama dalam hal warna, ketajaman, dan karakter tampilan yang mendekati panel bawaan Apple. Secara positioning, MA Series mencoba mengisi celah yang selama ini cukup relevan yakni monitor eksternal yang benar-benar “match” dengan ekosistem Mac. Namun, pendekatan ini juga memunculkan pertanyaan, apakah ini solusi nyata atau sekadar diferensiasi marketing di pasar monitor premium? Dari sisi lineup, BenQ menawarkan beberapa varian dengan pendekatan berbeda. Model seperti MA270U dan MA320U hadir dengan resolusi 4K dan panel Nano Matte, yang berfokus pada kenyamanan visual dengan minim pantulan cahaya. Ini relevan untuk penggunaan jangka panjang, terutama di lingkungan kerja dengan pencahayaan tinggi. Sebaliknya, MA270UP dan MA320UP menggunakan panel Nano Gloss yang menonjolkan kontras dan vibransi warna. Karakter...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...