Langsung ke konten utama

Laptop Windows 11 Lenovo Sudah Mulai Muncul

Microsoft baru saja meresmikan sistem operasi terbarunya. Berbagai fitur terbaru dan desain yang segar dihadirkan untuk pengguna. Dan yang menarik, sejumlah produsen buru-buru mempersiapkan laptop mutakhir mereka yang diperkuat oleh Windows 11.

Salah satunya adalah Lenovo dengan model Yoga 13s 2021 Ryzen Edition. Laptop ini, selain sudah diinstalasikan Windows 11 secara default, ia juga dilengkapi dengan sejumlah fitur menarik dan tentunya spesifikasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


Saat peluncurannya beberapa hari lalu, sebenarnya ada 5 model laptop yang diumumkan dan akan tersedia di pasar China. Dan semuanya sudah menggunakan system operasi terbaru Microsoft. Tapi dari lima model yang diperkenalkan, satu yang sangat menarik. Apa itu?



Lenovo Yoga 13s Ryzen Edition. Laptop ini merupakan model terkecil di antara laptop yang baru saja diluncurkan. Namun, meskipun punya bingkai yang kompak, laptop ini sanggup memberikan kinerja yang kuat.


Tak hanya kompak, Lenovo Yoga 13s 2021 juga menggunakan panel LCD 13,3 inci yang bersertifikat TUV Rheinland. Dengan kata lain, sertifikasi ini memastikan laptop memancarkan cahaya biru yang sangat rendah dan tidak berbahaya untuk mata.

Selain itu, Lenovo Yoga 13s 2021 Ryzen Edition mengemas prosesor AMD Ryzen 5 5600U yang cukup bertenaga. Menemani CPU powerful, laptop ini juga dilengkapi dengan RAM LPDDR4X 16GB dan menyediakan storage berbasis SSD NVMe 512GB yang lumayan besar dan kencang.

Lenovo Yoga 13s 2021 Ryzen Edition juga dilengkapi baterai 50Whr untuk memberi pasokan daya bagi seluruh komponen sistem. Menariknya, baterai tangguh tersebut mendukung pengisian cepat 65W USB Power Delivery (PD).


Baca juga:


Di negeri asalnya yakni di Tiongkok, Lenovo Yoga 13s 2021 Ryzen Edition telah dijual dengan banderol harga 4.799 Yuan atau sekitar Rp10.5 jutaan. Saat ini, laptop tersebut tersedia untuk pre-order melalui situs web resmi perusahaan.


Pengguna yang berminat sendiri baru akan bisa mendapatkannya saat ia mulai dijual di negara tersebut per 5 Oktober. Tertarik? Kelihatannya spesifikasinya menggiurkan ya guys? Semoga segera beredar di Indonesia ya.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...

Apa Bedanya Googlebook dengan Chromebook? Ini Perbedaan Hardware, OS dan Fiturnya

Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam. Hardware Lebih Beragam Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah. Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K. Artinya, Googlebook tampaknya d...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Laptop Googlebook Resmi Meluncur, Harga Mulai dari Rp16 Jutaan

Google akhirnya meluncurkan lini Googlebook Laptop setelah diperkenalkan sekitar empat bulan lalu. Perangkat ini hadir melalui lima mitra OEM, yakni Asus, Acer, Dell, HP, dan Lenovo, dengan harga mulai US$899 atau sekitar Rp16 jutaan. Seluruh Googlebook menggunakan Googlebook OS dan dibekali paket layanan seperti Google AI Pro selama 12 bulan dengan penyimpanan cloud hingga 5 TB, Gemini Advanced Tools, tiga bulan YouTube Premium, serta Adobe Photoshop. Salah satu fitur utama sistem operasi ini adalah Magic Pointer. Pengguna dapat mengaktifkan mode Gemini dengan menggoyangkan pointer, kemudian memanfaatkan AI untuk berbagai tugas. Gemini juga dapat membantu menjadwalkan aktivitas ke Google Calendar, menganalisis email mencurigakan, hingga menggabungkan sejumlah gambar menjadi visual baru. Pengguna bahkan dapat membuat widget sendiri melalui Gemini. Googlebook juga mendukung aplikasi Android secara native. Namun, untuk gaming, dukungannya masih menjadi catatan. Game mobile dapat dimainka...