Langsung ke konten utama

Akhirnya, Microsoft Surface Pakai Intel Core Ultra Series 3!

Microsoft resmi memperkenalkan generasi terbaru perangkat Surface for Business yang kini diperkuat prosesor Intel Core Ultra Series 3. Lewat lini baru Surface Pro for Business dan Surface Laptop for Business, Microsoft semakin agresif mendorong konsep AI PC untuk segmen enterprise, sekaligus mencoba menempatkan Windows sebagai platform utama komputasi kerja berbasis AI.

Perusahaan mengklaim perangkat terbaru ini mampu menghadirkan performa grafis hingga 35% lebih tinggi dibanding MacBook Air M5 serta peningkatan performa lebih dari 90% dibanding Surface Laptop 5 pada konfigurasi tertentu.

Klaim tersebut memperlihatkan bagaimana Microsoft kini mulai berani menantang dominasi Apple Silicon, terutama di pasar laptop premium produktivitas dan bisnis.



Surface Laptop for Business terbaru hadir dalam beberapa varian, mulai dari model 13 inci dengan harga awal US$1.499 hingga model 13,8 inci dan 15 inci yang dibanderol mulai US$1.949. Microsoft juga memperbarui Surface Pro for Business 13 inci dengan opsi konektivitas 5G, dukungan stylus, layar sentuh, serta kemampuan pemrosesan AI langsung di perangkat.

Fokus utama Microsoft kali ini jelas berada pada AI acceleration dan keamanan enterprise. Seluruh perangkat mendukung fitur AI seperti live transcription, intelligent writing assistance, real-time translation, hingga image generation. Microsoft juga menekankan integrasi mendalam dengan ekosistem enterprise seperti Microsoft Intune, Windows Autopilot, dan Surface Management Portal untuk deployment serta manajemen perangkat skala besar.

Di sisi hardware, perangkat Surface terbaru sudah dilengkapi Wi-Fi 7, SSD Gen 4 yang dapat dilepas, haptic touchpad, hingga opsi layar privasi anti-glare. Microsoft juga mengusung pendekatan keamanan berlapis melalui standar Secured-core PC, Project Mu, driver berbasis Rust, dan proteksi firmware tingkat hardware. 

Menariknya, Microsoft juga telah mengonfirmasi bahwa varian berbasis Snapdragon X2 akan hadir akhir tahun ini, menandakan persaingan Windows ARM dan Intel di segmen AI PC premium bakal semakin panas.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

Harga DRAM Meledak 401% Bikin 1Kg Chip Memori Setara 620 Gram Emas

Harga DRAM terus melonjak di tengah ledakan pembangunan infrastruktur AI global. Kondisinya kini bahkan menghasilkan perbandingan yang cukup ekstrem: satu kilogram chip DRAM buatan Korea Selatan memiliki nilai setara sekitar 620 gram emas 24 karat. Berdasarkan data Korea Trade Statistics Promotion Institute (TRASS) yang dikutip ChosunBiz, harga ekspor DRAM Korea Selatan sepanjang 1-20 Agustus 2026 mencapai US$92.183 per kilogram, atau sekitar 127,4 juta won. Angka tersebut melonjak 401 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan Januari 2023, ketika harga DRAM berada di titik rendah sekitar US$7.400 per kilogram, harga saat ini sudah meningkat sekitar 12,5 kali lipat. Kenaikannya jauh melampaui emas yang dalam periode serupa naik sekitar 2,4 kali. DRAM Mulai “Bersaing” dengan Emas Perbandingan dengan emas memang terdengar sensasional, tetapi angka tersebut menggambarkan betapa mahalnya chip memori saat ini. Data terbaru menunjukkan 620 gram emas 24 karat...

Nvidia RTX Spark N1X Meluncur Oktober, Bawa CPU Arm dan GPU Blackwell untuk AI Lokal

Nvidia memastikan platform RTX Spark N1X akan meluncur pada Oktober 2026. Platform ini dirancang untuk laptop dan mini PC yang membutuhkan kemampuan pemrosesan AI secara lokal, sekaligus menawarkan performa grafis melalui kombinasi CPU Grace berbasis Arm dan GPU Blackwell. Untuk saat ini, Nvidia mengungkap dua konfigurasi N1X. Varian tertinggi menggunakan CPU Grace 20-core yang dipadukan dengan GPU Blackwell berisi 6.144 CUDA Core. Sistem ini mendukung unified memory berkapasitas 24GB hingga 128GB, sehingga memberikan fleksibilitas cukup besar bagi produsen dalam merancang perangkat untuk kebutuhan AI agentic maupun pekerjaan grafis. Sementara itu, varian kedua mengurangi konfigurasi CPU menjadi 18 core Grace dan GPU Blackwell menjadi 5.120 CUDA Core. Kapasitas unified memory-nya berada di rentang 24GB hingga 32GB. Berbeda dari model lebih tinggi, Nvidia sejauh ini menyebut varian tersebut hanya akan digunakan pada laptop. Menariknya, Nvidia belum mengungkap sejumlah informasi penting ...

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...