Langsung ke konten utama

Axioo Buka Service Center di Bandung

Produsen laptop nasional Axioo memperluas jangkauan layanan purna jualnya dengan membuka Axioo Care Platinum ke-4 di Bandung. Yang menarik, layanan perbaikan laptop dengan sistem same day service juga kini tersedia.

Dengan penambahan pusat layanan di Bandung, yang berlokasi di Bandung Electronic Center (BEC), Axioo Care Platinum kini memiliki total 14 pusat layanan di seluruh Indonesia.

Adapun jumlah keseluruhan pusat layanan Axioo Care per Januari 2024 mencapai 176 Service Center. Semuanya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.



"Keistimewaan dari service center ini adalah lokasinya yang berada di tengah-tengah mall IT terbesar di Bandung," kata Timmy Theopelus, Vice President Business Development & Strategic Partnership, PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO).

Timmy menyatakan bahwa dengan kehadiran Service Center Axioo di BEC Bandung ini diharapkan dapat memudahkan para pengguna yang sedang mencari produk IT. "Mereka tidak perlu lagi pergi jauh-jauh, karena lokasinya sangat strategis di pusat kota dan dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai," ujarnya.

Selain itu, pusat layanan ini menyediakan fasilitas canggih dan tim teknisi yang sangat terampil, siap memberikan dukungan dan layanan pemeliharaan terbaik untuk seluruh rangkaian produk Axioo. Layanan Same Day Service menjadi salah satu fitur unggulan, di mana kerusakan dapat ditangani dalam waktu 6 jam, memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk melakukan kegiatan lain selama menunggu.

"Jadi, jika ada kerusakan, mereka bisa menunggu sambil berjalan-jalan, makan, atau bermain di sini," tambah Timmy.

Baca juga:


Selain fitur di atas, service center ini juga menawarkan teknisi ahli berpengalaman dan bersertifikat yang bekerja dengan cepat dan efektif. Axioo juga menjamin ketersediaan peralatan diagnostik dan perbaikan terbaru agar pelanggan dapat menerima layanan perawatan produk dengan kualitas tertinggi.

Timmy menjelaskan bahwa pemilihan gedung BEC sebagai lokasi service center juga merupakan dukungan Axioo terhadap pelaku usaha IT di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri.

"Tujuannya agar konsumen lebih percaya pada produk dalam negeri. Axioo adalah produk dalam negeri yang saat ini sangat diminati, dengan penjualan yang tinggi. Bahkan sejak tahun 2021, kita sudah resmi go public," tambahnya.

PT Tera Data Indonusa Tbk (TDI) telah berkecimpung dalam bisnis komponen TI sejak tahun 1993, sementara brand Axioo terbentuk pada tahun 2004 ketika mereka meluncurkan notebook pertama. Varian produknya terus bertambah, mencakup tablet, AiO, desktop PC, 2 in 1, dan HP.

TDI mengoperasikan 31 kantor perwakilan dan penjualan di kota-kota besar Indonesia, dengan lebih dari 172 pusat layanan di seluruh Indonesia. TDI juga memiliki kapasitas produksi sebanyak 200.000 unit per bulan dengan 12 jalur perakitan.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...