Langsung ke konten utama

Perbedaan Performa Android Oreo dan Android Pie

Smartphone dengan sistem operasi Android 9 atau yang dikenal dengan Android P atau Android Pie sudah mulai hadir di pasaran Indonesia. Beberapa smartphone yang awalnya diluncurkan dengan sistem operasi Android 8 atau Android Oreo pun sudah mulai banyak mendapatkan update ke sistem operasi Android terbaru.

Sebagai informasi, Google mengklaim, Android Pie, selain membawa tampilan yang lebih ceria, navigasi model baru, AI yang lebih cerdas dalam mengatur konsumsi baterai hingga 20 persen lebih baik, serta sistem keamanan yang lebih ketat. Lalu, bagaimana dari sisi performa? Apakah sebuah smartphone yang sama akan mengalami peningkatan kinerja saat menggunakan Android P? Atau malah performanya menurun setelah dipasangi sistem operasi baru?


Berikut ini akan kita buktikan. Kita akan membandingkan performa smartphone Asus Zenfone 5z yang menggunakan sistem operasi Android Oreo dan akan kita bandingkan performanya setelah smartphone tersebut dipasangi Android Pie. Seberapa jauh peningkatannya? Mari kita lihat:



Pada aplikasi GeekBench, terjadi peningkatan performa saat prosesor bekerja secara mandiri atau secara multi-core. Peningkatannya sekitar 0,9 persen pada single-core dan 1,1 persen pada multi-core. Boleh dibilang, tidak ada bedanya.

Baca juga:



Pada aplikasi Antutu, aplikasi benchmark sejuta umat, terjadi peningkatan yang lumayan, yakni sekitar 10 persen. Seluruh aspek, mulai dari CPU, GPU, User Experience yang menjadi komponen pendukung AnTuTu benchmark, semua mengalami peningkatan. Sedikit penurunan dari modul Memory benchmark, sedikit mengalami penurunan.




Performa grafis smartphone setelah di-upgrade ke Android Pie juga meningkat meskipun bisa dibilang tidak terasa juga. Hanya sekitar 2,1 persen saja.


Untuk performa sistem secara keseluruhan, yang diwakili oleh benchmark Work 2.0, juga terjadi sedikit peningkatan, sekitar 2,1 persen. Ini serupa dengan peningkatan performa grafis antara Android 8 dan 9.




Terakhir, performa baterai. Google berani sesumbar bahwa Android P membawa peningkatan efisiensi energi lewat teknologi AI yang tersedia pada Android 9 tersebut. Dan ternyata, dalam dunia nyata, efisiensi energinya hanya sekitar 7,8 persen saja.




Kesimpulan
Selain membawa fitur baru, Android Pie juga ternyata membawa sedikit peningkatan performa pada smartphone dan penambahan masa aktif baterai yang cukup lumayan. Jadi, kalau produsen smartphone Anda sudah menyediakan update ke Android P, segera saja upgrade. Tapi tentunya, coba perhatikan dulu komentar dari para pengguna yang sudah migrasi. Siapa tau masih ada bug atau anomali.

Postingan Populer

Siap-siap, Meta Akan Pecat 8.000 Karyawan Bulan Depan

Meta Platforms dilaporkan tengah menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar yang bisa dimulai pada 20 Mei 2026. Tahap awal disebut menyasar sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global, atau kurang lebih 8.000 karyawan dari basis sekitar 79.000 orang.  Jika berlanjut sesuai rencana, total pemangkasan bahkan berpotensi mencapai 20 persen. Sebuah angka yang akan menandai restrukturisasi paling agresif sejak gelombang PHK 2022–2023. Di balik langkah ini, alasan utamanya cukup jelas, biaya infrastruktur AI yang melonjak tajam. Di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg, Meta sedang mengalihkan fokus bisnisnya secara masif ke kecerdasan buatan. Perusahaan merombak struktur internal, termasuk memindahkan banyak insinyur dari divisi Reality Labs ke unit baru bernama Applied AI, yang difokuskan pada pengembangan agen AI otonom, mulai dari penulisan kode hingga otomatisasi tugas kompleks. Namun, narasi “efisiensi” ini tidak sepenuhnya tanpa kritik. Menggantikan sebagian fungsi...

Nvidia Boncos. Biaya Klaim Garansi Tembus 894 Juta Dolar

Lonjakan biaya garansi GPU mulai mengungkap sisi lain dari booming AI yang selama ini terlihat “sempurna”. Data dari Warranty Week menunjukkan Nvidia harus membayar klaim garansi hingga 11 kali lebih besar dalam periode 2024–2025. Angka itu melonjak dari sekitar $81 juta menjadi $894 juta. Sementara itu, AMD juga mengalami kenaikan signifikan, meski “hanya” naik 116 persen menjadi $238 juta. Kenaikan ini tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa. Secara struktural, klaim, cadangan, dan akrual garansi meningkat hampir satu orde magnitudo dalam setahun. Yang paling mencolok adalah lonjakan pada kuartal keempat 2025, ketika Nvidia menggelontorkan $511 juta hanya untuk klaim. Sebuah indikasi bahwa sesuatu dalam rantai produk atau penggunaan mulai “retak”. Di atas kertas, vendor GPU memiliki perlindungan. Aktivitas seperti crypto mining secara eksplisit membatalkan garansi, sementara penggunaan AI umumnya masih dianggap wajar, meski batasnya makin kabur ketika beban kerja terus mendorong ...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Naik Harga, Microsoft Surface Kini Jadi Flagship

Microsoft diam-diam menaikkan harga lini Surface generasi terbarunya, dan skalanya bukan sekadar penyesuaian kecil. Kenaikan hingga 500 dolar AS pada model seperti Surface Laptop 7 dan Surface Pro 11 secara efektif menggeser positioning perangkat ini dari “premium terjangkau” menjadi hampir setara dengan kelas flagship. Alasan resmi Microsoft mengacu pada kenaikan biaya komponen dan memori. Itu masuk akal dalam konteks industri, tetapi tidak sepenuhnya menjelaskan lonjakan harga yang agresif.  Ketika model entry seperti Surface Pro 12 inci naik dari $799 ke $1.049, dan varian 13 inci melonjak ke $1.499, ini bukan lagi sekadar inflasi biaya, ini adalah reposisi harga secara strategis. Masalahnya, reposisi ini terjadi di momen yang kurang ideal. Di segmen yang sama, MacBook Air justru masih menawarkan harga lebih rendah dengan efisiensi dan ekosistem yang sudah matang. Bahkan untuk kelas atas, konfigurasi Surface Laptop dengan Snapdragon X Elite yang menyentuh $3.649 kini harus berha...

Bersama Tri, RRQ kembali terlibat dalam H3RO Esports 6.0

Team RRQ kembali menegaskan perannya dalam pengembangan talenta melalui keterlibatan di H3RO Esports 6.0 bersama Tri Indonesia. Program ini tidak lagi sekadar turnamen komunitas, melainkan mulai berfungsi sebagai pipeline terstruktur menuju level profesional. Sepanjang pelaksanaannya, H3RO Esports telah menjaring puluhan ribu pemain dari berbagai daerah. Pada edisi 6.0 saja, tercatat 2.786 rookie terverifikasi ikut serta. Namun angka besar ini hanya menjadi pintu masuk dari proses seleksi yang jauh lebih ketat, mulai dari fase kompetisi awal hingga evaluasi lanjutan oleh tim profesional seperti RRQ dan HFX. Pendekatan seleksi yang digunakan juga semakin kompleks. Selain menilai kemampuan mekanik, proses ini mencakup aspek kognitif, daya tahan, hingga kesiapan mental pemain. RRQ bahkan memanfaatkan pendekatan berbasis data melalui CoachGPT yang dibangun di atas ChatGPT untuk memperkaya analisis performa. Ini menunjukkan bahwa proses scouting esports kini bergerak ke arah yang lebih teru...