Langsung ke konten utama

Zenfone Max Pro M2 Harga Baru dan Bekasnya Stabil

Mengusung tagline Next Generation Gaming, di penghujung tahun 2018 lalu Asus merilis smartphone gaming murah meriah andalannya yakni Zenfone Max Pro M2 harga Rp3,1 juta untuk versi RAM 4GB dan Rp2,8 juta untuk RAM 3GB. Smartphone ini menjadi pondasi Asus untuk menjadi produsen utama di industri smartphone gaming.

Ya. Hadir dengan layar 6,3 inci Full HD+ resolusi 2280 x 1080p, ia diperkuat prosesor kencang Qualcomm Snapdragon 660 dan grafis Adreno 512. Baterainya yang besar, yakni 5.000mAh membuat pengguna bisa bermain lama-lama tanpa takut segera kehabisan energi. Dan sambutan pasar pun sangat luar biasa.


Buktinya, lebih dari setahun kemudian, harga Zenfone Max Pro M2 tetap stabil. Barang barunya memang sudah sulit ditemukan di pasaran, meski masih ada. Namun harga bekas Zenfone Max Pro M2 juga tidak terus beranjak turun.


Dari pantauan kami di beberapa e-commerce lokal seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli atau Lazada misalnya, harga baru Zenfone Max Pro M2 versi 3GB masih ada yang jual di harga Rp2,295 juta. Hanya turun sekitar Rp500 ribu dibandingkan saat diluncurkan lebih dari setahun lamanya. Untuk ukuran harga smartphone, ini tentu luar biasa. Anda ingin membeli Zenfone Max Pro M2 RAM 3GB tersebut? Silakan klik di sini jika masih ada.

Baca juga:

Zenfone Max Pro M2 6GB pun tidak terlalu jauh merosot harganya. Dari saat diluncurkan di harga Rp3,699 juta, kini di Bukalapak, harga bekas Zenfone Max Pro M2 6GB ada yang jual di harga Rp2,3 juta. Tertarik? Silakan klik di sini,  siapa tau belum ditebus user lain.


Berikut ini contoh harga Zenfone Max Pro M2 baru yang masih tersedia di pasaran:
Anda mencari harga Zenfone Max Pro M2 bekas? Beberapa penjual di bawah ini bisa Anda tengok:

Seperti diketahui, meski awalnya ditujukan untuk para gamers, namun demikian, smartphone seperti ini pun cukup populer di kalangan pengemudi ojek online. Bisa dibilang, smartphone yang cocok untuk ojek online ya Asus Zenfone Max Pro M2 ini. Mengapa? Utamanya adalah baterai besar. Harganya relatif terjangkau, tapi performanya mumpuni. Dual SIM, ada slot microSD dan layar pun besar 6 inci dengan resolusi Full HD+


Dengan spesifikasi dahysat tersebut, Zenfone Max Pro M2 “Next Generation Gaming” juga sudah menjadi platform Asus, melanjutkan seri Zenfone Max Pro M1 yang digadang-gadang sebagai smartphone “Limitless Gaming” untuk fokus ke industri smartphone gaming.

Ya, kedua seri produk fenomenal tersebut mengokohkan posisi Asus sebagai  rajanya smartphone gaming. Dan saat ROG Phone mereka akhirnya mendarat di Indonesia, stempel “produsen smartphone gaming” sudah ada di jidat Asus. Sama halnya seperti predikat “produsen laptop gaming” di pasaran Indonesia.

Postingan Populer

Harddisk Terbesar di Dunia. Western Digital Siapkan HDD 60TB hingga 140TB

Western Digital kembali menegaskan bahwa hard disk drive (HDD) belum mendekati akhir hayatnya. Di tengah dominasi SSD untuk komputasi konsumen, perusahaan ini justru memaparkan peta jalan agresif untuk mendorong kapasitas HDD hingga 60TB dalam waktu dekat, bahkan melampaui 140TB pada dekade 2030-an.  Target ini secara jelas diarahkan untuk menjawab kebutuhan penyimpanan masif dari beban kerja AI dan cloud berskala besar. Dalam pernyataan resminya, Western Digital mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi massal HDD komersial berbasis heat-assisted magnetic recording (HAMR) pada 2026. Generasi awal akan hadir dengan kapasitas 40TB berbasis CMR dan 44TB berbasis SMR, sebelum volume produksinya meningkat pada 2027.  Pendekatan ini menandai transisi penting dari ePMR menuju HAMR sebagai fondasi jangka panjang peningkatan kapasitas. Kunci utama strategi ini terletak pada inovasi laser. Selama ini, industri HDD mengandalkan edge-emitting laser pada teknologi HAMR, namun menu...

Perbandingan Intel Iris Xe Graphics dengan Iris Xe Max

Laptop VGA onboard? Kesannya low end dan low performance ya? Tapi jangan salah. Konsep itu kini sudah tidak tepat. Ya, laptop dengan VGA onboard pun kini punya performa yang bukan kaleng-kaleng. Sebagai informasi, sejak Intel menghadirkan prosesor Core generasi ke-11 mereka, performa VGA onboard yang dimilikinya semakin meningkat pesat. Khususnya untuk seri Core i5 dan Core i7 yang diperkuat oleh Intel Xe Graphics. Di sisi lain, jangan anggap sepele juga. Menurut data Lembaga riset terkemuka GfK, per kuartal pertama 2021 lalu, pangsa pasar VGA di Indonesia dikuasai Intel onboard secara signifikan yakni 54 persen lebih. Barulah setelah itu dikuasai oleh AMD onboard serta juga AMD Radeon discrete dengan 25 persen. Nvidia sendiri hanya punya pasar sebesar 16 persen sekian. Jadi, terlihat kan betapa signifikan peranan VGA onboard dalam kehidupan komputasi masa kini? Intel Iris Xe Max Graphics Nah, kali ini kita akan bahas performa VGA “onboard” lebih baru lagi dari Intel yakni Intel ...

Krisis RAM, Peluncuran Steam Machine Mundur

Ambisi Valve untuk kembali mengganggu pasar PC gaming lewat Steam Machine tampaknya harus tertahan oleh masalah klasik industri: krisis komponen. Perusahaan mengonfirmasi bahwa peluncuran Steam Machine, Steam Frame, dan Steam Controller kini mundur dari target awal “awal 2026” menjadi waktu yang belum pasti di paruh pertama tahun depan, menyusul kelangkaan memori dan storage yang kian parah. Saat diumumkan pada November lalu, Valve sempat memberi sinyal kuat bahwa pengiriman akan dimulai pada Q1 2026. Namun kenyataan pasar berkata lain.  Dalam pernyataan resminya, Valve mengakui bahwa lonjakan harga dan keterbatasan pasokan RAM serta storage memaksa perusahaan meninjau ulang jadwal dan harga jual, khususnya untuk Steam Machine dan Steam Frame. Masalah ini muncul di saat yang kurang ideal. Harga RAM di pasar global melonjak drastis sepanjang 2025 hingga awal 2026, bahkan dilaporkan naik tiga hingga empat kali lipat. Produsen memori kini lebih memprioritaskan pasokan untuk server AI,...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

Apa Beda QLED dan OLED? Mana yang Lebih Bagus di Antaranya?

Saat memilih TV baru, konsumen kerap dihadapkan pada istilah teknis seperti HDR, refresh rate 120Hz, hingga HDMI generasi terbaru. Namun, dua istilah yang paling sering membingungkan adalah QLED dan OLED.  Keduanya sering diposisikan sebagai teknologi layar kelas atas, padahal secara fundamental, QLED dan OLED bekerja dengan cara yang sangat berbeda. OLED adalah singkatan dari organic light-emitting diode. Teknologi ini bersifat emissive, artinya setiap piksel dapat memancarkan cahaya sendiri tanpa memerlukan lampu latar. Karena itu, OLED mampu mematikan piksel sepenuhnya saat menampilkan warna hitam, menghasilkan kontras nyaris tak terbatas dan tingkat hitam yang sangat pekat. Inilah alasan utama mengapa TV OLED seperti LG OLED C3, LG G3, atau Samsung S95C QD-OLED sering dianggap memiliki kualitas gambar terbaik di kelasnya. Sebaliknya, QLED merupakan pengembangan dari TV LCD LED konvensional. QLED adalah singkatan dari quantum dot LED, di mana lapisan quantum dot digunakan untuk ...