Bank-bank global mulai menunjukkan sikap yang semakin hati-hati terhadap penggunaan kecerdasan buatan generatif di kawasan Asia, khususnya Hong Kong. Setelah Goldman Sachs mengambil langkah serupa beberapa bulan lalu, JPMorgan Chase kini dilaporkan menghentikan akses karyawannya di Hong Kong terhadap model AI Claude milik Anthropic.
Menurut laporan Financial Times, karyawan JPMorgan di Hong Kong tidak lagi dapat memilih model Claude melalui platform internal perusahaan yang menyediakan berbagai large language model (LLM) untuk kebutuhan bisnis.
Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan ketentuan lisensi dan syarat penggunaan Anthropic yang membatasi penggunaan teknologinya di wilayah Greater China.

Langkah ini memperlihatkan bahwa implementasi AI di sektor keuangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor regulasi, geopolitik, dan kepatuhan hukum. Perusahaan-perusahaan AI asal Amerika Serikat semakin berhati-hati terhadap potensi transfer teknologi ke China, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai distillation, yaitu praktik melatih model AI lokal menggunakan keluaran dari model asing.
Bagi Hong Kong, situasi ini menimbulkan tantangan tersendiri. Selama bertahun-tahun wilayah tersebut berupaya mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan internasional dengan sistem yang relatif lebih terbuka dibandingkan daratan China. Namun pembatasan yang berasal dari perusahaan teknologi Amerika kini mulai menciptakan hambatan baru bagi institusi keuangan yang beroperasi di sana.
Ironisnya, pembatasan tersebut terjadi ketika banyak bank global justru semakin agresif memanfaatkan AI generatif untuk membantu penulisan kode, analisis data, pembuatan dokumen, hingga otomatisasi proses bisnis. Keterbatasan akses terhadap model-model AI terdepan berpotensi mengurangi daya saing operasional kantor-kantor keuangan di Hong Kong dibandingkan wilayah lain.
Kasus JPMorgan dan Goldman Sachs juga menunjukkan bahwa perang teknologi antara Amerika Serikat dan China kini tidak hanya berlangsung pada sektor semikonduktor dan perangkat keras, tetapi mulai merambah ke model AI dan layanan perangkat lunak. Di masa depan, akses terhadap model AI tertentu bisa menjadi faktor strategis yang menentukan daya saing suatu negara maupun pusat keuangan global.

