Langsung ke konten utama

Review Asus Zenfone Max M2, Lagi-lagi Upgrade!

Upgrade. Ya, sebuah kata ini melekat sangat erat dengan Asus, khususnya setelah peluncuran produk-produk terbaru mereka beberapa waktu terakhir ini. Utamanya dari seri smartphone mainstream yang menjadi andalan produsen asal Taiwan tersebut untuk bersaing di pasaran Indonesia.

Yang kami maksud kali ini adalah Zenfone Max series. Upgrade di tipe Zenfone Max Pro M1 ke Zenfone Max Pro M2 yang sangat signifikan tapi tidak dibarengi dengan peningkatan harga yang berlebihan, diikuti pula oleh upgrade seri Zenfone Max M1 ke Zenfone Max M2 yang juga cukup lumayan.


Meski tidak banyak digembar-gemborkan, Asus Zenfone Max M2 sebenarnya merupakan smartphone affordable mainstream yang sangat menarik. Dibandingkan dengan model terdahulu, versi baru ini jelas lebih menggiurkan. Dibandingkan dengan smartphone kompetitor di kelasnya, varian yang satu ini juga bisa dibilang oke punya.

Ada upgrade, tapi ada juga downgrade-nya, kalau bisa dibilang demikian. Dibandingkan dengan Zenfone Max M1, pada Zenfone Max M2 ini Asus membuang antarmuka ZenUI yang menjadi interface andalan dan pemasok fungsi dan fitur-fitur smartphone-nya. Tetapi melihat tema yang diusung Asus, yakni akan fokus di kalangan gamers dan power user, tampaknya ini bukan downgrade hitungannya. Untuk itu, mari kita bahas apa yang ditawarkan oleh Asus pada Zenfone Max M2.


Sebagai sebuah upgrade, Zenfone Max M2 tentunya menghadirkan cukup banyak peningkatan dibandingkan dengan seri Zenfone Max M1. Sebagai gambaran, dari sisi ketebalan, kalau Max M1 body-nya cukup tebal yakni 8,7 milimeter, pada Max M2 Asus berhasil memangkas ketebalannya hingga menjadi hanya 7,7mm.

Layarnya juga sudah diperluas. Dari sebelumnya Zenfone Max M1 ZB555KL hanya disertai layar berukuran 5,5 inci, kini Zenfone Max M2 ZB633KL menjadi punya layar berukuran 6,26 inci dengan resolusi dan kepadatan pixel yang juga meningkat. Sebelumnya, resolusi dan pixel density-nya hanya 1440x720 pixel dengan 245 pixel per inch, kini resolusi dan kepadatannya menjadi 1520x720 dengan 269 pixel per inch.

Terakhir, yang paling menarik, upgrade yang paling signifikan tentunya ada di performa smartphone. Ya, kini Zenfone Max M2 diperkuat prosesor Qualcomm Snapdragon 632, sebuah prosesor yang dibuat dengan teknologi 14 nanometer dengan delapan buah core (octa core) berkecepatan 1,8GHz. Ia ditemani oleh GPU Qualcomm Adreno 506. Bandingkan dengan sebelumnya yang hanya menggunakan Snapdragon 430 quad-core kecepatan hingga 1,4GHz dan grafis Adreno 505. Oke, kita bahas satu-persatu.

Desain
ZenFone Max M2 hadir dengan desain bodi baru yang lebih ramping dan ringkas, dengan premium metal finish dan tiga pilihan warna yaitu Midnight Black, Space Blue atau Meteor Silver. Kebetulan, unit yang kita bahas kali ini adalah versi Space Blue.

Dari penampilan, Zenfone Max M2 hadir dengan desain kekinian, yakni dengan notch. Seperti diketahui, smartphone yang dirilis pada 2018-2019 memang rata-rata umumnya menawarkan display yang sangat luas. Imbasnya, penempatan kamera depan pun harus dimodifikasi sedemikian rupa sampai akhirnya harus dikumpulkan di area tertentu.

Notch pada Asus Zenfone Max M2 sendiri cukup standar. Tidak terlalu lebar dan ya tidak sekecil notch jenis waterdrop atau dewdrop milik brand smartphone lain. Tetapi, komponen yang disediakan di sana cukup lengkap. Mulai dari kamera utama, speaker output dan softlight LED flash.


Di bagian bawah, seperti smartphone mainstream pada umumnya, Asus juga masih menggunakan konektivitas port micro USB 2.0 di sana. Port ini bertugas untuk charging ataupun transfer data dan flashing. Tentunya, ia juga mendukung USB OTG. Tinggal tancapkan USB flashdisk, data sudah bisa langsung dikopikan.

Di sisi kanan port USB tersedia speaker output. Adapun di sisi kiri, terdapat microphone input. Untuk sebuah smartphone mainstream, keluaran suara dari smartphone ini cukup oke. Lumayan kencang, dan nggak sember juga di volume maksimalnya.


Dari sisi kamera, penempatan kamera Asus Zenfone Max M2 serupa dengan seri Max Pro M2 yakni di sudut kiri atas. Ada dua kamera di sana, kamera utama dan kamera depth of field. Tersedia pula LED flash untuk mendongkrak hasil foto di kondisi gelap.


Di bagian tengah, tersedia fingerprint sensor bulat yang posisinya pas. Tidak terlalu ke atas dan mudah dijangkau oleh jari saat smartphone sedang digenggam.

Di bagian atas smartphone yang desainnya membulat tanpa sudut ini, Asus masih menyediakan earphone jack 3,5 milimeter untuk mendengarkan musik. Sayangnya, berhubung smartphone ini merupakan smartphone murah-meriah, Asus tidak menyediakan headset pada paket penjualan Zenfone Max M2.


Di bagian sisi kiri smartphone, terdapat SIM Tray jenis triple slot yang merupakan kombinasi dua slot nano SIM card dan juga sebuah slot microSD yang sanggup menampung micro SD card yang kapasitasnya hingga 2TB. Agak sulit untuk mengonfirmasi klaim yang satu ini. Selain micro SD berkapasitas 2TB masih relatif jarang ditemukan, harganya pun masih sekitar Rp1,5 jutaan.




Kamera dan Fitur
Selain tampil lebih premium, Asus ZenFone Max M2 sudah dilengkapi dengan sistem kamera ganda untuk pengambilan foto yang lebih baik. Kamera di smartphone ini juga dilengkapi dengan fitur AI Scene Detection yang bisa mendeteksi dan mengatur kamera berdasarkan 13 jenis foto.

Sistem kamera ganda di ZenFone Max M2 mengusung sensor beresolusi 13MP dengan aperture lebar f/1.8 yang bisa menghasilkan gambar dengan detail di situasi apapun. Kamera tersebut sudah didukung fitur AI Scene Detection yang memungkinkan ZenFone Max M2 mengenali 13 jenis foto. Agar hasil pengambilan gambar tetap stabil dan tidak blur, kamera ZenFone Max M2 juga sudah dilengkapi dengan teknologi Electronic Image Stabilization (EIS).

Baca juga:

Kamera kedua di ZenFone Max M2 merupakan kamera khusus untuk menghasilkan efek bokeh di foto potrait. Kamera ini mampu menghasilkan efek blur pada background yang sangat natural layaknya diambil menggunakan kamera profesional.

Berikut ini beberapa contoh hasil foto yang diambil menggunakan kamera Asus Zenfone Max M2 ZB633KL baik dalam kondisi pencahayaan cukup, agak kurang, serta mode bokeh. Semua foto diambil pada setting Auto. Adapun untuk bokeh, kami hanya menggunakan tombol depth of field di bagian atas layar di menu Auto tersebut.












Nah, berikut ini perbandingan hasil foto auto dengan kamera utama dan hasil foto auto dengan modus depth of field diaktifkan:



Untuk foto-foto di dalam ruangan (indoor), dalam kondisi pencahayaan cukup, hasilnya masih cukup bagus. Saturasi warna masih terlihat tajam dan detail. Namun demikian, begitu pencahayaan berkurang, hasilnya tidak lagi terlalu detail. Namun untuk efek depth of field, hasilnya masih cukup lumayan.

Kami coba bandingkan kemampuan kamera Asus Zenfone Max M2 saat mengambil foto dalam modus auto (gambar atas) dan objek yang sama dan posisi yang sama dengan opsi bokeh diaktifkan (gambar bawah). Dapat Anda lihat, hasilnya cukup rapi. Meski demikian, dalam kondisi tertentu, blur di background objek tampak terlalu berlebihan. Kami pribadi lebih suka mode auto biasa, karena otomatis efek bokeh-nya pun rasanya sudah cukup.

Spesifikasi dan Performa
Di dalam ZenFone Max M2 terdapat SoC terkini Qualcomm Snapdragon 632 yang dibangun dengan arsitektur ARM 14 nanometer dan ditemani oleh RAM 3GB atau 4GB. Penggunaan SoC terbaru tersebut membuat ZenFone Max M2 tampil dengan performa CPU 40% lebih tinggi dan performa grafis 10% lebih baik dari perangkat yang menggunakan Snapdragon 626. Untuk menopang daya, performa baterai juga merupakan salah satu fokus utama di seri ZenFone Max. ZenFone Max M2 kali ini menggunakan baterai lithium-polymer berkapasitas besar  4.000 mAh.

Dari sisi display, ZenFone Max M2 merupakan smartphone pertama di seri ZenFone Max yang menggunakan layar 6,3 inci all-screen 19:9 HD+ (1520 x 720). Layar tersebut hadir dengan screen-to-body ratio hingga 88% sehingga dapat memperkaya pengalaman penggunaan.

Layar pada ZenFone Max M2 juga membuat smartphone ini tetap ramping dengan ketebalan hanya 7,7mm, lebih tipis dari pendahlunya yang memiliki ketebalan bodi hingga 8,7mm. Meski lebih ringkas, smartphone ini tampil lebih powerful dan masih mengusung baterai besar.

Agar pengalaman multimedia semakin maksimal, ZenFone Max M2 kini hadir dengan lima magnet speaker dengan metal voice coil. Lima speaker tersebut dikontrol oleh teknologi NXP low-distortion smart amplifier agar menghasilkan suara yang jernih dan keras. Berikut ini spesifikasi teknis Asus Zenfone Max M2 ZB633KL:


Seperti biasa, kami tentu melakukan benchmark terhadap smartphone yang kami bahas. Aplikasi benchmark-nya yang umum-umum saja. Antutu, GeekBench, PCMark, dan 3DMark. Kami juga melakukan pengujian kemampuan daya tahan baterai smartphone ini, dan juga berapa lama ia membutuhkan waktu sampai baterainya terisi penuh. Berikut ini hasilnya:



Asus Zenfone Max M2 merupakan smartphone pertama di Indonesia yang menggunakan prosesor kencang tapi hemat energi versi baru yakni Snapdragon 632. Sebagai gambaran, prosesor ini merupakan generasi penerus dari Snapdragon 625 yang sangat populer karena dua kehebatannya itu.

Dari sisi performa, Snapdragon 632 tak kalah jauh dengan Snapdragon 636, dan tentunya jauh lebih baik daripada Snapdragon 625 dan Snapdragon 630. Boleh dibilang, Snapdragon 632 yang digunakan pada Zenfone Max M2 merupakan versi hemat energi tapi kencang dari Zenfone Max Pro M2.

Dengan baterai 4.000mAh yang digunakan di dalamnya, smartphone ini menawarkan masa aktif hingga 10 jam. Ini tentunya sangat lumayan.


Kesimpulan
Sebagai sebuah smartphone entry mainstream, Zenfone Max M2 merupakan produk yang sangat menarik. Kemampuan kameranya memang tidak terlalu hebat seperti halnya smartphone Asus pada umumnya. Tetapi performa yang ditawarkan, sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penggunaan komunikasi modern sehari-hari.

Anda yang kerap bekerja secara mobile, di luar ruangan atau misalnya merupakan penyedia jasa transportasi online, akan terbantu dengan perangkat ini. Performa gegas, baterai yang kuat dan kamera yang sudah cukup lumayan untuk sekadar dokumentasi, apalagi harganya yang sangat terjangkau, yakni Rp2.199.000.

Bahkan kalau Anda rajin hunting di e-commerce seperti Lazada, Tokopedia dan lain-lain, smartphone ini dijual mulai dari harga Rp1.731.000. Intinya, smartphone ini relatif good bargain lah. Tapi ya jangan berharap terlalu tinggi untuk smartphone di range harga seperti ini.

Postingan Populer

5 Situs Alternatif Google Translate

Google Translate mungkin sudah menjadi situs terjemahan paling populer dan banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada situs terjemahan lain yang bisa menjadi alternatif dari Google Translate? Kalau Anda penasaran, beberapa situs terjemahan ini bahkan mungkin lebih akurat, cepat, dan mudah digunakan daripada Google Translate. Berikut ini adalah lima situs terjemahan alternatif dari Google Translate yang gratis bisa dipakai siapa saja. Apa saja? DeepL Translator DeepL Translator adalah situs terjemahan yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan mesin pembelajaran (machine learning) untuk menghasilkan terjemahan yang lebih alami, lancar, dan sesuai dengan konteks. Situs ini dapat menerjemahkan 26 bahasa, termasuk bahasa Inggris, Indonesia, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Belanda, Portugis, Rusia, Polandia, dan lain-lain. DeepL Translator juga memiliki fitur untuk menerjemahkan dokumen dalam format Word, PowerPoint, atau PDF tanpa men...

AMD Hidupkan Kembali Ryzen Lama demi PC Murah

AMD kembali menghadirkan prosesor Ryzen generasi lama untuk segmen PC entry level di tengah melonjaknya harga komponen komputer. Perusahaan memperkenalkan kembali tiga prosesor lawas, yakni Ryzen 3 3100U, Ryzen 5 3501U, dan Ryzen 7 4700LE, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produsen laptop dan desktop berbiaya rendah. Seluruh prosesor tersebut masih mengandalkan memori DDR4 yang saat ini jauh lebih terjangkau dibanding DDR5. Keputusan ini dinilai sebagai respons terhadap kondisi pasar yang semakin sulit akibat kenaikan harga RAM dan SSD. Permintaan memori dari industri AI membuat produsen DRAM lebih memprioritaskan produksi memori berkapasitas tinggi untuk pusat data dibanding pasar PC konsumen. Akibatnya, harga DDR5 terus meningkat sehingga produsen kembali melirik platform DDR4 sebagai solusi ekonomis bagi perangkat kelas bawah. Meski demikian, langkah AMD juga memunculkan kritik. Ryzen 3 3100U masih menggunakan arsitektur Zen+ 12 nm yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 dan...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Perbandingan Intel Core 10th Gen vs 11th Gen

Intel akhirnya memperkenalkan prosesor generasi terbarunya yakni Intel Core generasi ke-11 yang disebut dengan TigerLake. Meski tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan prosesor mutakhir dari AMD yang sudah menggunakan metode fabrikasi 7 nanometer, namun prosesor 10 nanometer baru Intel tersebut menjanjikan lompatan performa yang lumayan. Ya, prosesor yang dibuat dengan teknologi yang disebut dengan SuperFin 10 nanometer tersebut menghadirkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan menghadirkan kenaikan performa hingga 20 persen. Yang menarik, Intel juga akhirnya menghadirkan upgrade signifikan pada chip grafisnya. GPU terintegrasi Intel HD, yang biasanya jadi bulan-bulanan, memang mendapatkan upgrade di seri 10th Gen lalu dengan Iris graphics. Tetapi tampak performanya belum terlalu memuaskan.  Semua berubah ketika TigerLake menyerang. Performa Iris Xe Graphics kini boleh diadu dengan grafis terdedikasi sekelas Nvidia GeForce MX350 sekalipun. Lumayan bukan? Kali ini kita akan...

DDR5 Terlalu Mahal, Intel Siapkan Lagi Prosesor DDR4 untuk PC

Lonjakan harga memori DDR5 tampaknya mulai mengubah strategi Intel dan para produsen motherboard. Setelah sebelumnya beredar kabar bahwa sejumlah vendor kembali memproduksi motherboard berbasis DDR4, kini muncul laporan yang menyebut Intel juga akan meningkatkan pasokan prosesor generasi lama untuk mendukung platform tersebut. Menurut laporan ITHome yang mengutip dokumen strategi penjualan kuartal ketiga 2026, Intel berencana kembali memasok prosesor Core Generasi ke-13 dan ke-14 (Raptor Lake dan Raptor Lake Refresh) dalam jumlah lebih besar, khususnya untuk pasar China.  Bahkan, laporan lain menyebut prosesor Core Generasi ke-10 Comet Lake dan Generasi ke-12 Alder Lake juga akan kembali dipasarkan guna memenuhi permintaan sistem berbasis DDR4 yang lebih terjangkau. Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap krisis harga memori DDR5 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga kit DDR5 dilaporkan telah melonjak hingga empat sampai lima kali lipat dibandingkan saat pertama kal...