Langsung ke konten utama

Rekomendasi PC Gaming Lenovo Terbaru

Rekomendasi PC Gaming Lenovo Terbaru - Lenovo merupakan salah satu produsen PC dan laptop terbesar di dunia. Produsen asal Tiongkok ini juga merupakan salah satu vendor yang paling berpengaruh di pasar Indonesia. Baik untuk segmen consumer, ataupun segmen korporat.

Di segmen gaming, produsen yang satu ini juga cukup disegani. Ya, mereka punya lini produk khusus gaming dengan nama Legion. Dan tak hanya laptop, Lenovo Legion pun hadir untuk para gamers yang lebih menyukai bermain game di PC desktop.



PC desktop gaming Lenovo sendiri menawarkan spesifikasi dan performa yang sangat beraneka ragam. Hadir dalam platform Intel dan juga AMD, dimensinya tersedia mulai dari ukuran ringkas, sekitar 13 liter sampai dimensi PC desktop full size, 34 liter.



Sebelum membahas beberapa model PC desktop gaming Lenovo Legion yang menarik untuk dimiliki, berikut ini daftar harga Lenovo Legion desktop terbaru sampai Oktober 2020:

Legion T7 34IMZ5 - 90Q8000PYN Core i9 - 10th Gen Desktop Gaming PC - 34L    41.999.000
Legion T5 28IMB05 - 90NK0030YN Core i7 - 10th Gen Desktop Gaming PC - 28L    29.499.000
Legion G5 14IMB05 - 90N900BTID Intel i7 Desktop Gaming PC - 13.6L         20.499.000
Legion G5 14IMB05 - 90N900BXID Intel i5 Desktop Gaming PC - 13.6L         17.499.000
Legion G5 14IMB05 - 90N900BYID Intel i5 Desktop Gaming PC - 13.6L        14.999.000
Legion IC G5 14AMR05 - 90Q1003XID Ryzen7 Desktop Gaming PC - 13.6L        18.999.000
Legion IC G5 14AMR05 - 90Q1003VID Ryzen 5 Desktop Gaming PC - 13.6L    16.749.000
Legion G5 14AMR05 - 90Q1003UID AMD Ryzen 5 Desktop Gaming PC - 13.6L    14.999.000
Legion G5 14AMR05 - 90Q1003WID AMD Ryzen 5 Desktop Gaming PC - 13.6L    13.749.000
Legion T530-28APR ES - 90JY0061ID AMD Ryzen 5 Desktop Gaming PC - 19L    13.499.000    


Dari beberapa model PC desktop Lenovo Legion di atas, berikut ini beberapa yang menurut kami menawarkan performa dan fitur yang menarik untuk dimiliki.



Legion T7 34IMZ5 - 90Q8000PYN (Rp41.999.000)
PC desktop T series yang satu ini sudah diperkuat oleh prosesor terkencang yakni Intel Core i9 generasi ke-10 yakni varian i9-10900HK. Prosesor tersebut memiliki 10 buah core dengan 20 thread dengan kecepatan standarnya di 3,7GHz dan bisa didongkrak hingga 5,3GHz.

Dari sisi grafis, ia sudah menggunakan kartu grafis Nvidia GeForce RTX2080 Super dengan VRAM GDDR6 berkapasitas 8GB. Kombinasi CPU dan GPU kencang ini dijamin bisa melibas game-game apapun yang tersedia saat ini di setting “rata kanan”.

Untuk memori, ia sudah menggunakan 2 keping RAM DDR4-3200MHz masing-masing berkapasitas 16GB dan bisa ditambah hingga maksimal 128GB lewat 4 buah slot yang disediakan. Laptop dengan garansi Premium Care 3 tahun ini juga menggunakan storage SSD M.2 NVMe 1TB dan harddisk kencang 1TB 7200rpm.



Lenovo IdeaCentre Gaming G5 14AMR05 (Rp18.999.000)
PC desktop yang satu ini memiliki penampilan yang tidak segarang PC desktop gaming pada umumnya. Ya, seri IdeaCentre sebenarnya merupakan PC desktop mainstream yang berhubung punya spesifikasi yang mumpuni, ia juga bisa dimanfaatkan oleh para gamers, khususnya penggemar berat Lenovo series.



Dari sisi spesifikasi, IdeaCentre G5 14AMR05 diperkuat oleh prosesor terbaik AMD untuk PC desktop saat ini yakni Ryzen 7 3700X yang merupakan prosesor 8 core dengan 16 thread dengan kecepatan standar di 3,6GHz dan bisa didongkrak hingga 4,4GHz.

Grafisnya menggunakan Nvidia GeForce RTX 2060 dengan VRAM GDDR6 sebesar 6GB, dua keping memori DDR4 3200MHz masing-masing 8GB serta storage kencang SSD M.2 NVMe berkapasitas 512GB serta tambahan harddisk 3.5” 1TB 7200rpm. Ia juga sudah dilengkapi dengan Office Home and Student 2019 untuk bekerja dan garansi 2 tahun on site. Menarik.

Baca juga:


Legion T530-28APR ES - 90JY0061ID (Rp13.499.000)
Model PC desktop gaming Lenovo berikutnya yang menurut kami sangat menarik untuk dimiliki adalah seri T530-28APR ES ini. Dengan harga yang sangat terjangkau di kelasnya yakni sekitar Rp13 jutaan, Anda akan mendapatkan PC desktop dengan kemampuan yang cukup mumpuni.

Sebagai gambaran, ia menggunakan prosesor AMD Ryzen 5 3400G, sebuah prosesor quad-core dengan 8 thread berkecepatan maksimal di 4.2GHz. Ia dikombinasikan dengan grafis Radeon RX Vega 11 serta ada pula dedicated graphics Nvidia GeForce GTX1650 dengan VRAM 4GB.

RAM-nya memang hanya dua keping DDR4-2666MHz berkapasitas masing-masing 8GB. Namun tentunya pengguna bisa melakukan upgrade secara leluasa karena ini merupakan PC desktop. Ia dibekali storage SSD yang tidak terlalu besar, 256GB, namun ada harddisk SATA 3 7200rpm berkapasitas raksasa, yakni 2TB. Produk ini juga mendapatkan 1 tahun garansi on site dari produsennya. Menarik bukan?



Nah, beberapa PC Lenovo di atas bisa menjadi pilihan buat Anda yang ingin memiliki PC desktop gaming grade bertenaga yang mumpuni untuk digunakan bermain game tanpa ingin repot-repot merakit PC satu persatu dan tidak ingin repot pula mengurusi garansinya jika ada masalah di kemudian hari.

Pilih yang mana guys?

Postingan Populer

Facebook Tutup Metaverse for Work. Virtual Reality Tidak Jadi Realitas?

Meta secara resmi mengakhiri salah satu simbol paling ambisius, sekaligus paling problematis, dari era awal metaverse-nya. Horizon Workrooms, aplikasi VR yang sempat dipromosikan Mark Zuckerberg sebagai “kantor masa depan”, akan dihentikan sebagai aplikasi mandiri mulai 16 Februari 2026. Bersamaan dengan itu, Meta juga akan menghentikan penjualan layanan Horizon managed services serta SKU komersial Meta Quest pada 20 Februari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup buku pada narasi “metaverse untuk dunia kerja” yang digaungkan Zuckerberg hanya dua bulan sebelum Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat itu, Horizon Workrooms dijual sebagai ruang kolaborasi virtual yang memungkinkan karyawan bekerja, rapat, dan berinteraksi tanpa meninggalkan sofa mereka. Realitanya, adopsi nyaris tak pernah mendekati janji. Penutupan ini terjadi tak lama setelah Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja di divisi Reality Labs, setara lebih dari 1.000 karyawan. Di saat yang sama, laporan menyebut...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Restrukturisasi Gagal, Ubisoft Rugi Besar

Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan. Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa. Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca. Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih c...

Asus Tutup Lini Produksi Smartphone. Sampai Kapan?

Asus tampaknya benar-benar menutup buku di pasar ponsel pintar. Setelah rumor mundurnya Asus dari bisnis smartphone beredar awal bulan ini, ketua Asus Jonney Shih akhirnya mengonfirmasi arah tersebut dalam sebuah acara di Taiwan.  Pernyataannya cukup tegas. Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan. Pernyataan tersebut langsung menempatkan tanda tanya besar atas kelanjutan lini Asus Zenfone dan ROG Phone pada 2026. Meski Shih tidak menyebut Asus akan sepenuhnya meninggalkan ponsel selamanya, pendekatan yang diambil adalah wait and see tanpa batas waktu yang tidak ditentukan. Dengan kata lain, jika tidak ada perubahan besar di pasar, ponsel bukan lagi prioritas bisnis Asus. Alih-alih terus mengejar pasar smartphone yang semakin lama semakin homogen, Asus memilih mengalihkan fokus ke produk berbasis AI seperti robot dan kacamata pintar, area yang saat ini menyedot perhatian, investasi, dan anggaran industri.  Secara bisnis, langkah ini sulit dibantah. Zenfo...

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri? Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS. Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan. Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU. Iron...