Langsung ke konten utama

Review Acer Swift 3 OLED: Pas Untuk Semua Kalangan dengan Mobilitas Tinggi

Acer tahun ini memperkenalkan Swift 3 OLED yang menawarkan performa tinggi dalam kemasan tipis dan ringan. Laptop yang juga membawa layar superior tersebut cocok digunakan untuk para konten kreator dengan mobilitas tinggi dalam membantu aktivitas harian, maupun kebutuhan lain seperti hiburan.

Salah satu faktor pendukung produktivitas adalah penggunaan prosesor Intel® Core™ H-series generasi ke-12 terbaru, serta kapasitas RAM yang lega.


Pada kesempatan ini, kami mencoba Acer Swift 3 OLED dengan varian prosesor Intel® Core™ i5-12500H, yang juga tersertifikasi oleh platform Intel Evo.

Desain dan Layar
Layar pada Acer Swift 3 OLED berukuran 14 ini dengan panel OLED beresolusi 2.8K, alias 2880 x 1800 piksel. Layar tersebut dapat menghasilkan visual yang detail dengan akurasi warna tinggi, telah tersertifikasi VESA Display HDR True Black 500, punya kecerahan hingga 500 nits plus cakupan warna 100% DCI-P3 color gamut.


Hasilnya? Gambar yang ditampilkan akan tajam, berwarna sekaligus akurat alias lebih nyata. Tak hanya itu, Acer Swift 3 OLED juga telah mendapatkan sertifikasi TUV Rheinland EyeSafe yang menandakan layar memiliki kadar sinar biru (bluelight) yang aman untuk mata dalam penggunaan jangka panjang.

Aspek rasio 16:10 membuat tampilan lebih luas untuk bekerja maupun menikmati konten multimedia, sementara refresh rate 90Hz membuat pergerakan konten pada layar terlihat lebih halus.

Laptop ini juga memiliki bezel yang cukup tipis, dengan rasio screen to body mencapai 92%. Hadir dalam profil berat 1,4kg dan ketebalan 17,9mm, membuat dimensi Acer Swift 3 OLED cukup ringkas dan mendukung mobilitas pengguna agar mudah dibawa ke mana saja. 

Laptop yang tampil dalam balutan warna Luxury Gold ini juga menggunakan keyboard dengan dua tingkat lampu backlit, lengkap dengan sensor sidik jari yang terintegrasi pada tombol power.

Performa dan Storage
Urusan dapur pacu, Acer Swift 3 OLED yang kami jajal ditenagai prosesor Intel® Core™ i5-12500H Alder Lake dengan 14 core & 20 thread. Lebih detail mengenai CPU, ada dua arsitektur yang digunakan, yakni enam inti Performance-core hingga 4,7GHz & delapan inti Efficiency-core hingga 3,5GHz.

Dari sisi grafis, Acer Swift 3 OLED terintegrasi dengan Intel® Iris® Xe Graphics (96 EUs) yang diklaim setara dengan GPU diskrit entry-level seperti Nvidia GeForce MX350, membuatnya bisa mendukung kebutuhan para kreator konten masa kini. 



Mengingat dimensinya yang cukup tipis dan ringan, memori RAM sebesar 16GB jenis LPDDR5-6400MHz dual-channel yang ada di dalamnya bersifat onboard, sehingga tidak dapat di-upgrade.

Turut mendukung performa, penyimpanan berjens SSD PCIe NVMe Gen4 pada Acer Swift 3 OLED yang kami jajal berkapasitas 1TB, sehingga mampu menampung data yang lebih luas, menawarkan transfer rate yang cepat dan konsumsi daya yang tentunya lebih efisien.



Selain menggunakan prosesor Intel generasi ke-12 yang powerful,  Acer Swift 3 OLED telah memperoleh sertifikasi platform Intel® Evo™ yang akan memberikan respon luar biasa, kecepatan transfer data tinggi lewat Thunderbolt 4, daya tahan baterai yang lebih awet, pengisian daya yang lebih cepat dan instant wake. Standar yang umumnya dimiliki oleh laptop atau ultrabook kelas premium.

Konektivitas dan Audio
Dalam mendukung konektivitas, Acer Swift 3 OLED cukup lengkap dengan dukungan WiFi 6E, Bluetooth 5.2, Port USB-A 3.2 Gen1, Port USB-C dengan standar Thunderbolt 4 (mendukung kecepatan hingga 40 Gbps dan Power Delivery), Port HDMI full-size, dan port combo audio. Sehingga pengguna tidak melulu memerlukan aksesori tambahan seperti dongle hanya untuk menyambungkan dengan perangkat lain.


Baca juga:


Bagaimana dengan sektor audio? Laptop ini menggunakan speaker stereo yang sudah didukung oleh DTS Audio & Acer True Harmony, menawarkan kualitas audio yang jernih dan detail yang kaya untuk memanjakan telinga pengguna, serta meningkatkan pengalaman menikmati konten multimedia.

Tidak sampai di situ, Acer Swift 3 OLED juga tentunya sudah pas untuk mendukung sistem kerja masa kini, seperti meeting virtual. Webcam yang disematkan di bagian atas layar memiliki resolusi tinggi FHD sekaligus sudut pandang lebar, dan masih ditambah dengan teknologi Acer TNR untuk mengurangi noise dan tingkatkan kejelasan gambar.

Juga disematkan mikrofon di sisi kiri dan kanan webcam yang juga mampu mereduksi noise, sehingga panggilan suara tetap jelas dan jernih meski perangkat sedang berada di keramaian.

Harga
Harga terbaru Acer Swift 3 OLED, bila diambil dari situs resmi Acer Official Store untuk varian Intel® Core™ i5-12500H 16GB 1TB dibanderol seharga Rp.13.499.000.


Acer sudah melengkapi laptop ini dengan sistem operasi Windows 11 Home terbaru dan pre-installed Microsoft Office Home & Student 2021, sehingga pengguna bisa langsung menggunakannya untuk bekerja tanpa harus membeli lisensi tambahan secara terpisah.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Penjualan PC Global Turun 4,9% Akibat Krisis DRAM

Pasar PC global kembali memasuki fase perlambatan setelah mencatat pertumbuhan selama sembilan kuartal berturut-turut. Menurut laporan terbaru IDC, pengiriman PC dunia pada kuartal II 2026 turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 68,2 juta unit.  Penurunan ini terutama dipicu oleh krisis pasokan memori DRAM yang masih membayangi industri semikonduktor. Kelangkaan DRAM membuat produsen PC berupaya mengamankan pasokan komponen lebih awal melalui strategi inventory pull-forward. Namun, strategi tersebut tidak lagi mampu menahan tekanan akibat kenaikan harga memori, penyimpanan NAND, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih mengganggu rantai pasok global. IDC mencatat fenomena menarik di pasar PC saat ini. Meskipun volume pengiriman menurun, pendapatan produsen justru meningkat karena kenaikan harga perangkat berlangsung lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan. Menurut Research Director IDC Jitesh Ubrani, kondisi ekonomi global yang melemah da...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...