Langsung ke konten utama

Unboxing Review Vortex Series VX5 Mechanical Keyboard

Anda gemar bermain game PC? Kalau ya, pasti Anda paham bahwa bermain game PC akan terasa maksimal nikmatnya kalau dimainkan dengan menggunakan keyboard, khususnya keyboard gaming. Apalagi mechanical keyboard.

Mechanical keyboard sendiri pun terdiri dari berbagai dimensi. Mulai dari full size mechanical keyboard, sampai ke 60% yang sekarang sangat populer karena ringan, portabel dan tetap menawarkan sensasi clicky yang mantap.


Nah, buat Anda yang memiliki laptop, atau bisa juga PC desktop dan ingin bermain game, ada salah satu mechanical keyboard compact yang relatif terjangkau di pasaran, yakni Vortex Series VX5 Mechanical Keyboard. Seperti apa keyboard ini?

Ya, kali ini kita akan mereview keyboard mechanical Vortex Series VX5 Mechanical Keyboard. Keyboard mechanical ini datang di dalam packaging seperti di atas.


Desain
Pada kemasannya, tercantum bahwa keyboard ini menyediakan pengalaman full RGB, bisa diprogram dengan software, memiliki N-key rollover key dan bisa menyimpan sampai 32 setting macro. Box tersebut juga menyantumkan bahwa keyboard yang bersangkutan merupakan keyboard jenis hot swappable dengan cerry type switch.

Saat kita buka, yang muncul pertama adalah kartu warranty seperti biasa, dan juga instruksi produk. di bawah kedua kartu itu, kita bisa melihat keyboard-nya.


Baca juga:


Dan first impression keyboardnya memiliki build yang bagus untuk harganya. Lalu setelah keyboardnya itu sendiri, dalam boks juga ada sebuah keycap puller dan switch puller. Di dalamnya juga ada kabel USB to micro USB dengan kabel tanpa paracord. Mari kita lihat lebih detail.

Fitur
Saat Anda ingin memasang keyboardnya, ada dua lubang, di sebelah kanan dan kiri bagian belakang keyboard. Anda cukup memasang kabel di salah satunya untuk mengoperasionalkan keyboard yang bersangkutan.

Setelah dipasang, ia akan menyala dan langsung memunculkan animasi rainbow RGB. Keren. Keyboard ini juga memiliki beberapa mode RGB lain. Secara lengkap, Anda bisa simak di video review kami di bawah.

Tadi di boks mencantumkan bahwa keyboard ini hot swappable. Ternyata memang benar. Setelah kita coba, keyboard ini memang hot swappable.

Switch type-nya adalah outemu switch dan yang kami pilih adalah versi blue. Tetapi Anda juga bisa mendapatkan switch berwarna red atau brown.

Dari sisi tombol, keycap-nya sendiri merupakan keycap jenis single shot ABS, artinya, ia tidak se-sturdy keycap jenis PBT. Tetapi tidak mengapa. Keycap jenis ini pun sudah cukup nyaman disentuh.

O ya, bukan hanya mengganti mode RGB-nya saja, kita juga bisa mengubah kecepatan lampunya bergerak. Lebih mudahnya, bisa simak video kami di bawah.

Nah setelah itu, keyboardnya ini juga memiliki software. Untuk men-download softwarenya, kita langsung saja menunju ke website Vortexseries.net, bagian Support and Software lalu download mehcnanical keyboard VX5. Download saja software-nya, lalu unzip dan install.

Menggunakan software tersebut, Anda akan bisa melakukan personalisasi RGB dan lain-lain.


Kesimpulan
Nah, sampailah kita ke bagian konklusi keyboard ini. Secara keseluruhan, Vortex Series VX5 Mechanical Keyboard ini lumayan bagus apalagi di harganya yang hanya Rp450 ribuan di e-commerce terkemuka di Indonesia.

Bagi gamers yang sering jalan-jalan dan ingin keyboard mechanical dan tidak nyaman memainkan game dengan keyboard di laptop, kami bisa merekomendasikan keyboard ini, apalagi jika budget Anda tidak terlalu mantap.

Dimensinya yang sangat kompak juga membuatnya semakin mudah dibawa-bawa kemana-mana menemani laptop gaming Anda. Akhir kata, kesimpulan kami, keyboard yang satu ini sangatlah lumayan untuk di kelas harganya.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus ExpertCenter P700 Mini Tower, PC Desktop Bisnis dengan Intel Core Ultra 9 dan RTX 5060

Asus memperkenalkan ExpertCenter P700 Mini Tower (P700ML), PC desktop bisnis berukuran 15 liter yang dirancang untuk menunjang kebutuhan profesional, kreator konten, engineer, hingga pelaku usaha kecil. Mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 2 dan dukungan grafis diskrit hingga Nvidia GeForce RTX 5060, perangkat ini menawarkan kombinasi performa, keamanan, serta fleksibilitas ekspansi untuk lingkungan kerja modern. Dari sisi performa, ExpertCenter P700 Mini Tower tersedia dengan prosesor hingga Intel Core Ultra 9 275HX dan RAM DDR5 5600 MT/s hingga 32GB. Kapasitas penyimpanannya mendukung konfigurasi hybrid berupa dual SSD hingga 4TB ditambah HDD 2TB. Asus mengklaim kombinasi perangkat keras tersebut mampu meningkatkan performa sistem hingga 27% dibandingkan PC desktop standar di kelas harga yang sama. Untuk menjaga stabilitas ketika menjalankan beban kerja berat, Asus menyematkan sistem pendingin triple-channel copper heat pipe dan kipas belakang berukuran 13% lebih besar. Sist...

Setelah Chip, Giliran PCB Juga Mulai Habis di Pasaran

Lonjakan kebutuhan perangkat keras untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai memicu krisis pasokan komponen elektronik global. Kali ini, masalah tidak hanya terjadi pada DRAM, NAND flash, atau kartu grafis, tetapi juga merambah printed circuit board (PCB). Kelangkaan PCB membuat produsen komputer menghadapi waktu tunggu pengiriman yang bisa mencapai 30 bulan, bahkan sejumlah pemasok material dilaporkan telah menerima pesanan hingga 2030. Menurut laporan Tom's Hardware, produsen server AI kini menyerap kapasitas manufaktur PCB yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan PC, smartphone, dan perangkat elektronik konsumen lainnya. Permintaan dari sektor AI yang terus meningkat membuat pemasok lebih memprioritaskan pelanggan dengan nilai kontrak dan margin keuntungan lebih tinggi. Tekanan tersebut mulai dirasakan produsen komputer. Seorang eksekutif dari perusahaan PC asal Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mendapatkan pasokan PCB dalam jumlah memadai semakin sulit, meski...

Dalam 3 Bulan, Harga GPU Naik 35%. Gamers Apa Kabar?

Harga kartu grafis atau GPU kembali mengalami lonjakan signifikan. Dalam kurun waktu hanya tiga bulan, harga GPU global meningkat sekitar 35%, menambah tekanan biaya bagi para gamer PC yang ingin melakukan upgrade perangkat. Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya permintaan komputasi AI, keterbatasan kapasitas produksi semikonduktor, serta meningkatnya biaya komponen memori. Berdasarkan pemantauan Hardware Unboxed yang dilaporkan VideoCardz, harga GPU rata-rata naik 15% pada Agustus, 7% pada September, dan kembali meningkat 11% pada Oktober 2026. Bahkan jika GeForce RTX 5090 dikeluarkan dari perhitungan, kenaikan harga rata-rata pada Oktober masih mencapai 10%. Survei tersebut membandingkan harga kartu grafis termurah yang benar-benar tersedia untuk dibeli di 10 negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, Australia, India, Polandia, Brasil, Belanda, dan Filipina. Metode ini digunakan untuk menghindari harga dari listing produk yang sebenarnya sudah tidak tersedia. Hasilny...

Butuh Uang untuk AI, Microsoft Terbitkan Surat Utang

Microsoft kembali memanfaatkan pasar modal untuk mendanai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut menerbitkan obligasi senilai US$25 miliar atau sekitar Rp415 triliun, dengan nilai pesanan investor mencapai US$115 miliar. Antusiasme ini menunjukkan kuatnya kepercayaan pasar terhadap kemampuan Microsoft memenuhi kewajiban utangnya, sekaligus besarnya kebutuhan pendanaan di balik ledakan investasi AI. Penawaran obligasi pada 29 Oktober 2026 itu menjadi penerbitan utang besar pertama Microsoft di pasar domestik AS dalam lebih dari sembilan tahun. Permintaan investor mencapai sekitar 4,6 kali nilai obligasi yang ditawarkan, menjadikannya salah satu penerbitan obligasi korporasi Amerika dengan tingkat kelebihan permintaan tertinggi dalam catatan pasar. Microsoft menawarkan obligasi dalam hingga 10 seri dengan tenor mulai dari dua hingga 40 tahun. Salah satu seri memiliki jatuh tempo pada 2066, yang berarti investor berpotensi menerim...