Langsung ke konten utama

Review Asus Zephyrus S GX701GX, Laptop Tipis Pakai RTX

Laptop berbasis Nvidia GeForce kasta terbaru, yakni seri RTX sudah semakin menjamur di pasaran Indonesia. Chip GPU ini, pertamakali diperkenalkan pada akhir kuartal ketiga 2018, hadir dengan kode 20 series, sudah dimanufaktur dalam teknologi 12 nanometer menggunakan microarsitektur Turing dan mendukung real-time ray tracing.

Sebagai pemain utama di industri laptop gaming di Indonesia, Asus tentunya harus tampil lebih awal. Tak pelak, berbagai varian notebook berbasis RTX langsung mereka hadirkan ke pasar Indonesia. Mulai dari seri G yang monster, seri GL yang spesifik ditujukan untuk penggemar game FPS ataupun MOBA, serta seri Zephyrus yang inovatif dan ultra tipis, yang bisa pula digunakan oleh para desainer, video editor, 3D modeller dan arsitektur.


Salah satu varian Zephyrus yang tersedia di Indonesia adalah Zephyrus S GX701GX. Hadir sebagai update terbaru di lini Zephyrus, Zephyrus S terbaru ini punya segambreng fitur yang sebelumnya belum ada pada sebuah notebook. Apa saja?


ROG Zephyrus S menghadirkan standar baru laptop gaming Windows 10 ultra-tipis. Kalau sebelumnya hanya tersedia dalam varian 15 inci, kini Zephyrus S memiliki ukuran lebih besar dengan layar Super Narrow Bezel 17 inci dalam chasis yang hanya setipis 18,7mm.

Zephyrus S GX701 dipersenjatai dengan GPU RTX 2080 dan CPU Intel Core™ i7 8th Gen. Panel 144Hz/3ms dengan validasi warna Pantone sangat mengesankan, dan memiliki fitur ROG-exclusive switch untuk beralih antara mode G-SYNC untuk bermain game dan Optimus untuk daya tahan baterai yang lebih lama.

Desain
Umumnya, notebook dengan layar lebih besar berarti punya bodi yang juga semakin besar. Tetapi bezel tipis dan desain pintar membuat Asus ROG Zephyrus S GX701 ini menjadi salah satu notebook gaming ultimate paling ringkas di kelasnya. Pengguna bagaikan memiliki notebook 15 inci biasa padahal layarnya seluas 17 inci. Agar lebih durable, produk ini juga menggunakan material magnesium-alloy yang tipis dan kokoh untuk dibawa ke manapun pemiliknya pergi.

Meski tipis, Asus menyediakan konektivitas terkini pada Zephyrus S GX701 ini. Dua buah port USB3.1 serta port USB3.1 Type-C tersedia di satu sisi. Plus Kensington lock serta exhaust untuk pembuangan panas.


Di sisi sebaliknya, tersedia exhaust fan, power connector, port HDMI 2.0, USB3.1, USB3.1 Type-C yang mendukung DisplayPort 1.4 serta Power Delivery dan tentunya sebuah headphone and microphone combo jack.


Tombol power pun ditempatkan agak terpisah dari keyboard. Selain meminimalisir risiko tertekan secara tidak sengaja saat bekerja, rasanya sudah tidak ada area lain yang masih lowong untuk menempatkan tombol tersebut. Tetapi justru ini membawa berkah bagi pengguna.

Keyboard-nya sendiri tentunya mendukung backlit RGB yang kekinian. Yang menarik, warna backlit tersebut bisa berbeda-beda di satiap tombol (per-key backlit) berkat fitur Aura Sync yang disediakan secara software. Adapun jarak tekan keyboard yang mencapai 1,4 milimeter membuat penekanan tombol saat bekerja ataupun bermain game menjadi sangat nikmat.


Di bagian atas keyboard, tersedia area kosong yang hanya memiliki logo mata berwarna merah khas ASUS ROG. Area ini sebenarnya adalah area di mana ASUS menempatkan seluruh komponen penghasil performa tinggi, alias penghasil panas seperti CPU dan GPU.

Penempatan seperti ini dijamin tidak akan menggangu pengguna khususnya saat sedang sibuk bermain karena telapak tangan atau ujung jari kepanasan.


Pada notebook unik ini, penempatan keyboard digeser hingga ke bagian bawah tanpa menyisakan ruang untuk palm rest seperti semestinya sebuah notebook. Anda yang mengikuti perkembangan Asus ROG khususnya Zephyrus pasti tidak heran karena desain seperti ini sudah dihadirkan pada Zephyrus versi pertama. Meski pada Zephyrus berikutnya, keyboard kembali digeser ke atas.

Selain untuk menyediakan kenyamanan bagi pengguna yang bermain game tanpa perlu khawatir jari atau telapak tangannya kepanasan, Asus berkilah, para gamers PC tentu juga sudah terbiasa bermain game di komputer desktop yang notabene keyboard-nya tidak punya palm rest. Pengalaman inilah yang dibawa ke notebook.


Tak hanya keyboard-nya yang ditata sedemikian rupa demi kenyamanan penggunaan. Asus pun menyediakan layar yang tidak biasa pada notebook ini. Ya. Layar 17,3 inci Full HD (1920x1080) IPS-level panel yang digunakan mendukung refresh rate 144Hz, response time 3ms, Optimus, G-SYNC, Pantone Validated dengan 100% sRGB. Dahsyat.


Berhubung Asus ROG Zephyrus S GX701GX menggunakan komponen bertenaga, yakni prosesor Intel Core i7-8750H serta grafis Nvidia GeForce RTX 2080 Max-Q design dengan 8GB GDDR6 VRAM, maka suhu tinggi yang dihasilkan oleh komponen-komponen tersebut harus dibuang semaksimal mungkin. Untuk itu, Asus juga menyediakan exhaust ke arah belakang notebook. Tak hanya di sisi kiri dan kanan bodinya.


Tak sampai di situ saja, saat notebook dibuka, engsel layarnya akan secara otomatis mengangkat bagian belakang notebook hingga sekitar 5 derajat.


Asus mengklaim, desain mengangkat seperti ini akan menambah daya sembur pendinginan hingga 32 persen lebih baik dibanding notebook gaming biasa.

Fitur
Ada satu fitur yang sangat unik disediakan Asus pada Zephyrus S GX701GX ini. Jika Anda lihat di bagian atas keyboard, tepatnya di atas tombol F1, tersedia sebuah scroll wheel aneh yang tidak biasa-biasanya ada pada sebuah laptop. Tetapi jangan salah, fitur yang tidak lazim ini merupakan pengatur tingkat kekerasan volume yang amat sangat bermanfaat, khususnya saat Anda sedang sibuk bermain game.

Berhenti sebentar untuk pergi ke menu setting atau ke desktop Windows 10 hanya untuk membesar-kecilkan volume suara tentu sangat mengganggu bukan? Nah, dengan scroll wheel ini, tinggal putar saja. Dari dalam game sekalipun, Anda bisa langsung mengubah tingkat kekerasan suaranya.


Buat Anda yang sudah pernah menggunakan seri ROG Zephyrus sebelumnya, fitur yang satu ini tidak aneh. Tetapi buat yang belum pernah mengetahuinya, Asus menempatkan touchpad pada notebook ini di sisi kanan. Lokasinya di tempat yang biasa kita menemukan numeric pad.

Nah, buat yang tetap butuh numeric pad, Asus bisa mengubah touchpad tersebut menjadi numeric pad. Inilah cikal bakal fitur number pad yang ada pada ZenBook seri UX333 dan UX433 yang juga belum lama ini diluncurkan ke pasaran Indonesia. Anda bisa mengaturnya lewat tombol yang tersedia di atasnya.


Fitur lain yang menjadi keunggulan Asus ROG Zephyrus S GX701GX adalah pendinginannya yang disebut dengan Active Aero Cooler (AAS). Selain body bawah notebook yang sediking mengangkat ke atas saat sedang digunakan, sistem pendinginan komponen yang terdapat di dalamnya pun tak kalah dahsyat.

Pertama, digunakannya lima heatpipe mengular di bawah permukaan untuk menarik panas tidak hanya dari CPU dan GPU, tetapi juga sirkuit pemasok daya. Desain ini diklaim mampu menjaga suhu komponen daya tetap berada di bawah 80°C, yang membantu meningkatkan keandalan notebook dalam jangka panjang.


Selain lima buah heatpipe, tersedia juga kipas ganda yang beroperasi dengan daya 12V yang memungkinkan mereka berputar lebih cepat dan meningkatkan aliran udara dibandingkan dengan kipas 5V biasa. Kipas-kipas ini menarik udara sejuk dari sistem AAS yang membuka di bawah dan menyejukkan bagian atas. Exhaust dipompa melalui empat outlet di tepi sasis, masing-masing dengan jalur yang memisahkan aliran udara hangat dengan lapisan udara dingin yang masuk dari AAS.

Dari sisi software, Anda juga bisa mengatur tingkat kebisingan kipas tersebut, tentunya tergantung kebutuhan ataupun aplikasi yang sedang Anda jalankan. Pilihannya ada mode Turbo untuk pendinginan maksimal, Balance untuk pendinginan memadai namun juga dengan tingkat kebisingan yang wajar, serta Silent, yang bisa menekan kebisingan hingga di bawah 35 desibel.


Untuk pengaturan dan kustomisasi lebih lanjut, Asus kini menggunakan antarmuka yang disebut dengan Armoury Crate yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan ROG Gaming Center yang umumnya tersedia pada notebook ROG versi terdahulu. Di Armoury Crate, kita bisa mengubah aura effect alias warna-warni backlit keyboard RGB sesuai keinginan, tampilan dan tone warna layar sesuai game atau aplikasi yang sedang kita jalankan, sampai mengubah dan mengatur kecepatan kipas CPU, performa dan kecepatan GPU dan lain-lain.

Baca juga:

Spesifikasi
Asus ROG Zephyrus S GX701GX merupakan notebook dengan spesifikasi monster yang disusun dalam dimensi yang tipis. Seluruh persyaratan spesifikasi sebuah notebook gaming dia miliki. Seluruh kebutuhan sebuah notebook untuk video editing dia punya. Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh 3D desainer dan modeller, juga ia punya.

Diperkuat kombinasi CPU-GPU dahsyat, yakni prosesor Intel Core i7 8750H generasi ke-8 yang bisa bekerja hingga 4,1GHz serta GPU mutakhir Nvidia GeForce RTX2080 8GB DDR5, laptop ini dijamin bisa menjalankan game apapun yang diinginkan penggunanya. Mau diajak video editing sampai rendering? Tidak takut!

Berikut ini spesifikasi Asus ROG Zephyrus S GX701GX:


Sebagai sebuah notebook monster, Asus tentunya tak hanya mengandalkan CPU dan GPU saja. Dari sisi RAM, tersedia memori sementara berbasis DDR4 2666MHz sebesar 24GB. Adapun untuk mempercepat performa notebook secara keseluruhan, harddisk sudah tak lagi digunakan dan digantikan secara penuh oleh sebuah SSD NVMe M.2 sebesar 1TB.

Yang juga dahsyat adalah layarnya. Layar 17,3 inci yang dipasang bukanlah layar biasa. Ia mampu menampilkan gambar dengan kecepatan 144Hz dengan response rate hingga 3 milidetik. Dijamin, game apapun yang dimainkan, video dengan kecepatan apapun yang diputar, Anda tidak akan melihat tampilan menjadi blur atau tidak tajam.


Tak hanya itu, layarnya yang meskipun hanya punya resolusi FullHD 1920 x 1080p biasa, merupakan layar IPS level tetapi Pantone Certified sera 100% sRGB. Artinya, warna-warna yang ditampilkan pada layar monitor bisa dipastikan akan sama dan akurat dengan warna-warna aslinya. Sertifikasi Pantone sebagai garansinya. Dengan demikian, tak hanya cocok untuk gamers, notebook ini juga cocok bagi para pelaku di industri video editing, grafis, desain ataupun motion picture.

Performa
Tidak valid tentunya membahas spesifikasi yang se-dahsyat itu tanpa membuktikan performanya dengan melakukan serangkaian test pengujian. Untuk itu, seperti biasa, notebook ini juga akan kami uji dengan berbagai software benchmark yang umum digunakan. Seperti apa performa sistem gaming kelas tinggi yang satu ini?

Untuk mengukur performa CPU, kita akan melakukan pengujian rendering 3D dengan software Cinebench R15. Selain itu juga akan mengukur performa prosesor secara single core ataupun multi-core dengan software GeekBench lalu mengukur performa sistem secara keseluruhan dengan PCMark 10. Pengujian performa grafis sintetik dilakukan dengan 3DMark Fire Strike serta simulasi game dengan Unigine Heaven. Berikut ini hasilnya:






Dari sisi performa CPU, prosesor Intel Core i7-8750H yang digunakan ROG GX701GX dapat bekerja dengan optimal dan meraih skor 1151 untuk CPU di Cinebench. Sebagai gambaran, prosesor yang sama persis yang digunakan MSI GE63 yang pernah kami coba beberapa waktu lalu, hanya meraih 1017 poin, alias 13% lebih rendah. Ini berarti, sistem pendinginan CPU milik Zephyrus S ini bekerja dengan lebih optimal.

Selama ini, Nvidia GeForce GTX1060 didapuk sebagai GPU yang pas untuk gaming. Performanya cukup memadai untuk game-game mutakhir, tetapi harganya pun masih relatif masuk akal. Jika dibandingkan dengan GTX1060 yang pernah kami coba, yang skor 3DMark Fire Strike segmen Graphics-nya mencapai 12 ribu poin lebih, pada RTX 2080 Max-Q, angkanya mencapai lebih dari 22 ribu. Artinya, selisih performanya mencapai 80 persen lebih. Artinya, kalau saat ini notebook gaming Anda menggunakan GTX1060, upgrade ke RTX2080 Max-Q sangatlah direkomendasikan, jika ada anggaran.

Kombinasi CPU dan GPU dalam pengujian aplikasi grafis sintetis juga menunjukkan performa yang dahsyat. Unigine Heaven Benchmark dengan preset setting Extreme mampu menghasilkan skor 3129 poin atau dengan rata-rata 124.2fps. Sangat smooth. Lalu, bagaimana performanya dalam game 3D sebenarnya?


Pengujian menggunakan game Shadow of the Tomb Raider, dengan preset Highest, game dapat dimainkan dengan sangat lancar. Frame rata-ratanya mencapai 89fps.


Pada game lainnya, yakni Final Fantaxy XV, menggunakan setting High Quality resolusi 1920x1080 Fullscreen, ROG Zephyrus S GX701GX mampu meraih skor 8649. Sebagai gambaran, berikut ini tabel peringkat performa CPU-GPU lain untuk perbandingan:


Saat menjalankan game Final Fantasy XV, performa Nvidia GeForce RTX 2080 Max-Q berada di antara RTX 2070 dan GTX 1080Ti. Lalu, bagaimana dengan temperatur prosesor dan grafis saat digunakan untuk bermain game?

Saat kami coba memainkan game Battlefield V, temperatur GPU bisa mencapai 67 derajat Celsius sementara CPU-nya bisa menembus angka 83 derajat Celsius. Dengan setting DirectX Raytracing aktif, sistem dapat menampilkan game secara rata-rata pada angka 75 frame per detik.


Memainkan PUBG yang sangat populer namun relatif lebih ringan dibandingkan Battlefield V, game bisa dimainkan dengan tingkat frama rate 91fps. Temperatur GPU dan CPU mencapai 65 derajat dan 79 derajat Celsius saja.


Lalu, bagaimana performa baterainya? Karena penasaran, kami coba melakukan pengukuran performa baterai Asus ROG Zephyrus S GX701GX menggunakan aplikasi Imtec Battery Mark yang memaksa sistem bekerja secara full load secara terus menerus.


Hasilnya, Imtec mencatat, jika notebook bekerja secara full load secara terus menerus, baterai mampu memasok daya hingga sekitar 1 jam 22 menit. Adapun jika digunakan secara normal dengan beban yang tidak terlalu berat, baterainya sanggup bertahan hingga 2 jam 33 menit.


Kesimpulan
Sebagai sebuah notebook game performa tinggi, Asus ROG Zephyrus S GX701GX merupakan perangkat yang sangat memadai dan diidam-idamkan sebagian besar gamers. Performanya sangat tinggi. Dimensinya tipis dan ringan. Punya fitur pendinginan yang hebat dan personalisasi backlit dan RGB yang sangat lengkap. Belum lagi layar dengan refresh rate serta response rate sangat tinggi.

Bagi para pengguna yang membutuhkan performa mumpuni tetapi dari kalangan non gaming, fitur 100% sRGB Pantone certified IPS level panel, akan sangat bermanfaat. Khususnya bagi mereka, para pekerja kreatif di bidang seni dan visual modern. Kendalanya memang harganya yang lebih dari Rp50 juta. Tetapi, kalau Anda gamers profesional atau content creator serius, dalam 1-2 tahun, karya yang dihasilkan lewat notebook ini bisa memudahkan Anda untuk balik modal.




Baca Juga:

Cara Cek Chipset Smartphone Android Secara Akurat

Smartphone merupakan perangkat yang memiliki banyak komponen penting, seperti prosessor, memori internal dan eksternal, graphic processing unig (GPU) dan lainnya. Salah satu bagian terpentingnya adalah prosessor. Komponen prosessor sendiri terdiri dari chipset yang memiliki beberapa buah core dengan clock speed yang mungkin berbeda-beda, dan juga GPU. Cara cek chipset smartphone Android dapat dilakukan dengan beberapa metode. Kegiatan mengecek chipset sendiri perlu dilakukan dalam rangka mengetahui spesifikasi perangkat keras yang terdapat di dalam smartphone. Apakah sesuai dengan standar atau resmi. Selain itu, dengan melakukan pengecekan, kita dapat mencegah penipuan yang mungkin terjadi. Berikut ini cara cek chipset smartphone Android yang mungkin bisa Anda lakukan pula pada smartphone Android Anda: Cara Cek Melalui Menu Pengaturan Ini merupakan cara pertama yang bisa kamu lakukan. Langkah-langkahnya adalah: Buka menu pengaturan di smartphone Android Anda Pilih S

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 –

Cara Mengatasi Adapter Wi-Fi yang Tidak Terdeteksi

Saat ini, penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone dan laptop sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. Penggunaan laptop sendiri mulai dari dipakai untuk bekerja, belajar sampai ke untuk kebutuhan hiburan.  Nah, untuk dapat terhubung ke dunia maya, perangkat laptop biasanya disambungkan ke Wi-Fi. Namun apa jadinya jika adapter Wi-Fi yang ada di laptop tidak terdeteksi sehingga pengguna tidak bisa terhubung ke internet? Nah, jangan panik dulu. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat Anda coba saat adapter Wi-Fi laptop Anda tidak mendeteksi access point dan tak bisa tersambung. Sebagai gambaran, ketersediaan adapter ini sangat penting karena digunakan untuk menerima dan menyampaikan data dari sinyal koneksi Wi-Fi. Jika keberadaannya tidak terdeteksi dan error tentunya hal tersebut akan membuat produktifitas pengguna menjadi terganggu karena tidak bisa terhubung ke internet. Ok, begini cara untuk mengatasi adapter Wi-Fi yang error dan tidak terdeteksi. 1. Disable

Perbandingan Unisoc Tiger T618 dengan MediaTek dan Qualcomm Sekelas

Chipset Unisoc sedang naik daun. Advan, salah satu produsen smartphone dan perangkat komputas mobile dalam negeri baru saja menghadirkan smartphone baru yang diperkuat prosesor tersebut. Adalah Advan GX, smartphone andalan teranyar Advan yang baru dirilis di harga kisaran Rp1,8 jutaan. Uniknya, alih-alih mengusung chipset besutan Qualcomm ataupun Mediatek, Advan menunjuk prosesor besutan Unisoc untuk memperkuat smartphone yang bersangkutan. Asal tahu saja, Unisoc ini sebelumnya dikenal dengan nama Spreadtrum Communications. Adapun prosesor yang dipilih untuk Advan GX adalah Unisoc Tiger T618. Prosesor ini sendiri sebenarnya sudah dirilis sejak Agustus 2019. Apa yang menarik pada prosesor ini? Lalu, apa bedanya dengan prosesor MediaTek dan Qualcomm Snapdragon sekelas atau setara? PerbandinganUnisoc Tiger T618 vs MediaTek dan Qualcomm Dari sisi teknologi, Unisoc Tiger T618 adalah prosesor octa-core yang terdiri dari dua core bertenaga berbasis ARM Cortex-A75 berkecepatan 2GHZ dan e

Cara Ganti dan Mengubah Warna Keyboard Laptop Acer Nitro 5

Acer Nitro 5 merupakan salah satu laptop gaming yang sangat populer di Indonesia. Buktinya, model laptop gaming yang satu ini terus diperbarui oleh pihak Acer agar terus dapat meraih perhatian para gamers. Ya, terbaru, laptop gaming Acer Nitro 5 bahkan sudah tersedia dalam versi dengan prosesor anyar baik dari Intel ataupun AMD yakni Core i 12th Gen dan juga Ryzen 6000 series. Sama seperti laptop gaming lain pada umumnya, Acer Nitro 5 ini juga punya fitur RGB lighting di bagian keyboard-nya. Yang menarik, keyboard tersebut mendukung 4-zone RGB lighting. Yang jadi pertanyaan bagi para pengguna awam seperti kita adalah, bagaimana cara ganti mengganti atau ubah mengubah warna keyboard laptop Acer Nitro 5 supaya tidak membosankan? Cara mengganti warna keyboard tersebut sebenarnya sangat mudah. Begini langkah-langkahnya: Cara Ubah Warna Keyboard Acer Nitro 5 Acer Nitrosense di laptop. Caranya bisa lewat shortcut aplikasi yang bersangkutan di Windows, atau dengan menekan tombol shortcu

Blue Proxy Unblock Websites Free VPN Proxy Browser

Panjang sekali nama aplikasi yang satu ini. Akan tetapi, sesuai namanya, fungsi software yang satu ini adalah untuk membuka blokir website-website melalui proxy browser lewat VPN. Anda butuh untuk mengakses situs-situs tertentu tetapi diblokir oleh internet service provider (ISP) Anda? Ya, meskipun bukan situs pornografi, beberapa website tidak dapat diakses dari Indonesia karena berbagai alasan. Untuk itu, Anda membutuhkan software seperti VPN atau proxy browser yang akan mengantar Anda ke situs-situs tujuan Anda tersebut. Salah satu dari sekian banyak aplikasi yang bisa Anda gunakan adalah Blue Proxy Unblock Websites Free VPN Proxy Browser. Di Google Play, aplikasi ini bisa di-download secara gratis. Download Blue Proxy Unblock Websites Free VPN Proxy Browser bisa dilakukan di sini . Ya, aplikasi berukuran 6,2MB ini sudah di-download oleh lebih dari 10 juta pengguna dari seluruh dunia. Yang menarik, 167 ribu orang di antaranya memberikan rating yang sangat bagus, yakni rata-ra

Advan AI Gen, Laptop AI Murah dengan AMD Ryzen 8000 Series

Setelah beberapa waktu vakum tidak menghadirkan model laptop terbaru, Advan Kembali menggemparkan pasar industry laptop di tanah air. Ya, produsen teknologi local tersebut meluncurkan Advan AI Gen. Advan AI Gen Ini adalah laptop terbaru dari Advan yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam merambah era kecerdasan buatan (AI) yang sedang marak saat ini. Sebagai informasi, dalam era AI, kehadiran Neural Processing Unit (NPU) sangat vital dalam sebuah perangkat. NPU, sebagai komponen spesialis dalam prosesor, dirancang khusus untuk menangani berbagai tugas AI secara efisien. Sebagai "otak" dari perangkat AI, NPU berfungsi menjalankan berbagai operasi matematika yang penting dalam pemrosesan data, pengenalan pola, dan pembelajaran mesin. Karena itu, Advan AI Gen juga dilengkapi dengan NPU yang tidak bisa dianggap enteng. Salah satu indikator penting untuk menilai kinerja NPU adalah performa dalam satuan Tera Operations Per Second (TOPS). TOPS mengukur seberapa cepat NPU dapat men

Vivobook S 15 S5507, Laptop Copilot+ PC Pertama dari Asus

Asus memperkenalkan Laptop AI pertama yang ditenagai oleh Snapdragon X Elite. Dalam sebuah event virtual bertajuk Next Level. AI Incredible, Asus Vivobook S 15 S5507 digadang-gadang merupakan laptop next gen AI PC atau istilah resminya, Copilot+ PC pertama di dunia dan menggunakan platform ARM on Windows. Menurut S.Y. Hsu, Co-CEO Asus, bagi perusahaan, peluncuran PC AI pertama yang didukung oleh Snapdragon X Elite adalah tonggak penting bagi. Pihaknya mengklaim bahwa perangkat seperti ini akan mengubah cara kita bekerja, belajar, berkreasi, dan bermain. “Bahkan jika Anda tidak berniat menggunakan fitur AI pada laptop masa depan Anda, chipset terbaru Qualcomm adalah teknologi yang menawarkan performa,” sebut Cristiano Amon, Presiden dan CEO Qualcomm dalam presentasinya. Lebih lanjut, Amon mengklaim bahwa performa kini mendapatkan standar baru dengan hadirnya Snapdragon X Elite di laptop AI berbasis Windows 11 dan Copilot. Dari sisi spesifikasi, yang paling mencolok dari laptop baru Asus

Perbedaan Performa Smartphone RAM 4GB, 6GB dan 8GB

Kapasitas RAM smartphone dengan sistem operasi Android saat ini sudah sedemikian besar. Beberapa bahkan sudah lebih besar dari kapasitas RAM notebook mainstream. Sebelumnya, smartphone Android mainstream hanya punya RAM 2GB sampai 3GB. Kini, smartphone mainstream dengan OS Android rata-rata sudah mulai berkapasitas 4GB. Lalu, bagaimana dengan smartphone premium ataupun flagship? Untuk perangkat-perangkat tersebut, RAM 4GB sudah jarang digunakan. RAM 6GB dan 8GB kini sudah menjadi semakin lumrah. Dalam setahun dua tahun ke depan, mungkin RAM 10GB untuk sebuah smartphone Android menjadi biasa-biasa saja. Yang jadi pertanyaan, apakah saat ini performa RAM yang sedemikian besar berarti juga peningkatan performa secara keseluruhan akan didapat? Khususnya pada smartphone flagship atau premium yang sudah menggunakan CPU mutakhir terbaik? Sebelum ini, kita sudah membuktikan bahwa peningkatan kapasitas RAM pada smartphone dengan prosesor mainstream tidak terlalu signifikan bedanya

Syarat Minimal Copilot+ PC untuk Laptop dan PC Desktop

Seperti diketahui, Microsoft, salah satu pemain utama di industri komputer telah menetapkan sejumlah syarat minimal untuk Copilot+ PC atau PC yang bisa disebut sebagai AI PC atau AI Laptop. Misalnya, RAM 16 GB sebagai persyaratan mendasar untuk PC yang memiliki fitur kecerdasan buatan (AI). Sebagai gambaran, PC dengan fitur AI ke depannya akan menjalankan berbagai fungsi AI terintegrasi, seperti Microsoft Copilot, chatbot AI yang dapat menjawab pertanyaan sehari-hari, menyusun draft email, menciptakan gambar dan lain-lain, yang diperkenalkan oleh Microsoft melalui sistem operasi Windows 11 versi 23H2. Microsoft Copilot sendiri pertama kali diperkenalkan sebagai Bing Chat pada 7 Februari 2023 dan kini menjadi bagian penting dari berbagai produk Microsoft. Sepanjang tahun 2023, Microsoft mulai menyatukan merek Copilot di berbagai produk chatbot miliknya. Menurut firma riset pasar TrendForce, kebutuhan akan RAM 16 GB atau lebih untuk mendukung operasi AI di PC diperkirakan akan semakin me