Langsung ke konten utama

Spesifikasi dan Harga Oppo A55 5G dengan Baterai Kapasitas Besar

Oppo A55 5G telah diluncurkan di pasar China sebagai smartphone terbaru pada minggu lalu. Smartphone anyar terbaru ini ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 700 SoC yang dipasangkan dengan RAM 6GB.

Pada smartphone tersebut, Oppo menyediakan penyimpanan internal 128GB. Jika tidak cukup, ia juga hadir dengan opsi untuk memperluas penyimpanan dengan kartu microSD hingga kapasitas 1TB.


Selain itu, fitur andalan dari ponsel ini adalah baterainya yang memiliki cadangan energi yang mumpuni untuk penggunanya. Ya, Oppo A55 5G mengemas baterai 5.000mAh yang besar.

Untuk konektivitas, smartphone tersebut memiliki jack audio 3,5mm bersama dengan port USB Type-C untuk pengisian daya. Untuk konektivitas lainnya, Oppo A55 mendukung jaringan 5G, dual-band Wifi 5, Bluetooth 5.1. Pemindai sidik jari dipasang di bagian samping.


Soal spesifikasinya, dual-SIM Oppo A55 5G berjalan pada antarmuka ColorOS 11 berbasis Android 11. Smartphone ini dilengkapi dengan LCD 6,5 inci HD  dengan ketajaman 720x1.600 piksel dengan takik bergaya tetesan air. 

Ponsel ini memiliki rasio layar-ke-tubuh 88,7 dengan kecepatan refresh 60Hz, warna NTSC 71 persen, kepadatan piksel 269ppi, dan kecerahan puncak pada 480 nits.

Oppo A55 5G memiliki pengaturan tiga kamera di bagian belakang dalam modul berbentuk persegi panjang. Tiga kamera belakang ini mencakup sensor utama 13 megapiksel dengan bukaan f/2.2, sensor makro 2 megapiksel dengan bukaan f/2.4, dan tambahan kamera potret 2 megapiksel dengan bukaan f/2.4. 

Untuk kamera belakang, konfigurasinya termasuk Night Mode, Profesional, Panorama, Potret, Selang Waktu, Slowmotion, Teks, Ultra-Clear, dan banyak lagi. Ponsel ini juga mendukung zoom digital hingga 10x. 

Baca juga:

Pada bagian depan smatphone, terdapat kamera selfie 8 megapiksel dengan aperture f/2.0. Mode pengambilan gambar kamera selfie meliputi Panorama, Potret, Night Mode, Selang Waktu, Foto AI ID, dan lainnya.

Oppo A55 5G hadir dalam dua warna Brisk Blue dan Rhythm Black. Smartphone ini dijual 1.599 Yuan atau setara dengan Rp3,4 jutaan. Namun  untuk saat ini, belum ada kejelasan kapan Oppo A55 akan debut di pasar global.


Spesifikasi Oppo A55 5G   
Sistem Operasi    Android 11
Antarmuka ColorOS 11.1   
Chipset    MediaTek MT6833 Dimensity 700 5G
7nm
CPU    Octa Core
4x2.2 GHz Cortex-A76 & 4x2.0 GHz Cortex-A55   
GPU    Mali-G57 MC2   
RAM    6 GB   
Internal Storage    128 GB
MicroSDXC   
   
Kamera Depan   
8 MP
1080p-30fps
Aparture f/2.0
HDR   
Kamera Belakang    13 MP (wide camera)
2 MP (depth)
2 MP (Macro)
LED Flash, HDR, Panorama
1080p-30fps   
Baterai    Kapasitas : 5000 mAh
Tipe : Li-Polymer
Charging 10 W
Non-removable
Layar    Ukuran : 6,5”
Rasio : 20:9
Resolusi 720x1600px    
Warna    Rhythm Black, Brisk Blue   
Material    Alumunium Alloy, Glass   
Berat    186 Gram   
Lainnya    Dual Sim
Fingerprint (Side-Mouted)   



Seperti sudah disebutkan di atas, belum ada kabar apakah smartphone ini akan segera beredar di pasar global. Tentunya juga belum ada informasi apakah Oppo Indonesia akan menghadirkan smartphone yang satu ini ke pasaran Indonesia. 

Semoga smartphone ini bisa mendarat di sini ya, kelihatannya menarik sekali.

Postingan Populer

Pre-Order Tablet Gaming ROG "Death Stranding" Dibuka

Asus kembali menegaskan ambisinya di pasar perangkat gaming premium lewat lini Republic of Gamers. Kali ini, mereka menghadirkan tablet gaming edisi khusus hasil kolaborasi dengan Kojima Productions yang dipimpin kreator legendaris Hideo Kojima.  Perangkat bernama ROG Flow Z13-KJP ini bukan sekadar produk baru, tetapi strategi diferensiasi yang memadukan performa ekstrem dengan nilai artistik khas dunia game. Kolaborasi tersebut langsung menarik perhatian komunitas global, terutama karena desain visualnya digarap ilustrator senior Yoji Shinkawa. Identitas Ludens sebagai maskot Kojima Productions menjadi elemen utama, dipadukan aksen emas yang terinspirasi dari semesta Death Stranding.  Pendekatan ini menempatkan perangkat sebagai collectible premium, bukan sekadar alat gaming. Bahkan paket penjualan dilengkapi tas eksklusif dan adaptor 200W bertema serupa, menegaskan positioning sebagai produk edisi terbatas. Dari sisi spesifikasi, ROG Flow Z13-KJP jelas menyasar pengguna kela...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Prosesor Desktop PC Terbaru AMD Mundur ke 2027?

Rumor terbaru menyebutkan bahwa prosesor desktop generasi berikutnya dari AMD berbasis arsitektur Zen 6, yang dikenal dengan codename “Olympic Ridge”, kemungkinan baru hadir pada 2027. Informasi ini cukup mengejutkan karena roadmap AMD sebelumnya mengisyaratkan debut Zen 6 pada 2026.  Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa peluncuran bisa dilakukan secara bertahap, bukan berarti pengembangan mengalami keterlambatan besar. Seperti sudah diduga, salah satu penjelasan yang dinilai masuk akal adalah prioritas pasar. AMD diperkirakan akan lebih dulu mengalokasikan chiplet Zen 6 ke segmen data center yang memiliki margin lebih tinggi. Permintaan server cenderung stabil dengan siklus validasi panjang, berbeda dengan pasar desktop DIY yang sensitif terhadap harga platform.  Dalam kondisi saat ini, harga dan ketersediaan DDR5 masih menjadi faktor krusial dalam menentukan daya tarik platform baru. Zen 6 di sisi klien diperkirakan tetap membawa peningkatan IPC, dukungan instruksi baru,...

Review Asus Chromebook 14 CM1405. Efisien untuk Produktivitas Modern

Pasar laptop Chromebook diam-diam terus berkembang. Segmen ini hadir sebagai alternatif serius bagi laptop Windows, terutama di segmen pendidikan, UMKM, dan perusahaan yang mengedepankan efisiensi, keamanan, serta kemudahan manajemen perangkat.  Dengan sistem operasi ChromeOS yang berbasis cloud, Chromebook menawarkan pengalaman komputasi yang ringan, cepat, dan minim perawatan. Berbeda dari ekosistem Windows yang lebih kompleks dan menuntut spesifikasi yang relatif jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, adopsi Chromebook juga meningkat di lingkungan enterprise dan institusi pendidikan. Semua didorong oleh kebutuhan kerja hybrid, kolaborasi berbasis web, serta keamanan data yang terintegrasi langsung di level sistem.  Sebagai gambaran, ChromeOS dikenal memiliki booting cepat, update otomatis, serta proteksi bawaan terhadap malware. Kemampuan ini menjadikannya solusi praktis untuk pengguna yang aktivitasnya terfokus pada browser, aplikasi Android, dan layanan Google ...

Microsoft Akan Matikan Xbox?

Salah satu sosok penting di balik lahirnya Xbox, Seamus Blackley, melontarkan kritik tajam terhadap arah strategi Microsoft. Dalam wawancara dengan VentureBeat, ia menyebut perusahaan tengah secara bertahap “mematikan” Xbox di tengah ambisi besar pada teknologi kecerdasan buatan generatif. Pernyataan ini muncul setelah Microsoft menunjuk Asha Sharma sebagai CEO Xbox menggantikan Phil Spencer. Di saat yang sama, eksekutif senior Sarah Bond dikabarkan akan meninggalkan perusahaan. Sharma akan bekerja bersama Matt Booty, yang disebut sebagai figur kunci penghubung dengan studio game internal. Blackley menilai konteks perubahan ini sangat jelas. Ia menyoroti fokus besar CEO Satya Nadella pada AI generatif, yang menurutnya menggeser prioritas bisnis lain. Ia berpendapat Xbox bukan lagi inti strategi jangka panjang Microsoft. “Xbox, seperti banyak bisnis yang bukan AI, sedang ditutup perlahan,” ujarnya, meski mengakui hal tersebut tidak pernah disampaikan secara resmi. Menurut Blackley, pend...