Langsung ke konten utama

Benchmark Antutu Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3. Kencang!

Pada Snapdragon Tech Summit 2023, Qualcomm membagikan hasil benchmark terbaru dari Snapdragon 8 Gen 3. Hasil ini memberikan gambaran tentang kinerja chip terbaru mereka di berbagai platform pengujian, seperti AnTuTu 10, Geekbench 6, PC Mark, GFXBench, 3DMark, AI Mark, MLPerf, JetStream 2.1, dan Speedometer 2.1.

Dari hasil benchmark, tampak Snapdragon 8 Gen 3 menawarkan peningkatan yang signifikan dalam performa dibandingkan dengan pendahulunya, Snapdragon 8 Gen 2.

Seperti diketahui, AnTuTu 10 adalah salah satu platform benchmark yang paling banyak digunakan untuk mengukur kinerja perangkat seluler. Pada demo, Snapdragon 8 Gen 3 mencetak skor 2,13 juta di AnTuTu 10, yang merupakan peningkatan sekitar 30% dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 2. 

Skor yang tinggi ini menunjukkan bahwa chip ini memiliki kemampuan unggul dalam menangani tugas-tugas yang memerlukan daya komputasi tinggi, seperti game dan aplikasi berat lainnya.

Adapun Geekbench 6 adalah platform benchmark lain yang digunakan untuk mengukur kinerja CPU. Snapdragon 8 Gen 3 menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan mencetak skor sekitar 2300 untuk pengujian single-core dan sekitar 7500 untuk pengujian multi-core. 



Hasil tersebut menunjukkan bahwa CPU yang digunakan dalam chip ini sangat kuat dan cocok untuk menangani berbagai tugas yang memerlukan komputasi intensif.

Untuk lebih memahami kinerja Snapdragon 8 Gen 3, penting untuk memahami spesifikasi teknisnya. Chip ini dibangun dengan menggunakan proses fabrikasi 4nm oleh TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), yang merupakan salah satu produsen chip terkemuka di dunia. 

Baca juga:


Proses fabrikasi 4nm menghasilkan transistor yang lebih kecil dan lebih efisien secara energi dibandingkan dengan proses sebelumnya. Hal ini memungkinkan chipset tersebut memberikan kinerja yang lebih tinggi sambil tetap efisien dalam penggunaan daya.

Di dalamnya, Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3 menggunakan Cortex-X4 yang merupakan inti CPU unggulan dalam Snapdragon 8 Gen 3, yang di-clock pada kecepatan 3,3 GHz. Core dirancang untuk menangani tugas-tugas berat dan menawarkan kinerja yang luar biasa. Kemudian, terdapat lima inti Cortex-A720 dengan clock speed hingga 3,2 GHz, yang dirancang untuk kinerja sehari-hari dan tugas yang memerlukan efisiensi energi.

Selain itu, chip ini juga memiliki dua inti Cortex-A520 yang berjalan pada 2,3 GHz, yang dirancang untuk tugas-tugas yang membutuhkan efisiensi energi maksimal. Dengan kombinasi inti CPU ini, Snapdragon 8 Gen 3 mampu mengatasi berbagai tugas dengan baik, baik yang berat maupun yang ringan, sambil menjaga efisiensi energi.

Postingan Populer

Google Playground: Platform Bikin Game Tanpa Coding yang Diincar Banyak Kreator

Google resmi meluncurkan Playground, platform eksperimental berbasis browser yang memungkinkan siapa saja bikin game hanya lewat perintah teks tanpa perlu kemampuan coding sama sekali. Lewat antarmuka percakapan, pengguna cukup menjelaskan konsep game yang diinginkan, misalnya tema unik seperti minuman ube latte, dan Playground langsung menerjemahkannya menjadi permainan yang bisa dicoba saat itu juga. Proses kreasinya dirancang sangat sederhana. Pengguna bisa memulai dari kanvas kosong, memilih prompt yang sudah disediakan, atau mengikuti panduan terstruktur untuk membangun ide game dari nol. Elemen seperti aturan permainan, karakter, fisika, hingga desain lingkungan semuanya bisa diubah hanya dengan mengetikkan instruksi baru, tanpa harus mengutak-atik baris kode secara manual. Setelah game jadi, hasilnya bisa disimpan secara privat, dibagikan lewat tautan ke teman dan keluarga, atau dipublikasikan ke galeri Explore Playground agar bisa dimainkan komunitas lebih luas. Karena berbasis...

Biaya Service Laptop Gaming Tembus Rp70 Juta, Modal Sendiri Cuma Rp2 Juta!

Seorang pemilik laptop gaming Razer Blade 16 memilih jalur yang tidak biasa setelah menghadapi biaya perbaikan yang dinilai terlalu tinggi. Alih-alih membayar sekitar £2.500 atau lebih dari US$3.300 (sekitar Rp70 juta) untuk mengganti heatsink, ia memodifikasi sistem pendingin laptop gaming tersebut hanya dengan biaya sekitar £100 atau sekitar Rp2 juta. Kisah ini pertama kali muncul melalui unggahan pengguna Reddit u/Pristine-Valuable775. Menurut pengakuannya, Razer menawarkan biaya penggantian heatsink yang hampir setara dengan harga sebuah laptop gaming baru. Meski penyebab kerusakan tidak dijelaskan secara rinci, kasus ini mengingatkan pada laporan sebelumnya mengenai masalah vapor chamber pada beberapa model Razer Blade generasi lama yang mengalami kegagalan segel sehingga sistem pendingin tidak lagi bekerja optimal. Setelah membiarkan laptopnya tersimpan selama hampir setahun, pemilik tersebut memutuskan merancang solusi sendiri. Ia memasang heatsink tembaga khusus yang menyentuh ...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Microsoft Klaim Windows 11 Lebih Responsif 20%, Optimalisasi RAM Jadi Fokus

Microsoft mengklaim Windows 11 kini dapat merespons perintah hingga 20% lebih cepat berkat peningkatan pengelolaan memori dan optimalisasi operasi sehari-hari. Pembaruan ini menyasar sejumlah fitur utama, termasuk Start, File Explorer, dan Search, dengan manfaat yang diklaim paling terasa pada PC dengan RAM 8GB. Wakil presiden korporat Windows, Navjot Virk, mengatakan Microsoft berfokus pada pemanfaatan sumber daya sistem yang lebih efisien. Salah satu upayanya adalah meningkatkan pengelolaan memori agar lebih banyak data aktif tetap tersimpan di RAM, alih-alih dipindahkan ke media penyimpanan yang lebih lambat. Menurut Microsoft, optimalisasi tersebut memungkinkan Windows mempertahankan hingga 2GB lebih banyak data aktif di memori. Jika berjalan sesuai klaim, perubahan ini dapat membantu pengguna membuka lebih banyak aplikasi dan tab browser secara bersamaan tanpa harus langsung menambah kapasitas RAM. Microsoft juga mengubah cara Widgets bekerja pada PC dengan RAM 8GB atau kurang. F...