Langsung ke konten utama

Asus Zenbook Duo 2026 Lebih Ringkas, Harga Lebih Tinggi

Asus kembali menyegarkan lini Zenbook Duo untuk tahun 2026. Alih-alih sekadar meningkatkan spesifikasi, perusahaan kali ini berfokus pada penyempurnaan desain dengan memangkas dimensi perangkat tanpa mengorbankan ciri khas utamanya yakni dua layar OLED berukuran penuh 14 inci.

Menurut Asus, jarak antar layar kini diperkecil hingga 70 persen dan bezel dibuat lebih tipis, menghasilkan bodi yang diklaim 5 persen lebih ringkas dibanding generasi sebelumnya. Hasilnya, Zenbook Duo 2026 hadir dengan bobot sekitar 1,65 kg dan ketebalan mulai 1,96 cm. Perubahan ini menjawab salah satu kritik terbesar terhadap laptop layar ganda, yakni ukuran fisik yang sering kali lebih besar dibanding laptop konvensional dengan ukuran layar serupa.

Meski dimensinya menyusut, Asus tetap mempertahankan dua panel OLED 14 inci beresolusi 3K dengan refresh rate 144Hz. Kedua layar juga mendukung stylus, cakupan warna DCI-P3 100 persen, sertifikasi Pantone Validated, serta tingkat kecerahan hingga 1.000 nits. Lapisan anti-reflektif baru yang diklaim mampu mengurangi pantulan cahaya hingga 65 persen menjadi tambahan menarik, terutama bagi pengguna profesional yang sering bekerja di lingkungan dengan pencahayaan terang.



Di sektor performa, Zenbook Duo 2026 mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 9 386H yang dipadukan dengan NPU berkapasitas hingga 50 TOPS untuk mendukung berbagai fitur AI. Konfigurasi tersebut dilengkapi RAM LPDDR5X 32GB dan SSD NVMe PCIe 1TB, menjadikannya salah satu laptop premium yang memang dirancang untuk kebutuhan produktivitas berat, multitasking ekstrem, hingga pemanfaatan fitur AI generatif terbaru di Windows 11.

Asus juga menonjolkan daya tahan baterai 99Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 32 jam dalam mode layar tunggal dan 18 jam saat kedua layar aktif. Namun seperti biasa, angka tersebut masih perlu dibuktikan dalam skenario penggunaan nyata yang melibatkan aplikasi produktivitas, konferensi video, hingga beban kerja kreatif yang lebih kompleks.

Keunggulan utama Zenbook Duo tetap terletak pada fleksibilitasnya. Laptop ini dapat digunakan dalam lima mode berbeda, mulai dari mode laptop konvensional hingga dual-screen horizontal, vertikal, desktop, dan sharing mode. 

Dukungan port yang lengkap, kamera FHD Windows Hello, enam speaker Dolby Atmos, serta material Ceraluminum yang diklaim lebih ringan dan lebih kuat dibanding aluminium konvensional semakin memperkuat posisinya sebagai perangkat premium untuk kalangan profesional.

Meski menawarkan inovasi yang cukup matang, tantangan terbesar Zenbook Duo 2026 kemungkinan bukan lagi soal teknologi, melainkan harga. Dengan banderol Rp54.999.000, Asus harus meyakinkan konsumen bahwa produktivitas tambahan dari dua layar benar-benar sepadan dengan investasi yang dibutuhkan. Sebab di kisaran harga tersebut, pilihan laptop premium dan workstation kelas atas kini semakin beragam dan kompetitif.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...