Langsung ke konten utama

Review Hasil Kamera Asus ROG Phone II di Android 10

Anda penggemar setia produk-produk smartphone besutan Asus? Ada kabar gembira. Baru-baru ini, produsen asal Taiwan tersebut menghadirkan update sistem operasi terbaru untuk smartphone flagship andalannya.

Sedikit flashback, sejak era Zenfone 6, Asus tidak lagi berkutat di segmen smartphone entry level, low end sampai mid end. Mereka kini hanya fokus menggarap pasar high end dan flagship. Pilihan yang cukup rasional mengingat peta persaingan smartphone yang menggila saat ini.


Kembali ke update sistem operasi terbaru, model yang kini mendapatkan Android 10 atau Android Q adalah ROG Phone II. Sejumlah fitur seperti dark mode dan lain-lain sudah disediakan. Namun yang menjadi perhatian kami kali ini adalah, bagaimana performa kameranya?



Kali ini, kita akan menjajal performa kamera Asus ROG Phone II, khususnya kamera utama untuk memotret. Sebagai perbandingan, kita juga akan mengambil foto yang sama, menggunakan smartphone yang lebih mengunggulkan fitur kamera yang juga besutan Asus, yakni Zenfone 6. Seperti apa?

Sebelum mulai melihat hasil fotonya dibandingkan dengan saudaranya, berikut ini opsi yang tersedia pada software Asus PixelMaster Camera versi terbaru.


Berikut ini beberapa foto yang kami ambil dengan kamera utama, pada beberapa skenario. Foto hanya di-rename namun tidak mengalami retouch atau editing. Silakan klik pada gambar untuk melihat foto aslinya.

Baca juga:

Indoor
Pertama-tama, kita lihat foto di dalam ruangan. Sengaja kita pilih kondisi yang tidak terlalu terang, namun objek foto mendapatkan pencahayaan cukup. Pada foto pertama, tampak tekstur kulit ayam goreng pada hasil tangkapan ROG Phone II lebih terang. Di Zenfone 6, profil fotonya lebih gelap meski dalam pencahayaan yang sama.



Di foto kedua, kami mengambil fokus pada pangsit yang ada di atas mie ayam. Dengan kondisi yang sama, tampak hasil jepretan foto ROG Phone II sedikit lebih pucat, tapi lebih tajam. Profil warna hasil foto tangkapan Zenfone 6 lebih menarik dan mie ayam pun lebih menggiurkan untuk disantap.



Foto ketiga, kita memotret jeruk di atas meja yang ada pajangan di belakangnya. Ternyata, ROG Phone II lebih baik saat mengambil foto low light. Terbukti pajangan di belakang jeruk dapat tertangkap lebih terang dibandingkan hasil foto Zenfone 6.




Outdoor
Berikutnya adalah foto outdoor dengan pencahayaan yang berlimpah. Pada foto pertama yang didominasi warna hijau, tampak ROG Phone II mendapatkan hasil foto yang lebih cerah warna hijaunya. Sangat cantik. Hasil tangkapan Zenfone 6, lagi-lagi profilnya lebih gelap. Tetapi sebenarnya, warna yang didapat justru lebih mirip dengan aslinya.



Pada foto outdoor kedua, o ya, semua foto diambil dalam mode auto, termasuk HDR-nya. Di sini, terlihat fungsi HDR pada ROG Phone II jauh lebih baik pada Zenfone 6. Batang pohon lebih jelas tertangkap dan juga langit tampak lebih bertekstur. Sementara lagit pada foto Zenfone 6 cenderung over exposed.



Foto outdoor ketiga, skenarionya adalah menantang datangnya sinar matahari. Pada foto ini, fitur auto HDR ROG Phone II mampu menjaga langit tetap detail, sementara di bawah pohon dan di area dekat motor, warnanya gelap. Kebalikan dengan hasil foto Zenfone 6.



Kali ini giliran hasil foto ROG Phone II yang warnanya cenderung tidak keluar. HDR-nya pun tidak banyak membantu menjelaskan area yang gelap. Zenfone 6 justru lebih "gonjreng" warnanya, tetapi kembali lagi, aslinya tidak terlalu menyala warnanya.



Di foto berikutnya, hasilnya relatif sama. Warna langit, awan, pepohonan dan gedung serupa. Warna yang agak pucat pada Zenfone 6 dapat dimaklumi karena saat mengambil foto, ada sinar matahari tembus melalui pohon.



Pada foto sunset lain dengan angle yang berbeda, giliran ROG Phone II yang tidak terlalu sanggup mendapatkan detail dedaunan di pohon pada area kiri frame. Tetapi warna langit tampak lebih baik. Sementara pada foto menggunakan Zenfone 6, detail daun di area gelap masih sedikit tertangkap, namun warna langit relatif lebih pucat.



Pada foto outdoor dengan kondisi gelap, hasilnya relatif sama. Baik ROG Phone II ataupun Zenfone 6 menghasilkan foto dengan kualitas dan warna yang setara.



Saat mengambil foto cityscape di malam hari, hasil foto ROG Phone II lebih gelap. Baik gedung ataupun warna langit lebih hitam. Profil warna hasil foto Zenfone 6 tampak lebih warm.





Kesimpulan
Meskipun bukan smartphone kamera, smartphone gaming yang satu ini ternyata mampu menghasilkan foto-foto dengan kualitas dan detail yang ciamik. Sayangnya kami tidak sempat membandingkan hasil foto sebelum update dan sesudah update ke Android 10. Namun dari sepengelihatan kami, rasanya hasil foto pada ROG Phone II meningkat.

Jadi tidak salah kalau smartphone ini bisa menjadi daily driver yang sangat hebat. Performa dahsyat, mau main game berjam-jam kuat, butuh memotret pun tidak masalah. Asalkan Anda dapat membiasakan diri dengan bobot dan layarnya yang cukup berat dan besar.

Berikut ini video ulasan kami dan sedikit percobaan mengambil video resolusi Full HD 60fps pada ROG Phone II dan Zenfone 6. Selamat menyaksikan.

Postingan Populer

Daftar Sekolah di Indonesia yang Ada Program Esports

Meskipun sejarah esports di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2002, ketika World Cyber Games (WCG) pertama kali diadakan di Indonesia, esports baru mulai dikenal oleh masyarakat luas di luar komunitas gaming berkat gelaran Grand Final MPL Indonesia Season 1 di Mall Taman Anggrek pada tahun 2018. Pasca acara tersebut, esports menjadi perbincangan dan tren baru, tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di industri non-endemik. Namun, saat itu, sekolah yang dapat menjadi wadah untuk regenerasi pemain profesional, pembentukan karakter, dan komunitas yang solid, masih menunggu dan mencari tahu apakah esports benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda dan institusi pendidikan mereka. Untungnya, kini banyak sekolah di Indonesia yang cepat beradaptasi dan melihat bahwa esports memang bisa memberikan pengaruh positif jika dikelola dengan baik. Recardus Eko Prasetyo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Xaverius 1 Palembang, berbagi cerita tentang pen...

OnePlus Tinggalkan Pasar, Akhir Sebuah Era Sang "Flagship Killer"

OnePlus dikabarkan akan segera menghentikan kehadirannya di pasar Eropa dan sejumlah wilayah lain. Kabar tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu merek smartphone yang pernah mengubah peta persaingan Android melalui konsep "flagship killer".  Meski belum menjadi pemain terbesar, OnePlus berhasil membangun reputasi sebagai produsen yang menawarkan performa kelas atas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan para pesaingnya. Sejak meluncurkan OnePlus One pada 2014, perusahaan ini langsung menarik perhatian industri. Smartphone tersebut hadir dengan desain premium, material sandstone yang khas, performa tinggi, serta sistem operasi CyanogenOS yang saat itu menawarkan pengalaman Android lebih ringan dan fleksibel.  Harga sekitar US$300 membuat OnePlus menjadi ancaman nyata bagi Samsung dan Apple, terutama bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi flagship tanpa harus membayar mahal. Strategi pemasaran OnePlus juga berbeda. Perusahaan sempat menerapkan siste...

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Model AI Baru untuk Coding dan AI Agent

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan coding dan AI agent. Model ini menjadi pembaruan besar pertama sejak Alexandr Wang memimpin divisi Meta Superintelligence Labs (MSL), sekaligus menjadi langkah Meta untuk memperkecil ketertinggalan dari OpenAI, Anthropic, dan Google di pasar AI generatif. Berbeda dari versi awal yang hanya tersedia bagi mitra tertentu melalui API privat, Muse Spark 1.1 kini memasuki tahap public preview. Meta membuka akses API melalui portal pengembangnya sehingga developer dapat mendaftar ke daftar tunggu untuk mengintegrasikan model tersebut ke aplikasi mereka.  Untuk sementara, akses masih dibatasi melalui infrastruktur Meta dan belum tersedia di platform pihak ketiga seperti OpenRouter. Meta mengklaim Muse Spark 1.1 merupakan model AI terkuat yang pernah dikembangkannya untuk tugas pemrograman dan AI agent. Menurut Alexandr Wang, model ini dioptimalkan agar mampu bekerja dengan berbagai a...

HWMonitor 1.65.1 Perbaiki Pembacaan Hotspot GPU, Kini Lebih Akurat

CPUID kembali merilis pembaruan untuk aplikasi pemantau perangkat keras HWMonitor melalui versi 1.65.1. Update ini berfokus pada perbaikan pembacaan suhu hotspot pada kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series yang sebelumnya memunculkan sejumlah keluhan dari pengguna setelah hadir di versi 1.65. Pada pembaruan sebelumnya, HWMonitor akhirnya menambahkan dukungan pembacaan GPU Hotspot untuk seri RTX 50, fitur yang telah lama dinantikan pengguna. Namun, versi 1.65 juga menampilkan dua sensor hotspot sekaligus. Selain hotspot utama pada GPU, aplikasi juga menampilkan pembacaan hotspot kedua yang diduga berasal dari VRM (Voltage Regulator Module). Kehadiran dua sensor tersebut justru menimbulkan kebingungan karena nilai suhu yang ditampilkan sering kali tidak konsisten. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa pembacaan hotspot pada versi 1.65 mengalami fluktuasi yang cukup besar dan bahkan menunjukkan suhu yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi pemantauan lain seperti HWiNFO maupun AIDA64. Akib...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...