Langsung ke konten utama

ROG Flow X16, Laptop Gaming 16 Inci yang Bisa Dilipat

Asus meresmikan kehadiran laptop convertible unik terbarunya yakni ROG Flow X16 (GV601) di Indonesia. Laptop ini merupakan satu-satunya laptop convertible 16-inci yang ditenagai oleh AMD Ryzen™ 6000 Series Processor terbaru.

Tidak hanya itu, ROG Flow X16 juga dibekali dengan sistem pendingin baru yang inovatif, serta teknologi layar Nebula Display sehingga laptop gaming ini tidak hanya andal untuk bermain game, tetapi juga sempurna untuk para konten kreator.


Menurut Jimmy Lin, ASUS Southeast Asia Regional Director, pihaknya mengerti bahwa semakin banyak gamer yang membutuhkan laptop ringkas, berlayar besar, dan hadir dengan performa tinggi. 



“Untuk itu, tak hanya sekadar menghadirkan laptop gaming dengan kriteria tersebut, Asus juga menciptakan sebuah inovasi terbaru yaitu laptop gaming convertible berlayar 16-inci sehingga gamer juga dapat lebih leluasa mengekspresikan kreativitasnya dalam pembuatan konten,” sebut Jimmy.


Dari pihak AMD sendiri, Peter Chambers, Managing Director, Sales, AMD Asia Pacific & Japan menyebutkan, pihaknya bangga bermitra dengan Asus dalam peluncuran terbaru ROG Flow X16 bertenaga AMD Ryzen™ 6000 Series Processor.

“AMD sangat berkomitmen untuk memberikan pengalaman tak tertandingi bagi para kreator dan gamer, meningkatkan pengalaman mereka dengan arsitektur core “Zen 3+” 6nm yang sangat efisien dan tingkatan kemampuan grafis built-in yang belum pernah ada sebelumnya,” sebutnya.

Chambers menambahkan, fitur-fitur modern yang tersemat dalam AMD Ryzen™ 6000 Series Processor memberikan kehandalan performa untuk kreasi konten dan gaming AAA 1080P yang revolusioner.

“ROG Flow X16 bertenaga Prosesor AMD Ryzen™ 6000 Series layak dimiliki oleh para gamer dan kreator sebagai solusi laptop gaming tipis portabel dengan performa unggul, efisiensi luar biasa, dan ketahanan daya baterai yang menakjubkan,” tambahnya.

Ditenagai AMD Ryzen™ 6000 Series Processor
AMD Ryzen™ 6000 Series Processor kini hadir di ROG Flow X16. Prosesor generasi terbaru yang dibangun menggunakan arsitektur Zen 3+ tersebut tidak hanya menawarkan performa lebih baik dari generasi sebelumnya, tetapi juga efisiensi daya yang lebih baik.

Peningkatan tersebut membuat laptop gaming Asus terbaru yang ditenagai oleh AMD Ryzen™ 6000 Series Processor memiliki performance-per-watt yang lebih baik yang berpengaruh langsung pada daya tahan baterai.

Keunggulan lain dari AMD Ryzen™ 6000 Series Processor juga terdapat pada chip grafis terintegrasinya. Kali ini AMD menghadirkan chip grafis terintegrasi AMD Radeon™ yang menggunakan arsitektur AMD RDNA™ 2  yang lebih powerful dan efisien.

Chip grafis dengan  AMD RDNA™ 2 tersebut mampu menghadirkan performa yang optimal untuk bermain game AAA pada resolusi 1080p tanpa menguras daya baterai berlebih.

Pada laptop ini, Asus juga memperkenalkan standar baru layar laptop gaming yaitu ROG Nebula™ Display. ROG Nebula™ Display dibangun atas kebutuhan dasar gaming yaitu kecepatan, tingkat kecerahan, dan kualitas visual.


Baca juga:


Powerful untuk Gamers dan Konten Kreator
Selain ditenagai oleh AMD Ryzen™ 6000 Series Processor, ROG Flow X16 juga dibekali oleh chip grafis hingga NVIDIA® GeForce RTX™ 3070Ti. Chip grafis generasi terbaru dari NVIDIA® tersebut tidak hanya powerful untuk gaming, tetapi juga kreasi konten. Berikut ini spesifikasi teknisnya:



Chip grafis NVIDIA® GeForce RTX™ 3000 Series dilengkapi oleh Tensor Core dan RT Core yang berfungsi untuk megakselerasi pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah digunakan di berbagai game serta aplikasi kreatif.

ROG Flow X16 dibekali dengan penyimpanan berupa NVMe PCIe Gen4 SSD. Penyimpanan generasi terkini tersebut juga menghadirkan kecepatan transfer yang sangat tinggi, yaitu dengan kecepatan baca hingga 7Gbps.


SSD berkecepatan tinggi tersebut membuat proses loading di aplikasi, game, hingga booting dapat dilakukan lebih cepat. Menemani penyimpanannya, ROG Flow X16 dibekali dengan memori DDR5 4800MHz berkapasitas 16GB (2x8GB). Memori generasi baru tersebut membuat pengalaman gaming serta multitasking lebih baik di ROG Flow X16.

Artinya, sebagai sebuah laptop gaming, Asus ROG Flow X16 ini sangat inovatif. Tak hanya untuk bermain game, untuk multimedia sampai content creation pun sangat recommended.

Postingan Populer

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

AMD Tak Peduli dengan Pengguna Radeon Jadul. Tak Dapat Upgrade

AMD akhirnya membuat keputusan yang terasa terlalu tegas. Pemilik GPU Radeon RX 6000 Series dan Radeon RX 7000 Series secara efektif ditinggalkan dari FSR 4 dan FSR 4.1. Padahal, FSR bukan sekadar fitur kosmetik, ia adalah lompatan penting dalam kualitas upscaling berbasis AI. FSR 4 membawa peningkatan nyata yakni rekonstruksi gambar lebih stabil, edge lebih bersih, dan scaling performa yang akhirnya kompetitif. Namun semua itu “dikunci” untuk GPU Radeon RX 9000 Series berbasis RDNA 4, dengan dalih kebutuhan arsitektur baru dan dukungan FP8. Secara teknis masuk akal, tapi terasa terlalu nyaman sebagai alasan. Masalahnya, RDNA 2 dan RDNA 3 bukan perangkat usang. Dukungan INT8 yang mereka miliki masih relevan untuk banyak workload AI ringan. Ini membuat keputusan AMD terlihat bukan murni batasan teknis, melainkan strategi segmentasi produk yang agresif, atau lebih tepat, dorongan upgrade yang dipaksakan. Bandingkan dengan Nvidia. Mereka memang membatasi fitur seperti frame generation di ...

RRQ Kembali Masuk Program Esports World Cup 2026, Validasi Global atau Sekadar Branding?

Team RRQ kembali masuk dalam Esports World Cup Foundation Club Partner Program 2026, memperpanjang statusnya sebagai salah satu organisasi esports yang dianggap relevan secara global. Ini adalah tahun kedua berturut-turut RRQ terpilih dalam program bernilai total US$20 juta tersebut, yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan eksposur internasional klub esports. Secara angka, program ini terlihat impresif. Hanya 40 organisasi terpilih dari seluruh dunia, dengan total jangkauan lebih dari 300 juta penggemar. RRQ menjadi salah satu dari sedikit perwakilan Asia Tenggara, indikasi bahwa pasar regional mulai diperhitungkan dalam peta esports global.  Namun di balik angka besar itu, pertanyaan yang lebih penting adalah, seberapa strategis dampak program ini bagi keberlanjutan industri? Pendanaan hingga US$1 juta per klub memang memberi dorongan signifikan, terutama untuk penguatan brand dan operasional. Tetapi perlu dicatat, ini bukan tiket langsung ke panggung Esports World C...

Siap-siap, GTA VI Sudah Semakin Dekat Dirilis!

Rockstar Games tampaknya membawa Grand Theft Auto VI ke fase paling krusial, yakni tahap akhir pengembangan. Indikasinya cukup jelas, rekrutmen besar-besaran untuk quality assurance (QA), yang dalam siklus industri game biasanya menandai pergeseran dari pembangunan konten ke fase polishing dan stabilisasi. Di tahap ini, fokus bukan lagi menambah fitur, melainkan memastikan semuanya bekerja tanpa cacat. Untuk game berskala GTA VI, itu berarti siklus pengujian berlapis. Mulai dari regression testing, validasi kompatibilitas lintas platform, hingga tuning performa pada berbagai konfigurasi hardware.  Dengan kompleksitas open-world modern, fase ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan mendekati satu tahun. Rekrutmen QA yang dikaitkan dengan Rockstar India memperkuat gambaran bahwa proyek ini memasuki tahap validasi skala besar. Dengan estimasi sekitar 1.600 pengembang terlibat di India saja, Rockstar mengandalkan model produksi terdistribusi, memungkinkan pengembangan paralel pada...

Konfirmasi. Apple Berhenti Produksi Mac Pro

Apple akhirnya mengakhiri perjalanan salah satu lini desktop paling ikoniknya:,Mac Pro. Tanpa seremoni besar, perangkat yang dulu jadi simbol workstation kelas atas itu kini hilang dari situs resmi, dengan halaman pembelian dialihkan ke lini Mac lainnya.  Lebih lanjut, Apple disebut tidak memiliki rencana untuk generasi penerus untuk model ini, sebuah keputusan yang menandai perubahan strategi yang cukup drastis. Mac Pro terakhir kali diperbarui pada 2023 dengan chip M2 Ultra, namun sejak itu praktis stagnan. Di saat yang sama, Mac Studio justru melaju cepat dengan adopsi M3 Ultra, membawa performa lebih tinggi dalam form factor yang jauh lebih ringkas dan efisien. Dalam konteks ini, Mac Pro terlihat semakin sulit dipertahankan. Ia mahal, besar, tetapi tidak lagi unggul. Secara teknis, keputusan ini masuk akal. Arsitektur Apple Silicon mengurangi ketergantungan pada ekspansi modular yang dulu menjadi alasan utama eksistensi Mac Pro. Ditambah lagi, fitur seperti RDMA over Thunderbol...