Sanksi perdagangan Amerika Serikat mungkin berhasil memutus akses Huawei terhadap ekosistem Android dan teknologi semikonduktor tercanggih. Namun alih-alih menyerah, perusahaan asal China tersebut justru mempercepat pengembangan ekosistemnya sendiri melalui HarmonyOS. Dan tampaknya, malah dampaknya sangat luar biasa dibandingkan dengan teknologi Android bahkan mungkin iOS.
Dalam ajang Huawei Developer Conference 2026, Huawei mengungkapkan bahwa HarmonyOS kini mampu berjalan hanya dengan kebutuhan memori 128KB RAM. Bahkan, perusahaan mengklaim sedang melakukan optimasi lebih lanjut agar sistem operasi tersebut dapat beroperasi pada perangkat dengan RAM hanya 64KB.
Angka tersebut terlihat ekstrem jika dibandingkan dengan sistem operasi modern seperti iOS, Android maupun Windows yang membutuhkan memori jauh lebih besar. Namun di balik klaim tersebut terdapat strategi yang lebih besar: memperluas adopsi HarmonyOS ke berbagai perangkat Internet of Things (IoT) berdaya rendah.

Dengan kebutuhan memori yang sangat kecil, HarmonyOS berpotensi diterapkan pada sensor pintar, perangkat rumah tangga, wearable, hingga berbagai perangkat industri yang selama ini mengandalkan sistem operasi ringan atau firmware khusus. Huawei bahkan menyebut HarmonyOS dapat berjalan menggunakan satu baterai kering selama satu tahun penuh pada skenario tertentu.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya berusaha membangun alternatif Android untuk smartphone, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mencakup berbagai kategori perangkat. Semakin banyak perangkat yang menggunakan HarmonyOS, semakin besar pula peluang Huawei mengurangi ketergantungannya terhadap teknologi Barat.
Di sisi lain, Huawei juga terus mencari cara untuk meningkatkan performa perangkat kerasnya. Perusahaan tengah mengembangkan teknologi kemasan chip bernama LogicFolding yang diklaim mampu meningkatkan kepadatan transistor dan frekuensi kerja chip tanpa bergantung pada mesin litografi EUV yang saat ini masih sulit diakses akibat sanksi AS.
Meski sejumlah klaim tersebut masih perlu dibuktikan dalam implementasi komersial berskala besar, langkah Huawei menunjukkan bagaimana tekanan geopolitik justru mendorong perusahaan untuk membangun fondasi teknologi yang lebih mandiri. HarmonyOS kini bukan sekadar sistem operasi pengganti Android, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Huawei untuk menciptakan ekosistem komputasi yang sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

