Langsung ke konten utama

Realme 5 Pro Antutu Score-nya Berapa?

Kabar gembira bagi MiFans, Zenfans dan fans-fans hape murah tapi bagus lainnya. Realme, produsen smartphone murah versi Oppo, menghadirkan varian terbarunya. Dan bukan sembarang murah tapi bagus, smartphone yang satu ini memang benar-benar bagus.

Dalam sebuah ajang yang disebut sebagai “Leap to Quad Camera”, Realme menghadirkan Realme 5 Pro dengan spefikasi hebat, kamera quad, dan baterai dahsyat. Harganya? Merakyat. Yang menarik, soal performanya ini. Realme 5 Pro Antutu score-nya dapat berapa sih?


Sebelum kita bahas skor Antutu-nya, ada baiknya kita bahas sedikit kenapa Realme menggunakan tagline tersebut. Leap to Quad Camera adalah kampanye mereka yang menonjolkan bahwa mereka kini sudah menggunakan empat kamera utama di belakang smartphone-nya. Baik seri Realme 5 Pro, ataupun Realme 5 yang bahkan lebih murah lagi harganya.

Menurut pihak Realme, pihaknya merasa bangga bisa merevolusi pengalaman pengguna dengan memperkenalkan Realme 5, ponsel quad camera pertama di segmen harga Rp2 jutaan dan Realme 5 Pro, ponsel quad camera 48 megapixel pertama dari Realme untuk segmen harga Rp3 jutaan.


Baca juga:

Sebagai gambaran, keempat kamera belakang Realme 5 Pro terdiri dari kamera utama dengan sensor IMX586 48 MP dan aperture f/1.79, 8 MP ultrawide 119 derajat, 2 MP macro, dan 2 MP depth sensor. Adapun kamera belakang Realme 5 cuma berbeda pada bagian sensor 12MP di kamera utama.

Dari sisi prosesor, Realme 5 dibekali Snapdragon 655 dengan pabrikasi 11nm, sementara Realme 5 Pro mempunyai prosesor yang lebih kencang, yaitu Snapdragon 712 dengan pabrikasi 10nm. Kalau Realme 5 hadir dengan beberapa kombinasi RAM dan ROM yaitu 3GB/32GB, 4GB/64GB dan 4GB/128GB, kombinasi RAM dan ROM yang ditawarkan oleh Realme 5 Pro adalah 4GB/64GB, 6GB/64GB dan 8GB/128GB.

Lalu, berapa sih Realme 5 Pro Antutu score-nya? Nah ini dia. Sekaligus skor benchmark 3D Mark dan Geekbench-nya.



Luar biasa bukan?

Dengan performa yang kencang tersebut, Realme 5 Pro menggunakan baterai berkapasitas 4.035 mAh yang didukung dengan pengisian cepat VOOC 3.0. Teknologi charging ini menjanjikan pengisian penuh dalam 80 menit, dengan konektivitas USB Type-C. Menarik sekali. Apalagi kalau melihat harganya.


Ya, di Indonesia, Realme 5 Pro quad camera dijual di harga Rp2.999.000 untuk versi dengan RAM 4GB storage 128GB. Adapun versi dengan RAM 8GB dan storage 128GB dijual di harga Rp3.699.000. Keduanya dijual per 21 September 2019 ini. Menarik bukan?

Postingan Populer

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

Review Asus ExpertBook B3 B3405CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3405CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Qualcomm Snapdragon Terbaru Loncat ke 2nm TSMC

Qualcomm kembali jadi sorotan setelah bocoran terbaru mengungkap dua kode model yakni SM8975 dan SM8950. Kedua chip baru tersebut diyakini sebagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika rumor ini akurat, chip tersebut bukan hanya akan menjadi sekadar refresh tahunan, melainkan lompatan teknologi yang cukup agresif. Mengapa? Rumor paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Ini akan menjadi pertama kalinya Qualcomm masuk ke node tersebut, melampaui generasi sebelumnya seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih bertumpu pada 3nm. Secara teori, 2nm menawarkan efisiensi daya lebih baik, suhu lebih terkendali, dan potensi peningkatan performa, kombinasi ideal untuk smartphone modern yang semakin berat beban kerjanya, dari gaming hingga AI on-device. Namun, seperti biasa, angka node sering kali lebih terdengar impresif di atas kertas dibanding di dunia nyata. Kompetitor seperti Apple dengan chip A18 dan A18 Pro juga masih berada di 3nm, sehingga...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...