Langsung ke konten utama

Mengenal Face Recognition yang Digunakan Dalam Kasus Ade Armando

Masyarakat Indonesia dihebohkan oleh kasus pengeroyokan Ade Armando. Ketika itu ia hadir saat aksi demonstrasi aliansi mahasiswa BEM se Indonesia yang menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Akibat dari pengeroyokan tersebut, Ade Armando mengalami pendarahan di bagian otak belakang. Pendarahan terjadi akibat pukulan keras yang bertubi-tubi yang dihantamkan oleh para pelaku.


Polisi pun cepat bertindak untuk memburu para pelaku kejahatan tersebut. Mereka menggunakan teknologi face recognition untuk menangkap mereka.

Berkat teknologi canggih tersebut, Polri kini sudah menangkap 3 pelaku pengeroyokan dan pihak kepolisian kini tengah mengupayakan untuk membekuk ketiga pelaku lainnya. Foto para pelaku ini sendiri diambil dari data Dukcapil saat perekaman E-KTP dengan bantuan teknologi Face Recognition.


Apa itu Face Recognition?

Bagi yang belum tahu apa itu teknologi face recognition, teknologi ini singkatnya adalah sebuah teknologi pengenalan wajah yang datanya diambil dari kamera lalu disambungkan dengan penyimpanan data atau server 

Face recognition adalah teknologi yang mampu mengidentifikasi atau memverifikasi subjek melalui gambar, video, atau elemen audio visual apa pun dari wajahnya. Umumnya, identifikasi ini digunakan untuk mengakses suatu aplikasi, sistem atau layanan.

Metode identifikasi biometrik ini menggunakan ukuran tubuh, dalam hal ini wajah dan kepala, untuk memverifikasi identitas seseorang melalui pola dan data biometrik wajah. 

Teknologi ini mengumpulkan satu set data biometrik unik dari setiap orang yang terkait dengan wajah dan ekspresi wajah mereka untuk mengidentifikasi, memverifikasi, dan/atau mengotentikasi seseorang.

Face Recognition hanya memerlukan perangkat apa pun yang memiliki teknologi fotografi digital untuk menghasilkan dan memperoleh gambar dan data yang diperlukan untuk membuat dan merekam pola wajah biometrik orang yang perlu diidentifikasi.

Tidak seperti solusi identifikasi lain seperti kata sandi, verifikasi melalui email, selfie atau gambar, atau identifikasi sidik jari, pengenalan wajah biometrik menggunakan pola matematis dan dinamis yang unik.




Baca juga:


Bagaimana Cara Kerjanya?

Face Recognition bekerja dengan menangkap gambar yang masuk dari perangkat kamera dengan cara dua dimensi atau tiga dimensi tergantung pada karakteristik perangkat.

Lalu Artificial Intelegence atau AI akan membandingkan informasi yang relevan dari sinyal gambar yang masuk secara real-time dalam foto atau video dalam database, menjadi jauh lebih andal dan aman daripada informasi yang diperoleh dalam gambar statis. 

Face Recognition ini memerlukan koneksi internet karena basis data tidak dapat ditemukan di perangkat penangkap karena di-host di server. Dalam kasus Ade Armando, pihak Polri mengambil data dari data Dukcapil.

Dalam perbandingan wajah, AI akan menganalisis secara matematis gambar yang masuk tanpa margin kesalahan apa pun dan memverifikasi bahwa data biometrik cocok dengan orang yang harus menggunakan layanan atau meminta akses ke aplikasi, sistem, atau bahkan bangunan.


Berkat penggunaan AI dan teknologi pembelajaran mesin, sistem pengenalan wajah dapat beroperasi dengan standar keamanan dan keandalan tertinggi. Demikian pula, berkat integrasi algoritma dan teknik komputasi ini, prosesnya dapat dilakukan secara real-time dan cepat.

Gunanya Untuk Apa Saja?

Selain untuk menidentifikasi pelaku kejahatan, teknologi Face Recognation ini juga dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Salah satu yang paling umum adalah untuk membuka layar ponsel alih-alih menggunakan password angka atau pola. Selain itu ada beberapa kegunaan lain Face Recognaion ini diantaranya:

  • login ke layanan online misalnya platform sosial media
  • Akses ke fasilitas gedung
  • Metode pembayaran, baik di toko fisik maupun online.
  • Check-in di layanan wisata misalnya di Bandara atau Hotel

Nah, gimana guys? Bermanfaat banget kan, data e-KTP dan Dukcapil untuk mempercepat penangkapan pelaku kejahatan?

Postingan Populer

Qualcomm Resmi Rilis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Tinggalkan Nama "Pro"

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus meninggalkan label "Pro" yang biasa disematkan pada varian tertinggi chipset-nya. Kedua chipset diproduksi menggunakan proses litografi 2nm milik TSMC dan dibekali sederet peningkatan signifikan. Pada klaster CPU, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung dua core Prime custom Oryon berkecepatan 5,00GHz dan enam core Performance hingga 4,00GHz, didukung 16MB Oryon Flex Cache. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ini menghadirkan peningkatan performa CPU 13 persen dengan efisiensi daya 37 persen lebih baik, serta lonjakan performa GPU 44 persen dengan efisiensi 40 persen lebih baik. Di sisi NPU, performa meningkat 35 persen dengan efisiensi AI per-watt 33 persen lebih baik. Hexagon NPU dirombak dengan Element Accelerator baru, dilengkapi Hexagon Direct Link serta Micro Tile Inferencing. Kapasitas memori bersama yang 50 persen lebih besar memungkinkan chip ini menjalan...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...

Core i9-14900K Kembali Bermasalah, Pengguna Klaim Sudah Ganti CPU Empat Kali

Masalah stabilitas yang menghantui prosesor Intel Core i9-14900K tampaknya belum sepenuhnya berakhir. Meski Intel telah merilis pembaruan microcode melalui BIOS untuk mengatasi persoalan degradasi dan ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14, seorang pengguna Reddit mengklaim telah mengganti Core i9-14900K miliknya hingga tiga kali dan kini menghadapi gejala serupa pada unit pengganti keempat. Pengguna dengan akun u/unvac tersebut menjalankan sistem dengan konfigurasi kelas atas, termasuk GeForce RTX 5090 dan RAM DDR5-6000 CL28 berkapasitas 64GB. Ia juga mengaku telah memperbarui BIOS motherboard serta menggunakan pengaturan default Intel, termasuk menonaktifkan opsi “Enforce All Limits”.  Sayangnya, sistem kembali mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan kode 0xC0000005, salah satu error yang sebelumnya dikaitkan dengan masalah stabilitas CPU Intel generasi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena BIOS dan microcode terbaru seharusnya membantu mengurangi ri...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...