Langsung ke konten utama

Review Acer Swift Go 14 OLED Special Edition (SFG14-71): Desain Ramping, Performa Tiada Tanding

Agustus lalu, Acer resmi memboyong Swift Go 14 OLED Special Edition (SFG14-71) terbaru ke Indonesia. Acer Swift Go 14 OLED Special Edition (SFG14-71) ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai segmen pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, bekerja secara hybrid, peduli pada urusan estetika.

Selain itu, Acer Swift Go 14 OLED Special Edition (SFG14-71) juga mampu mendukung aktivitas seperti graphic design, video editing, gaming ataupun entertainment. Pasalnya, laptop ini mengusung sederet fitur andalan seperti layar OLED 14 inci, Intel Core Generasi 13, platform Intel EVO dan multi device experience dari Intel Unison, Superclear QHD AI Camera 1440p dengan fitur Auto Tracking & Eye Contact, Acer TwinAir (dual fan).

Laptop ini juga mengusung desain ringkas dengan ketebalan hanya 14.9 mm dan berat hanya 1.32 kg. Acer Swift Go 14 OLED Special Edition (SFG14-71) tersedia dalam dua pilihan Prosesor yaitu Intel Core i5 - 13500H dan Intel Core i7 - 13700H.

Kali ini kami berkesempatan me-review laptop Acer Swift Go 14 OLED Special Edition (SFG14-71). Daripada penasaran, langsung simak saja ulasan lengkapnya.



Ramping dan Ringan, Mudah Dibawa
Acer Swift Go 14 OLED Special Edition hadir sebagai laptop on-the-go, berdesain ramping dan menarik, serta siap mendukung tren gaya hidup pengguna yang modern. Desain tipis dan ringan yang menjadi ciri khas dari Swift series kembali diterapkan di laptop ini.

Terbukti, Acer Swift Go 14 OLED Special Edition memang terlihat tipis dan ringan dengan bobot hanya 1,32 kg dan ketebalan 14,99 mm. Sehingga memudahkan kami ketika menjinjing laptop ini dan membawa laptop ini ke kantor atau cafe terdekat.

Acer tetap memperhatikan penggunaan material ramah lingkungan, seperti touchpad OceanGlass™ yang terbuat dari limbah plastik laut pada laptop ini. Sesuatu yang baru dari laptop ini adalah Acer
desain pola geometry terbaru dalam warna spesial yaitu Sunshiny Gold.

Pemilihan warna Sunshiny Gold terinspirasi dari kilauan cahaya matahari. Acer Swift Go 14 OLED Special Edition dilengkapi dengan finishing diamond-cut edges di tepiannya serta penggunaan bahan anodized aluminium dan laser etching pattern di bagian pola geometry. Sehingga laptop ini terlihat sangat mewah dan premium.

Berbeda dengan Swift Series lainnya, pada laptop ini tidak terdapat logo Acer pada bagian atas. Hanya terdapat tulisan Acer Swift dengan posisi diagonal di atas pola geometry.

Bergeser ke bagian depan, terpampang layar 14 inci dan webcam beresolusi 1440p (QHD). Tepat di bawah layar, disematkan keyboard dan touchpad OceanGlass™.

Selama kami menggunakan keyboard untuk mengetik dokumen, bermain game kasual dan kegiatan lainnya, keyboard terasa cukup empuk. Begitupun dengan touchpad nya yang sangat responsif dan terkesan ramah lingkungan. Apalagi sudah diinstal sistem operasi Windows 11 Home, serta Microsoft Office Home & Student 2021 yang siap digunakan.

Sementara di sisi kanan dan kiri ditemui beberapa port. Mulai dari 2 port Thunderbolt 4, 2 port USB 3.2 Type A Gen 1, 1 port HDMI 2.1, MicroSD card slot, jack audio, serta Kensington Lock.

Performa dan Spesifikasi
Laptop ini dibekali layar 14 inci dengan panel berjenis OLED beresolusi 2,8K. Selain itu, laptop ini memiliki tingkat akurasi warna 100% DCI-P3 yang menghadirkan warna dengan komposisi yang pas serta lebih nyata. Ditambah lagi dukungan sertifikasi VESA Display HDR TrueBlack 500, memungkinkan layar laptop ini menampilkan warna hitam yang pekat hingga contrast ratio mencapai 1.000.000 : 1.

Laptop ini juga sudah mendukung sertifikasi EyeSafe yang bisa mengurangi paparan sinar biru. Terbukti, selama kami menatap layar dalam waktu lama, mata tidak terasa pedih dan lelah.



Beralih ke sektor dapur pacunya, laptop ini hadir dalam dua pilihan Prosesor Intel Core Generasi 13 seri H terbaru yaitu Intel Core i5 - 13500H dan Intel Core i7 - 13700H. Kedua varian Prosesor ini sanggup meningkatkan performa saat bermain game kasual, mengedit foto dan kegiatan lainnya.

Terbukti selama kami bermain game kasual seperti Minecraft berjalan dengan lancar serta visual yang disuguhkan cukup tajam dan detail. Sama halnya saat kami membuat desain dan mengedit foto menggunakan Adobe Photoshop Portable, nyaris tidak ada kendala sama sekali. Meskipun laptop ini hanya mengandalkan kartu grafis bawaan Intel yaitu Intel Iris Xe Graphics.

Ini juga berkat dukungan sertifikasi Intel EVO serta RAM 16GB LPDDR5 dan SSD NVMe berslot ganda dengan kapasitas 1TB. Selain itu, Prosesor generasi 13 Intel juga memberikan masa pakai baterai yang lebih lama hingga mencapai 12,5 jam. Bahkan dengan sekali pengisian daya dalam waktu 30 menit, bisa memberikan masa pakai baterai hingga lebih dari 4 jam.

Selama bermain game dan kegiatan lainnya dalam waktu lama, laptop ini tidak terasa panas. Ini berkat dukungan teknologi Acer TwinAir dengan kipas ganda yang memberikan suhu 10% lebih dingin pada berbagai skenario. Performa sistem pendingin tersebut juga bisa diatur lewat kombinasi tombol “Fn+F”.

Laptop ini juga mengusung sederet fitur menarik seperti Intel Unison yang menghadirkan sinkronisasi dan integrasi antar device menjadi lebih mulus. Melalui fitur ini, kami bisa menghubungkan smartphone dengan PC untuk melakukan perpindahan file, melihat notifikasi, menerima dan membalas panggilan dan pesan melalui platform Android dan iOS.

Acer Swift Go 14 OLED Special Edition memiliki webcam dengan Superclear QHD AI Camera beresolusi 1440p. Superclear QHD AI Camera dengan resolusi 1440p ini membuat meeting online dan video call jadi lebih jernih. Ini juga tak lepas dari peranan teknologi Acer Purified Voice dan Acer Temporal Noise Reduction (TNR) yang dapat mengurangi noise serta tetap menghadirkan kualitas gambar terbaik meskipun di lingkungan yang minim cahaya.

Ditambah lagi fitur Auto Tracking dan Eye Contact juga memastikan kami selalu dalam frame dan membuat kami lebih percaya diri dihadapan para audiens. Selama melakukan meeting online dan kegiatan lainnya, jaringan internet tetap stabil. Pastinya ini berkat sokongan Killer Wi-Fi 6E dan Intel Killer Intelligence Center.

Baca juga:


Killer Wi-Fi 6E memastikan koneksi nirkabel berkecepatan tinggi yang bisa dimanfaatkan untuk berbagi file dengan cepat, dan pengalaman streaming 4K yang lancar. Sementara Intel Killer Intelligence Center untuk mengatur prioritas penggunaan data. Sehingga kami dapat mengatur penggunaan data sesuai kebutuhan.

Kesimpulan
Selama kami menggunakan laptop ini untuk bekerja, membuat desain, bermain game kasual, dan menyelesaikan rutinitas lainnya, terbukti Acer Swift Go 14 OLED Special Edition mengusung spesifikasi dan fitur yang mumpuni. Dengan desain yang tipis dan ringan, laptop ini dapat kami bawa kemana saja saat ke kantor atau cafe terdekat.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa laptop ini cocok digunakan bagi para profesional muda, konten kreator, dan pecinta game. Kedua varian Acer Swift Go 14 OLED Special Edition sudah tersedia di Indonesia melalui Acer Official Store Indonesia secara online maupun offline. Untuk pembelian Acer Swift Go 14 OLED Special Edition secara online, kamu bisa mengakses Acer eStore di https://store.acer.com/en-id.

Selama bulan Oktober ini berlangsung dari tanggal 1 Oktober 2023 hingga 30 Oktober 2023, ada harga khusus untuk Acer Swift Go 14 OLED Special Edition. Mulai dari Rp 13.999.000 menjadi Rp 13.499.000 untuk varian Intel Core i5. Sedangkan varian Intel Core i7 dijual dengan harga Rp 15.999.000 dari harga normal Rp 16.999.000.

Dalam setiap pembelian Acer Swift Go 14 OLED Special Edition dilengkapi dengan garansi sparepart selama 2 tahun, garansi service selama 3 tahun dan 1 year Acer Priority Care (Priority Service & Accidental Damage Protection). Untuk informasi seputar produk terbaru Acer dan promo terkini, kamu bisa mengakses situs resmi Acer Indonesia www.acerid.com.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus Googlebook 14 Hadir dengan Panther Lake, RAM 64GB, OLED 3K dan Bobot Kurang dari 1Kg

Asus memperluas jajaran Googlebook dengan menghadirkan Googlebook 14, laptop ultraportabel yang mengandalkan prosesor Intel Panther Lake atau Core Ultra Series 3. Perangkat ini menarik perhatian bukan hanya karena bobotnya yang berada di bawah 1kg, tetapi juga karena membawa konfigurasi mewah hingga RAM 64GB, SSD 1TB, layar OLED 3K 120Hz, serta baterai 70Wh. Dari sisi desain, Asus menggunakan sasis berbahan magnesium-aluminium hasil proses CNC dengan bobot sekitar 0,99 kg. Material tersebut dipadukan dengan warna Dusk Ash dan teknologi Nano Ceramic yang diklaim membantu melindungi permukaan dari goresan, noda, dan abrasi. Laptop serupa ExpertBook Ultra ini juga memenuhi standar ketahanan MIL-STD-810H, meski sertifikasi tersebut tidak otomatis berarti perangkat kebal terhadap seluruh jenis kerusakan dalam penggunaan sehari-hari. Di sektor performa, Googlebook 14 tersedia dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 355 dari keluarga Panther Lake. Konfigurasi yang disebutkan juga mencakup C...

5 Rutinitas Harian Pemilik Toko yang Menjalankan Omnichannel Ecommerce

Pemilik toko yang menjalankan Mekari Desty sebagai pilihan alternatif untuk bisnis omnichannel menghadapi tantangan besar dalam mengawasi aktivitas di toko fisik, marketplace, dan media sosial sekaligus dalam satu hari. Hal ini sering membuat pengambilan keputusan harian tertunda karena data yang tersebar di berbagai kanal sulit diintegrasikan secara cepat.  Kosongnya barang di rak umumnya bersumber dari persoalan di level toko itu sendiri, mulai dari proses pesan dan rencana yang kurang tepat. Dengan demikian, rutinitas harian pemilik toko sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang.  Menjawab kebutuhan tersebut, aplikasi stok barang dibutuhkan agar rutinitas tersebut dapat berjalan terstruktur. Rutinitas yang diperlukan sebenarnya singkat dan mudah dilakukan, asalkan dijalankan setiap hari secara konsisten. Berikut ini lima rutinitas harian penting yang biasa dijalankan pemilik toko omnichannel ecommerce. 1. Membaca Ringkasan Penjualan Semua Kanal di Pagi Hari Ringkasa...

VGA Terbaik China Ungguli AMD Radeon RX 580 Hingga 5%

Ambisi China membangun GPU gaming mandiri kembali menghadapi kenyataan pahit. Lisuan Tech LX 7G100, yang sebelumnya dikaitkan dengan performa setara GeForce RTX 4060, justru hanya unggul tipis dari AMD Radeon RX 580 dalam pengujian independen PC Games Hardware (PCGH). GPU AMD tersebut sudah dirilis pada 2017. Dalam indeks performa PCGH yang mencakup 14 game, LX 7G100 memperoleh 11,1 poin, sementara Radeon RX 580 mencapai 10,6 poin. Selisihnya hanya sekitar 5%. Bahkan GeForce RTX 2060 mencetak 17,2 poin atau sekitar 55% lebih tinggi. Radeon RX 6600 mencapai 20 poin, sedangkan GeForce RTX 5060 memperoleh 33 poin. Hasil tersebut cukup kontras dengan spesifikasi LX 7G100. GPU ini membawa 12GB GDDR6, memory bus 192-bit, bandwidth 432GB/s, serta klaim performa FP32 hingga 24,6 TFLOPS. Chip tersebut menggunakan arsitektur TrueGPU dan dibuat dengan proses TSMC N6. Masalah utama tampaknya bukan sekadar spesifikasi hardware. PCGH hanya dapat memasukkan 14 dari 20 game ke indeks utama. Ray tracin...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...