Langsung ke konten utama

Asus Fragrance MD101, Laptop Mouse untuk Aromatherapy

Asus punya mouse yang unik dalam wujud Asus Fragrance Mouse MD101. Mouse nirkabel ini mencoba mengambil jalur berbeda di tengah pasar periferal yang biasanya berfokus pada sensor, polling rate, dan fitur gaming. 

Dengan fitur aromatherapy, produk ini menjadi mouse pertama Asus yang dibekali kompartemen aroma internal dengan vial isi ulang untuk minyak aromaterapi atau fragrance oil. Dengan demikian,  pengalaman penggunaan tidak hanya mengandalkan sentuhan dan visual, tetapi juga unsur aroma.

MD101 hadir dalam dua warna, Iridescent White dan Rose Clay, dengan pencahayaan halus di bagian belakang bodi. Asus menempatkan produk ini sebagai periferal untuk workspace rumah dan kantor, bukan sebagai mouse gaming kompetitif. Pendekatan tersebut terlihat dari spesifikasi yang mengutamakan kenyamanan, kebisingan rendah, dan daya tahan baterai panjang.



Dari sisi desain, mouse ini menggunakan bentuk ergonomis dengan thumb rest untuk pengguna tangan kanan. Kaki mouse berbahan 100% PTFE dirancang agar meluncur lebih mulus di berbagai permukaan. Bobotnya sekitar 66 gram tanpa baterai dan minyak aroma, dengan dimensi 103,6 × 62,4 × 40,2 mm sehingga cukup ringkas untuk mobilitas harian.

Konektivitas tersedia dalam dua opsi yakni RF 2,4GHz melalui dongle USB dan Bluetooth. Asus mengklaim jangkauan nirkabel hingga 10 meter. Sensor optiknya mendukung tiga tingkat DPI yang dapat diatur pengguna, dengan pilihan 1200, 1600, dan 2400 DPI, cocok untuk penggunaan produktivitas, browsing, dan pekerjaan kantor umum.

Untuk daya tahan, MD101 menggunakan satu baterai AA dengan klaim masa pakai hingga 12 bulan tergantung pola penggunaan. Switch mouse juga diklaim memiliki ketahanan hingga 10 juta klik, angka yang umum ditemui pada periferal produktivitas kelas menengah.



Asus menyertakan mouse, dongle USB, baterai, vial independen, dan pipet tetes di dalam paket penjualan. Perusahaan juga memberikan catatan penting: jangan menggunakan essential oil murni 100 persen. Pengguna disarankan memakai fragrance oil yang memang dirancang untuk reed diffuser, ultrasonic diffuser, atau aroma stone agar aman bagi material internal mouse.

Secara keseluruhan, Fragrance Mouse MD101 bukan produk yang mengejar spesifikasi tertinggi. Nilai utamanya justru terletak pada diferensiasi pengalaman pengguna. Asus mencoba mengubah mouse dari sekadar alat input menjadi bagian dari personalisasi ruang kerja, sebuah pendekatan yang tidak lazim di pasar periferal mainstream.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Mac Mini M6 Tunjukkan Lonjakan Performa AI Signifikan Dibanding M4

Apple M6 membawa peningkatan performa yang cukup besar pada Mac mini, khususnya untuk beban kerja artificial intelligence (AI). Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan YouTuber Alex Ziskind, Mac mini M6 menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan generasi M4 dalam pemrosesan model AI lokal. Dalam pengujian Qwen3.5-9B 4-bit, M6 mencatat kecepatan pemrosesan prompt mencapai 742 token per detik, sedangkan M4 hanya 210 token per detik. Artinya, M6 memiliki kecepatan sekitar 253,3 persen lebih tinggi. Untuk token generation, M6 menghasilkan 26,9 token per detik, dibandingkan 18 token per detik pada M4. Perbedaannya mencapai sekitar 49,4 persen. Keunggulan M6 juga terlihat pada pengujian llama-benchy. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan token pertama hanya 0,72 detik, sementara M4 membutuhkan 2,5 detik. Pada pengujian pembuatan gambar menggunakan FLUX.1, M6 menyelesaikan proses dalam 36 detik, sedangkan M4 membutuhkan 94 detik. Dengan demikian, M6 mampu memangkas waktu rende...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...