Langsung ke konten utama

Akibat Satu Baris Coding, Performa GPU Intel Ambyar

Para developer Linux telah merilis update untuk driver GPU dari Intel. Update yang dirilis tersebut terbukti menghasilkan peningkatan kinerja ray tracing sebanyak 100 kali lipat. Luar biasa sekali bukan?

Di satu sisi, peningkatan performa yang luar biasa tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat signifikan dan perlu dipuji. Tetapi di sisi lain, driver sebelumnya, yang membuat GPU Intel 100 kali lipat lebih lambat dalam ray tracing adalah karena kesalahan pada alokasi memori.


Kabar gembira tersebut muncul di tengah laporan bahwa Intel mulai merilis driver untuk GPU seri Arc mereka untuk Windows. Kabarunya, driver GPU Intel Arc untuk Windows pun masih terdapat bug di dalamnya.



Tak hanya itu, Intel juga mengakui bahwa performa discrete GPU Intel Arc juga masih di bawah standar saat mengguakan application programming interface (API) lawas seperti DirectX 11 di dalam Windows.


Menurut laporan Phoronix, situs berita yang fokus pada informasi dunia Linux, update perbaikan telah muncul untuk Intel Mesa Vulkan driver open source yang diimplementasikan oleh pakar Linux graphic driver engineering, Lionel Landwerlin, Kamis pekan lalu.

Sang developer menyebutkan dalam updatenya, yang sudah tersedia di Mesa 22.2, akan menghasilkan peningkatan 100 kali lipat, dan inin tidak mengada-ngada.

Intel sendiri telah mengupayakan dukungan terhadap Vulkan raytracing sejak akhir 2020. Namun perbaikan pada driver yang muncul kali ini tentunya merupakan kabar gembira. Meski sangat terlambat, namun tentunya lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Padahal, para pengguna yang bahkan bukan developer mungkin dapat memahami apa yang menjadi masalah pada driver sebelumnya.

Seperti diketahui, Vulkan driver akan memastikan bahwa memori sementara (temporary memory) yang digunakan oleh tugas-tugas Vulkan raytracing harus disimpan di memori lokal. Artinya, memori yang sangat cepat yang ada di board discrete graphics alias video memory.

Namun ternyata, ada satu baris kode yang hilang dalam driver versi sebelumnya. Dengan demikian, perintah untuk mengalokasikan memori tersebut tidak diberikan.


Baca juga:


Alhasil, Vulkan driver jadinya menggeser (menulis lalu membaca kembali) data-data raytracing ke memori sistem offboard (bukan yang ada di board VGA), namun RAM yang ada di motherboard yang lebih lambat.

Bayangkan, tugas-tugas dan data-data ray-tracing yang semestinya disimpan di memori video yang ada di VGA malah disimpan di RAM komputer secara terus menerus. Ini sangat memperlambat kinerja ray-tracing secara signifikan.


Dan ternyata, dengan hanya memberikan flag setting pada baris “ANV_BO_ALLOC_LOCAL_MEM” membuat sistem akan menyimpan seluruh pekerjaan ray-tracing di memori VGA. Dan akhirnya, performa ray-tracing pun meningkat 100 kali lipat.

Ironis sekali bukan? Ternyata masalahnya sangat simpel.

Postingan Populer

Nvidia Boncos. Biaya Klaim Garansi Tembus 894 Juta Dolar

Lonjakan biaya garansi GPU mulai mengungkap sisi lain dari booming AI yang selama ini terlihat “sempurna”. Data dari Warranty Week menunjukkan Nvidia harus membayar klaim garansi hingga 11 kali lebih besar dalam periode 2024–2025. Angka itu melonjak dari sekitar $81 juta menjadi $894 juta. Sementara itu, AMD juga mengalami kenaikan signifikan, meski “hanya” naik 116 persen menjadi $238 juta. Kenaikan ini tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa. Secara struktural, klaim, cadangan, dan akrual garansi meningkat hampir satu orde magnitudo dalam setahun. Yang paling mencolok adalah lonjakan pada kuartal keempat 2025, ketika Nvidia menggelontorkan $511 juta hanya untuk klaim. Sebuah indikasi bahwa sesuatu dalam rantai produk atau penggunaan mulai “retak”. Di atas kertas, vendor GPU memiliki perlindungan. Aktivitas seperti crypto mining secara eksplisit membatalkan garansi, sementara penggunaan AI umumnya masih dianggap wajar, meski batasnya makin kabur ketika beban kerja terus mendorong ...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...

Optimis, TSMC Naikkan Target Pertumbuhan Pendapatan

TSMC menunjukkan kepercayaan diri tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik, dengan tetap menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2025 dan mempercepat ekspansi kapasitas. Di saat konflik Iran memicu kekhawatiran rantai pasok global, raksasa manufaktur chip ini justru melihatnya sebagai “noise” di balik gelombang besar permintaan AI. Perusahaan yang menjadi tulang punggung produksi bagi klien seperti Nvidia dan Apple kini memperkirakan pendapatan akan tumbuh lebih dari 30 persen tahun ini, sedikit lebih optimistis dari proyeksi sebelumnya.  CEO C. C. Wei bahkan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengecek ulang ke pelanggan terkait potensi pelemahan permintaan AI, dan hasilnya tetap solid. Dari sisi finansial, kinerja TSMC juga mencerminkan momentum tersebut. Margin kotor kuartal pertama mencapai 66 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Ini terjadi meski segmen smartphone mengalami penurunan 11 persen secara kuartalan, menandakan bahwa AI kini menjadi mesin pertumbu...

Siap-siap, Meta Akan Pecat 8.000 Karyawan Bulan Depan

Meta Platforms dilaporkan tengah menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar yang bisa dimulai pada 20 Mei 2026. Tahap awal disebut menyasar sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global, atau kurang lebih 8.000 karyawan dari basis sekitar 79.000 orang.  Jika berlanjut sesuai rencana, total pemangkasan bahkan berpotensi mencapai 20 persen. Sebuah angka yang akan menandai restrukturisasi paling agresif sejak gelombang PHK 2022–2023. Di balik langkah ini, alasan utamanya cukup jelas, biaya infrastruktur AI yang melonjak tajam. Di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg, Meta sedang mengalihkan fokus bisnisnya secara masif ke kecerdasan buatan. Perusahaan merombak struktur internal, termasuk memindahkan banyak insinyur dari divisi Reality Labs ke unit baru bernama Applied AI, yang difokuskan pada pengembangan agen AI otonom, mulai dari penulisan kode hingga otomatisasi tugas kompleks. Namun, narasi “efisiensi” ini tidak sepenuhnya tanpa kritik. Menggantikan sebagian fungsi...