Langsung ke konten utama

Asus ExpertBook Ultra. The Flagship of the Industry. Period! Mengapa Begitu?

Asus resmi membawa Asus ExpertBook Ultra ke Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat lini laptop bisnis premium berbasis AI. Perangkat ini langsung menargetkan profesional dengan mobilitas tinggi melalui desain ultra-ringan dengan bobot mulai dari 0,99 kg, tanpa mengorbankan performa maupun fitur enterprise yang semakin krusial di era kerja hybrid. Asus mengklaim, laptop ini merupakan the Flagship of the Industry. Period. Mengapa?

Kinerja Tertinggi di Laptop Tertipis
Di sektor performa, Asus mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 3, termasuk varian Intel Core Ultra X7 358H. Chip ini mengusung arsitektur hybrid dengan kombinasi Performance core, Efficient core, dan Low Power Efficient core, memungkinkan distribusi beban kerja yang lebih adaptif. 

Clock boost hingga 4,8GHz memastikan performa single-thread tetap tinggi, sementara integrasi CPU, GPU, dan NPU dalam satu paket menghadirkan pendekatan komputasi modern yang lebih efisien. Meskipun sangat tipis dan ringan, laptop ini bisa bekerja stabil dengan TDP 50 watt.



Peran AI menjadi diferensiasi utama. NPU pada prosesor ini mampu mencapai hingga 50 TOPS, memungkinkan berbagai workload AI berjalan langsung di perangkat, mulai dari analisis data hingga generative AI tanpa ketergantungan cloud. 

Dari sisi grafis, GPU terintegrasi berbasis Intel Arc arsitektur Xe3 menghadirkan kemampuan yang tidak lagi sekadar pelengkap. Dengan dukungan ray tracing, DirectX 12 Ultimate, serta akselerasi AI visual, laptop ini mulai mendekati kapabilitas GPU diskrit entry-level untuk kebutuhan kreatif dan produktivitas visual. Bahkan performa grafis laptop ini setara dengan kinerja Nvidia GeForce RTX 4050 jika berjalan di daya yang sama.

Audio Visual Terbaik di Kelasnya
Kualitas visual diperkuat melalui panel OLED 14 inci beresolusi 2880 x 1800 dengan cakupan warna 100 persen DCI-P3 dan kecerahan HDR hingga 1400 nits. Asus juga menyematkan perlindungan Gorilla Glass Victus serta opsi tandem OLED untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas tampilan dalam penggunaan jangka panjang.

Untuk audio, Asus juga tidak main-main. Sistem enam speaker yang disediakan pada laptop tipis ini dilengkapi woofer bermagnet ganda yang menghasilkan bass dalam dan bertenaga, serta tweeter khusus yang memperluas panggung suara dengan treble yang jernih dan detail yang kaya. Desain bertumpuk yang unik memungkinkan penempatan dalam ruang yang ringkas, mengurangi getaran, dan menghadirkan audio yang bersih serta presisi, sehingga memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih kaya dan imersif di setiap momen.

Dari sisi desain, penggunaan material magnesium-aluminium dengan lapisan nano-ceramic menjaga keseimbangan antara bobot ringan dan ketahanan. Sertifikasi MIL-STD-810H menjadi indikasi bahwa perangkat ini dirancang untuk menghadapi kondisi kerja yang dinamis, bukan sekadar laptop tipis untuk penggunaan ringan.

Keamanan dan Pendukung Aktivitas Enterprise
Aspek keamanan juga menjadi fokus utama melalui sistem ExpertGuardian yang mencakup TPM 2.0, sensor sidik jari, pengenalan wajah, serta perlindungan firmware. Pendekatan ini relevan di tengah meningkatnya kebutuhan proteksi data pada perangkat kerja modern, terutama di lingkungan enterprise.

Yang menarik, Asus tidak berhenti pada hardware. Mereka juga menyematkan platform AI kolaboratif bernama AI ExpertMeet, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas komunikasi profesional. Fitur ini memanfaatkan akselerasi AI lokal untuk menghadirkan noise cancellation cerdas yang mampu menyaring suara latar secara real-time, baik dari pengguna maupun lawan bicara. 

Kamera juga ditingkatkan dengan auto-framing, background blur, hingga eye contact correction untuk menjaga tampilan tetap profesional saat video conference.



AI ExpertMeet juga membawa fitur transkripsi otomatis yang dapat mengubah percakapan menjadi teks sekaligus merangkum poin penting secara instan. Ditambah dengan kemampuan real-time translation dan speaker identification, platform ini menyasar kebutuhan meeting lintas tim dan lintas negara yang semakin kompleks. Pendekatan berbasis pemrosesan lokal juga memberi nilai tambah dari sisi privasi dan latensi, dua aspek yang sering menjadi kelemahan solusi berbasis cloud.

Dengan kombinasi performa AI, desain ultra-ringan, fitur keamanan komprehensif, serta dukungan kolaborasi cerdas, ASUS ExpertBook Ultra diposisikan sebagai perangkat premium dengan harga mulai sekitar Rp38 jutaan. Tantangannya kini bukan lagi soal spesifikasi, tetapi apakah integrasi AI yang ditawarkan benar-benar memberikan dampak nyata dalam produktivitas sehari-hari, atau masih sebatas diferensiasi di atas kertas.

Yang pasti, Asus sudah menyediakan semua yang terbaik di dunia laptop ke dalam Asus ExpertBook Ultra. Sekarang tinggal penggunanya. Apakah ia bisa memanfaatkannya secara maksimal? 

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

Harga DRAM Meledak 401% Bikin 1Kg Chip Memori Setara 620 Gram Emas

Harga DRAM terus melonjak di tengah ledakan pembangunan infrastruktur AI global. Kondisinya kini bahkan menghasilkan perbandingan yang cukup ekstrem: satu kilogram chip DRAM buatan Korea Selatan memiliki nilai setara sekitar 620 gram emas 24 karat. Berdasarkan data Korea Trade Statistics Promotion Institute (TRASS) yang dikutip ChosunBiz, harga ekspor DRAM Korea Selatan sepanjang 1-20 Agustus 2026 mencapai US$92.183 per kilogram, atau sekitar 127,4 juta won. Angka tersebut melonjak 401 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan Januari 2023, ketika harga DRAM berada di titik rendah sekitar US$7.400 per kilogram, harga saat ini sudah meningkat sekitar 12,5 kali lipat. Kenaikannya jauh melampaui emas yang dalam periode serupa naik sekitar 2,4 kali. DRAM Mulai “Bersaing” dengan Emas Perbandingan dengan emas memang terdengar sensasional, tetapi angka tersebut menggambarkan betapa mahalnya chip memori saat ini. Data terbaru menunjukkan 620 gram emas 24 karat...

Nvidia RTX Spark N1X Meluncur Oktober, Bawa CPU Arm dan GPU Blackwell untuk AI Lokal

Nvidia memastikan platform RTX Spark N1X akan meluncur pada Oktober 2026. Platform ini dirancang untuk laptop dan mini PC yang membutuhkan kemampuan pemrosesan AI secara lokal, sekaligus menawarkan performa grafis melalui kombinasi CPU Grace berbasis Arm dan GPU Blackwell. Untuk saat ini, Nvidia mengungkap dua konfigurasi N1X. Varian tertinggi menggunakan CPU Grace 20-core yang dipadukan dengan GPU Blackwell berisi 6.144 CUDA Core. Sistem ini mendukung unified memory berkapasitas 24GB hingga 128GB, sehingga memberikan fleksibilitas cukup besar bagi produsen dalam merancang perangkat untuk kebutuhan AI agentic maupun pekerjaan grafis. Sementara itu, varian kedua mengurangi konfigurasi CPU menjadi 18 core Grace dan GPU Blackwell menjadi 5.120 CUDA Core. Kapasitas unified memory-nya berada di rentang 24GB hingga 32GB. Berbeda dari model lebih tinggi, Nvidia sejauh ini menyebut varian tersebut hanya akan digunakan pada laptop. Menariknya, Nvidia belum mengungkap sejumlah informasi penting ...

Adu Laptop Tipis Kelas Atas 2026. Harga Selangit, Tapi Adakah yang Benar-Benar Sempurna?

ASUS ExpertBook Ultra B9406, Apple MacBook Air M5, dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition sama-sama mengklaim jadi laptop tipis kelas atas terbaik tahun ini. Setelah dicek satu per satu ke spesifikasi resmi dan sejumlah hasil pengujian independen, gambarannya ternyata tidak sesederhana tabel spesifikasi di atas kertas. Ya, tahun 2026 jadi momentum ramai bagi laptop tipis kelas premium. Intel akhirnya menuntaskan peluncuran Panther Lake ke segmen korporat, Apple menyegarkan MacBook Air dengan chip M5, dan Lenovo kembali memoles formula ThinkPad X1 Carbon lewat Aura Edition generasi ke-14. Ketiganya diklaim produsennya masing masing sebagai puncak rekayasa laptop tipis tahun ini. Ketiganya sama sama berbodi 13 sampai 14 inci dan berbobot di bawah 1,25kg, tetapi menyasar pembeli yang cukup berbeda. ASUS ExpertBook Ultra dan Lenovo ThinkPad X1 Carbon membidik pembeli korporat dan kalangan C-level, sementara Apple MacBook Air M5 lebih menyasar profesional kreatif dan pengguna lif...