Langsung ke konten utama

Bocoran Spesifikasi Realme Narzo 30 Pro

Realme dirumorkan akan segera meluncurkan seri Narzo 30. Baru-baru ini, ponsel Realme tersebut telah terlihat di daftar TENAA dengan nomor model RMX3161.

Kemungkinan, smartphone ini dapat menjadi varian teratas dari seri yang akan datang yakni Realme Narzo 30 Pro.


Sebelum ini, Realme telah meluncurkan Realme Narzo 20 Pro dengan nomor seri RMX2161. Tentu saja, nomor seri barunya ini mirip dengan yang baru muncul dan kini berada di daftar TENAA.

Realme Narzo 30 Pro diyakini akan memiliki layar LCD 6,5 inci dan mengemas baterai 4.880mAh yang lebih besar kapasitasnya dibandingkan dengan 4.500mAh pada ponsel pendahulunya.


Bocoran foto dari berbagai sumber juga memperlihatkan modul kamera belakang yang memiliki empat kamera. Namun, modul kameranya terlihat jauh lebih luas dibanding versi sebelumnya. 

Selain itu, ponsel ini terlihat telah meramping dari 9,4mm menjadi 8,8mm meskipun baterainya berkapasitas lebih besar. Kerampingan ini dapat membuat ponsel lebih ringan beberapa gram dari ponsel Realme Narzo sebelumnya. 

Ponsel Realme Narzo 30 Pro ini sepertinya akan memiliki proteksi untuk layarnya dengan corning Gorilla Glass

Penggemar bisa berharap bahwa ponsel tersebut dapat berjalan di Android 11 dan mendukung konektivitas 5G yang tengah booming. Dan kabar baiknya awal bulan Februari ini, CEO Realme Madhav Seth mengatakan kepada indianexpress.com dalam sebuah wawancara bahwa setengah dari ponsel Realme yang diluncurkan pada tahun 2021 akan mendukung 5G.


Baca juga:


Tidak ada bocoran lebih lanjut tentang ponsel yang terkait dengan prosesor yang akan dikemas di dalamnya. Namun sebagai gambaran, mari kita bandingkan dengan Realme Narzo 20 Pro yang sudah hadir dipasaran. Mungkin saja Realme Narzo 30 Pro yang akan hadir spesifikasinya lebih keren dari versi ini.

Narzo 20 Pro ditujukan untuk para gamer yang menawarkan layar 90Hz yang didukung oleh prosesor MediaTek Helio G95. Ada kemungkinan Narzo 20 Pro ditenagai oleh prosesor Dimensity berkemampuan 5G kelas menengah dari MediaTek.


Narzo 20 Pro juga menawarkan pengisian cepat 65W dan tidak mengherankan jika perusahaan tetap menggunakan kecepatan pengisian yang sama pada versi 2021 juga.

Untuk harga dan tanggal rilis Realme Narzo 30 Pro ini masih menjadi misteri. Yuk kita tunggu kelanjutannya.

Postingan Populer

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hape Layar Sentuh Sudah Mentok. Keyboard Qwerty Hidup Kembali?

Ponsel dengan keyboard fisik QWERTY tampaknya belum sepenuhnya punah. Setelah hampir dua dekade didominasi layar sentuh kapasitif ala iPhone, tanda-tanda kebangkitan perangkat dengan tombol fisik mulai kembali terlihat, menantang arus utama desain smartphone modern yang sejak lama dianggap final. Sejak Apple memperkenalkan iPhone dan menyingkirkan keyboard fisik dari peta industri, pengguna dipaksa beradaptasi dengan papan ketik virtual. Meski semakin canggih, keyboard layar sentuh tetap memiliki keterbatasan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan kecepatan dan presisi mengetik.  Tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir muncul komunitas yang memodifikasi BlackBerry lawas dengan spesifikasi lebih modern, mulai dari prosesor lebih cepat, RAM lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, hingga port USB-C. Fenomena ini tidak hanya didorong nostalgia, tetapi juga kekecewaan terhadap pengalaman mengetik di layar sentuh. Di CES 2026, sinyal kebangkitan QWERTY semakin jelas. C...

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Harga RAM Naik, Jual Konverter SODIMM to DIMM Laris Manis

Lonjakan harga memori desktop dalam setahun terakhir mendorong sebagian gamer mencari solusi alternatif yang lebih ekonomis. Salah satu pendekatan yang mulai dilirik adalah memanfaatkan memori laptop berjenis SODIMM dengan bantuan adaptor SODIMM-to-DIMM, sehingga modul memori tersebut dapat digunakan pada sistem PC desktop. Menurut analisis 3DCenter.org, adaptor SODIMM-to-DIMM relatif murah dan mudah ditemukan di pasaran. Ketika dikombinasikan dengan memori SODIMM yang kenaikan harganya lebih moderat, pendekatan ini menjadi masuk akal secara finansial. Dalam periode satu tahun terakhir, harga memori SODIMM rata-rata naik sekitar 136 persen, jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga memori desktop DIMM yang mencapai 245 persen. Kondisi ini membuat pembelian memori laptop terlihat lebih rasional bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade atau merakit PC baru dengan anggaran terbatas. Dari sisi harga, selisihnya cukup signifikan. Modul DDR5-4800 SODIMM berkapasitas 16 GB saat ini dib...