Apple mencatat pertumbuhan penjualan MacBook yang impresif pada Mei 2026 dengan kenaikan 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh kehadiran MacBook Neo, yang sejak diperkenalkan pada Maret 2026 langsung menjadi kontributor terbesar dalam lini laptop Apple.
Komposisi pengiriman MacBook juga menunjukkan perubahan signifikan. Hingga Mei 2026, MacBook Neo menyumbang sekitar 49 persen dari total pengiriman MacBook, menjadikannya model paling populer. Sementara itu, MacBook Air berkontribusi sekitar 35 persen, sedangkan MacBook Pro menyumbang sekitar 16 persen.
Stabilnya komposisi produk ini mengindikasikan bahwa MacBook Neo berhasil menjadi tulang punggung penjualan Apple hanya dalam beberapa bulan setelah peluncurannya.

Meski Apple menikmati pertumbuhan yang kuat, kondisi pasar notebook global justru menunjukkan tren berbeda. Data penjualan ritel notebook di 47 negara hingga Mei 2026 masih mengalami penurunan sekitar 2 persen secara tahunan. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin memburuk pada paruh kedua tahun ini.
Berdasarkan proyeksi IDC, pasar notebook konsumen global diperkirakan akan mengalami kontraksi hingga 11 persen sepanjang 2026. Tekanan tersebut diperparah oleh kenaikan harga laptop dari Apple maupun produsen berbasis prosesor x86, yang dipicu oleh meningkatnya biaya komponen seperti DRAM, NAND Flash, dan semikonduktor.
Jika tren tersebut berlanjut, pertumbuhan penjualan notebook bulanan diperkirakan dapat merosot hingga 16 persen secara tahunan pada semester kedua 2026. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Apple saat ini menikmati momentum positif berkat MacBook Neo, tantangan industri PC secara keseluruhan masih belum mereda.
Kenaikan harga perangkat dan melemahnya daya beli konsumen diperkirakan akan menjadi faktor utama yang membatasi pertumbuhan pasar laptop global dalam beberapa bulan mendatang.

