Review ZenFone 3 Max ZC553KL, Smartphone Android Baterai Besar

Asus punya varian smartphone yang cukup banyak. Untuk penggemar selfie, mereka punya Zenfone Selfie. Untuk penggemar fotografi, mereka punya Zenfone Laser. Untuk penggemar aktivitas outdoor, mereka punya Zenfone Max. Dan sekarang, mereka merilis varian terbaru dari Zenfone Max, yakni ASUS Zenfone 3 Max ZC553KL. Berikut ini ulasan kami.

Zenfone 3 Max sendiri sudah lebih dulu hadir di akhir 2016 lalu dengan ukuran 5,2 inci dan prosesor Mediatek. Varian terbaru, punya layar berukuran lebih lega yakni 5,5 inci dan prosesor lebih bertenaga dengan Qualcomm Snapdragon 430. Prosesor ini lebih mumpuni dibanding Zenfone 2 Max yang hadir di awal tahun 2016 lalu, dan Zenfone 3 Max ZC553KL merupakan suksesor dari Zenfone 2 Max ZC550KL.
Selain penggantian prosesor yang lebih bertenaga, RAM juga ditingkatkan menjadi 3GB. Kamera utamanya juga berubah menjadi 16MP. Dan tidak hanya sekadar naik resolusi, Zenfone 3 Max juga punya apa yang disebut dengan Tri-Tech AutoFocus yang terdiri dari Laser Auto Focus generasi kedua, Phase Detection Auto Focus, serta Continuous Auto Focus. Intinya, fokus lebih cepat, foto lebih tajam meski objek bergerak, dan lebih baik saat memotret pada kondisi pencahayaan kurang.

Tampak Premium dengan Desain Metal
ZenFone 3 Max ZC553KL dibalut dengan konstruksi aluminium alloy yang indah dengan elemen yang menambah cantik penampilan. Tak hanya itu, penggunaan material yang kuat juga membuatnya semakin nyaman dalam genggaman. Metode pembungkus jenis unibody membuat smartphone ini semakin tampak elegan namun kokoh.

Dari sisi body, ZenFone 3 Max ZC553KL diberi finishing permukaan aluminium yang diamplas menggunakan partikel berukuran 0,125 milimeter, serta sudut dan tepian yang membulat lembut. Material premium ini tidak hanya membuat smartphone tampak cerdas, tetapi juga membuatnya punya daya tahan yang lebih baik.

Untuk menambah kenyamanan saat disentuh, layar depan ASUS ZenFone Max ZC553KL juga menggunakan kontur yang disebut dengan 2.5D. Kontur yang membulat sangat halus ini menghasilkan teknik manufaktur yang sangat presisi. Sudut dengan kontur 2.5D itu, tak hanya membuat smarthone tampak lebih cantik, tetapi juga membantu layar kaca berpadu sempurna dengan diamond cut metallic chamfered edge dan menambah kenyamanan saat menggenggam unitnya.
 

Berhubung menggunakan desain unibody, ZenFone 3 Max ZC553KL tidak dapat dibongkar pasang casingnya. Untuk itu, di sebelah kiri body tersedia Micro SD dan SIM card tray. Pengguna dapat memasang dua buah SIM card (satu buah micro SIM dan satu buah nano SIM) ke dalamnya. Kombinasinya bisa diubah menjadi satu buah SIM card (micro SIM) dan sebuah MicroSD card untuk menambah kapasitas penyimpanan data.

Untuk membuka SIM card tray tersebut, pengguna cukup menusuk lubang yang tersedia di sana dengan SIM card ejector yang sudah disediakan di paket kemasannya. Kalau hilang, tenang saja. Tray penyimpanan ini masih bisa dibuka dengan menusukkan jarum atau paper clip. Adapun slot ekspansi penyimpanan itu sendiri dapat menampung kartu Micro SD hingga kapasitas 128GB.

Dibandingkan dengan ZenFone 3 Max berukuran 5,2 inci yang menggunakan softkey atau tombol virtual milik Android, ZenFone 3 Max ZC553KL sudah menggunakan tombol fisik yang ada di bagian dagu smartphone. Kelebihannya, ruang layar berukuran 5,5 inci yang tersedia kini dapat sepenuhnya digunakan oleh pengguna untuk menikmati konten ataupun menjalankan aplikasi.

Sensor Sidik Jari
Sama seperti model ASUS ZenFone 3 lainnya, ZenFone 3 Max ZC553KL dilengkapi dengan sensor sidik jari yang diposisikan secara nyaman di bagian belakang body, dekat ke bagian atas smartphone. Pada posisi ini, pengguna bisa menyentuh sensor fingerprint dengan telunjuk dan menempatkan jarinya dengan nyaman di sana.

Sensor sidik jari ini juga memungkinkan pengguna untuk membuka kunci pengamanan smartphone dengan mudah dan cepat, hanya dalam waktu 0,3 detik saja.

Tak hanya itu, fingerprint juga bisa digunakan untuk mengamankan aplikasi-aplikasi lain. Dan tak hanya satu, pengguna bisa mendaftarkan hingga 5 jari ke dalam sistem. Yang lebih menarik, posisi jari juga bisa diatur sedemikian rupa namun tetap dapat terdeteksi.

Fingerprint sensor ini juga sangat kuat namun nyaman digunakan. Flexible Printed Circuit dan Sensor IC yang disediakan dipercantik dengan penampang diamond cut untuk membuatnya semakin tampak elegan namun tetap lembut di jari, serta ditutup oleh lapisan smooth coating. Dengan demikian, fingerprint sensornya tetap dapat terjaga sensitivitasnya meskipun sudah berkali-kali digunakan untuk membuka kunci pengaman.

Warna-warna Cerah
ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL hadir dengan empat pilihan warna yang cerah namun elegan. Mulai dari Sand Gold, Glacier Silver, Rose Gold dan juga Titanium Gray. Untuk menyempurnakan penampilan, body berbahan aluminium alloy yang digunakan juga dipadankan dengan warna bezel tipis yang mengelilingi bagian display.

Baterai Maksimal
Dari pengujian internal, baterai jenis Lithium Polymer yang tertanam pada ZenFone 3 Max ZC553KL mampu bertahan hingga 38 hari saat dalam kondisi standby di jaringan 4G. Jika digunakan untuk berkomunikasi suara lewat jaringan Internet (Voice over IP - VoIP) berbasis 3G, baterainya mampu bertahan hingga 17 jam. Adapun untuk penikmat musik, baterai dapat memasok kebutuhan memutar musik selama 72 non stop. Sementara untuk video, kapasitasnya cukup untuk menonton selama 18 jam.

Masa aktif baterai yang luar biasa ini dimungkinkan oleh dua faktor. Penggunaan baterai berkapasitas besar, yakni 4.100mAh, dan juga modus optimalisasi baterai yang memudahkan pengguna untuk memilih setting yang paling tepat untuk berbagai aktivitas yang mereka lakukan.

Dengan baterai 4.100mAh, ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL juga merupakan salah satu smartphone dengan kapasitas baterai terbesar yang tersedia di pasaran saat ini. Ia terbuat dari sel lithium-polymer dengan densitas tinggi yang dibentuk dan dikemas agar muat dipasang di dalam body milik ZenFone 3 Max ZC553KL yang ringkas.

Adapun untuk lebih meningkatkan kemampuan daya tahan baterai, ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL juga menyediakan lima modus pilihan warna yang memungkinkan pengguna mengatur konsumsi energi sesuai dengan kebutuhan mereka saat itu. Pilihan yang tersedia adalah:

• Performance. Setting ini akan mengatur prosesor pada performa tertinggi dan juga layar pada tingkat kecerahan maksimal. Modus ini sangat cocok saat pengguna ingin bermain game ataupun memutar video baik online ataupun offline.

• Normal. Ini merupakan setting default dari Power Saver di ZenFone 3, termasuk ZenFone 3 Max ZC553KL. Modus ini akan secara cerdas mengatur performa CPU dan juga tingkat kecerahan layar untuk menghemat energi baterai.

• Power Saving. Selain mampu secara otomatis mengatur performa CPU dan juga tingkat kecerahan layar untuk menghemat energi baterai, modus ini juga dapat mematikan jaringan (mobile data dan juga WiFi), saat smartphone dalam kondisi sleep untuk lebih menghemat energi. Ia kemudian akan kembali terhubung ke jaringan saat layar dinyalakan kembali. Modus ini cocok saat pengguna akan beristirahat karena akan menghentikan seluruh notifikasi pesan sampai perangkat kembali diaktifkan.

• Super Saving. Cara kerja modus ini mirip dengan Power Saving tetapi satu langkah lebih lanjut untuk menutup seluruh fungsi jaringan, kecuali telepon, SMS dan alarm dengan tujuan untuk lebih jauh lagi dalam menghemat energi baterai. Modus ini dapat memperpanjang masa standby ZenFone 3 Max ZC553KL hingga mencapai 36 jam bahkan meskipun kapasitas baterai hanya tersisa 10 persen saja.

• Customized. Di sini pengguna bisa mengatur seluruh setting, mulai dari performa CPU, tingkat kecerahan layar dan juga fungsi-fungsi jaringan sesuai keinginan.


Yang menarik, pada ZenFone 3 Max kini juga tersedia fitur Smart switch. Gunanya, pengguna bisa mengandalkan smartphone untuk beralih secara otomatis ke modus penghematan energi lebih lanjut, tanpa perlu memilih secara manual modus yang diinginkan. Opsi Smart switch sendiri terdiri dari dua bagian. Switch by battery level atau Switch by schedule.

Pada modus Switch by battery level, smartphone akan secara otomatis bergeser ke opsi Power Saving, Super saving, ataupun Customized untuk masuk ke setting sesuai yang sudah diatur oleh penggunanya. Battery level yang diset pun bisa dipilih. Pengguna bisa memilih opsi 10% sampai 30% sebelum smartphone masuk ke modus penghematan yang kita pilih.

Opsi kedua adalah Switch by schedule. Opsi ini juga sangat menarik. Pengguna bisa mengatur kapan smartphone berada di modus Performance, kapan ia masuk ke modus Power saving, Super saving ataupun modus lainnya demi menghemat energi.

Sebagai contoh, misal pengguna tidur pukul 23.00 setiap malamnya dan kembali mulai beraktivitas pada pukul 08.00 setiap paginya, maka ia bisa mengatur agar di jam-jam tersebut, smartphone masuk ke modus Power Saving. Sementara di luar jam-jam tersebut, secara otomatis ZenFone 3 Max masuk ke modus Performance (misalnya). Ini tentu sangat bermanfaat bagi pengguna dan membuat smartphone kesayangannya menjadi lebih mengerti pola pemakaian sang pemilik.


Selain punya kapasitas baterai besar dan fitur penghemat energi, ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL juga bisa membagikan kapasitas energi yang ia simpan di baterainya ke perangkat lain. Dengan fitur reverse charging capability, smartphone ini dapat berubah fungsi pula menjadi sebuah powerbank.

Cara pemakaiannya mudah.  Pengguna cukup menghubungkan smartphone atau gadget lain yang akan diisi ulang menggunakan kabel USB on the go (OTG) yang disediakan pada paket penjualan dan kabel data yang juga sudah disediakan. Tancapkan ujung kabel data (micro USB) ke smartphone yang akan diisi, dan tancapkan ujung kabel USB OTG ke ASUS ZenFone 3 Max. Dengan demikian, daya yang masih dimiliki oleh baterai milik ZenFone 3 Max akan ditransfer ke smartphone yang akan kita isi.

Pengguna juga tidak perlu khawatir ZenFone 3 Max-nya kehabisan baterai. Dengan software yang dimiliki ASUS, ia akan mencegah ZenFone 3 Max mentransfer daya ke perangkat lain jika daya baterai yang ia miliki hanya tersisa tinggal 30 persen.

PixelMaster Camera
Kamera utama ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL yang punya resolusi 16 Megapixel dilengkapi dengan sistem Tri-Tech Autofocus yang dapat membant pengguna untuk mendapatkan fokus dengan lebih cepat dalam berbagai kondisi. Dengan demikian, mereka dapat membidik lebih baik dan mendapatkan foto yang lebih jelas dan tajam.

Tri-Tech Autofocus sendiri terdiri dari Laser Auto Focus generasi kedua, Phase Detection Auto Focus, serta Continuous Auto Focus.

Laser Auto-Focus adalah teknologi laser yang digunakan oleh smartphone untuk mendapatkan bidikan yang cepat terhadap suatu objek. Fitur laser Auto-Focus ini akan sangat membantu para fotografer mobile untuk berkarya dengan ASUS ZenFone 3. Khususnya saat mereka perlu mengabadikan momen berharga yang hanya berlangsung dalam sekejap.

Laser Auto-Focus juga bisa membantu kita untuk mendapatkan fokus secepat 0.03 detik sehingga kita tidak akan melewatkan momen sesingkat apapun. Kelebihan lainnya adalah, pada versi baru ini, jarak obyek yang bisa didapat dengan cepat mencapai 3x lebih jauh dibanding teknologi Laser Auto-Focus sebelumnya.

Pada Phase Detection Auto-focus, kamera menggunakan sensor untuk mendeteksi kontras dari cahaya yang masuk ke lensa. Mendeteksi kontras dilakukan dengan cara membelokkan cahaya dari lensa menggunakan cermin menuju dua buah sensor Auto-Fokus (bukan sensor foto).

Adapun Continuous Auto-Focus menggunakan Laser Auto-Focus untuk tetap secara realtime melakukan fokus terhadap objek yang ada di depan. Continuous Auto-Focus ini akan akan membantu pengguna untuk mengambil gambar obyek yang sedang bergerak dengan cara mendeteksi secara terus menerus tingkat kontras pada obyek.

Ketiga kombinasi teknologi Auto-Focus ini akan membuat kamera dapat mengambil obyek dengan fokus dalam kondisi apapun hanya dalam waktu 0,03 detik saja.

Dari sisi modus pemotretan, ZenFone 3 Max ZC553KL menyediakan banyak pilihan yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Low Light, QR Code, Night, Effect, Selfie, Panorama dan Time Lapse.  Adapun untuk kamera depan, moduse pemotretan yang tersedia adalah Beautification, Auto, Night, HDR Pro, Effect, Low Light dan Time Lapse. Beberapa yang menarik untuk diulas antara lain adalah:

Super Resolution Mode
Jika sedang menemukan kawasan atau obyek foto yang sangat indah, pengguna tentu ingin mengabadikannya dengan kualitas maksimal. Dengan modus super resolution, pengguna ZenFone 3 Max ZC553KL dapat mengambil foto resolusi tinggi hingga 64 megapixel.

Untuk mendapatkan foto dengan resolusi setinggi ini, ASUS menggunakan teknik image-processing khusus untuk menangkap lalu mengombinasikan empat buah foto resolusi 13 megapixel hingga didapatkan sebuah foto dengan tingkat ketajaman 4x lebih tinggi dengan detail yang jauh lebih baik dan tingkat noise yang lebih rendah.

Low Light Mode
Dalam kondisi ruangan berpencahayaan kurang, modus Low Light Mode milik ZenFone 3 Max ZC553KL dapat mengombinasikan empat pixel yang berdekatan pada sensornya untuk mengerjakan sebuah pixel yang besar yang punya sensitivitas cahaya yang lebih baik. Metode ini meningkatkan sensitivitas cahaya pada sensor hingga 400 persen.

Dengan demikian, pengguna akan bisa mengambil foto dalam kondisi remang-remang pada kecepatan shutter yang lebih tinggi untuk mencegah blur, atau tanpa menggunakan cahaya tambahan atau flash yang menyilaukan.

Meskipun menggunakan metode ini akan menurunkan resolusi foto hingga seperempat dari resolusi sensor aslinya, namun demikian akan lebih baik juka mampu mengambil foto dalam kondisi gelap daripada tidak bisa sama sekali. Tetapi jangan khawatir. Meskipun resolusinya menjadi turun, ZenFone 3 Max ZC553KL masih tetap sanggup memproduksi foto dengan resolusi 4 megapixel dengan teknik tersebut.

Berikut ilustrasi bagaimana ZenFone 3 Max mengambil foto dengan metode Low Light Mode:
Berikut ini contoh perbandingan foto dengan obyek yang sama, di kondisi yang sama, namun dengan modus pemotretan yang berbeda. Foto pertama diambil dengan menggunakan modus Auto, sedangkan foto kedua diambil menggunakan Low Light Mode. Silakan simak perbedaannya:

Auto
Low Light Mode
Menggunakan Low Light Mode, kamera masih dapat menangkap foto miniatur Optimus Prime di sisi atas mouse, sementara di setting Auto, nyaris tidak terlihat.

Panorama Mode
Modus ini merupakan mode yang paling sempurna untuk memotret pemandangan. Panorama memungkinkan pengguna menggeser kamera dari satu sisi sudut pandang sampai ke sisi lain. Di saat yang sama, kamera akan mengambil gambar dalam beberapa frame dan menjahitnya menjadi satu untuk menghasilkan foto panorama yang berukuran lebar.

Auto
Panorama
Foto di atas diambil dari posisi yang sama dengan jarak yang sama persis ke obyek. Namun saat mengambil foto panorama, kamera juga diarahkan ke kiri foto sehingga bisa menangkap obyek tanaman hias di yang dipajang di sebelahnya.

Yang menarik, saat pengguna akan mengambil foto panorama, ia tak hanya bisa digunakan untuk mengambil frame ke kiri dan kanan. Pengguna juga bisa mengarahkan kamera ke atas atau ke bawah untuk mendapatkan foto panorama dengan angle yang vertikal.

HDR Pro
Pada mode ini, ZenFone 3 Max ZC553KL secara cepat mengambil beberapa foto dari sebuah skenario. Ia kemudian akan menganalisa setiap pixel dan secara otomatis mampu memperterang daerah yang gelap, dan meredupkan area lain dari foto yang terlalu silau hingga 400 persen, demi menghasilkan gambar yang direproduksi dengan baik.

Saat mencoba fitur HDR di Zenfone 3 Max, kami berhasil mendapatkan detail obyek di bayangan matahari yang tepat mengarah ke kamera. Berikut ini perbandingan antara foto dengan fitur HDR aktif dan tidak.


Gambar kiri adalah foto dengan modus Auto (tanpa HDR). Titik fokus berada di gedung. Gambar kanan adalah foto dengan modus HDR, dengan posisi yang sama persis dan titik fokus juga sama, di gedung. Anda bisa lihat, dengan modus HDR, rumput erlihat lebih hijau, pepohonan terlihat lebih detil dan awan tidak terlalu silau, khususnya di posisi dekat matahari.

Beautification
Fitur ini sangat menarik karena tren memptret foto selfie sedang digandrungi oleh para pengguna smartphone di seluruh dunia, termasuk juga pengguna di Indonesia.

Mode Beautification tersebut akan meningkatkan hasil foto wajah secara langsung dengan berbagai efek make-up termasuk pelembut dan pencerah warna kulit, blush dan koreksi warna, memodifikasi bentuk mata, sampai meniruskan bentuk pipi.
  
Mengabadikan Momen Berharga Lewat Video
Tak hanya pada sektor fotografi, sektor kamera video pada ZenFone 3 Max ZC553KL juga sudah dioptimalkan. Untuk mendukung aktivitas pengguna saat merekam video, ASUS membenamkan teknologi yang disebut sebagai 3-Axis Video EIS (Electronic Image Stabilization). Teknologi EIS berfungsi untuk membuat perekaman gambar tetap stabil meski smartphone tidak ditempatkan pada dudukan atau tripod.

Cara kerjanya, sistem akan mendeteksi pergerakan lewat tiga sumbu (axis). Sumbu pertama adalah pitch atau pergerakan ke atas dan ke bawah. Sumbu kedua adalah yaw, atau pergerakan ke kiri dan ke kanan. Adapun sumbu ketiga adalah roll, yakni saat pengguna memegang smartphone, salah satu tangannya bergeser sedikit lebih tinggi dari yang lainnya, sehingga posisi kamera menjadi tidak lurus horizontal.

Dengan teknologi 3-Axis Video EIS, smartphone akan memperbaiki tangkapan gambar agar tetap stabil, tidak terguncang. Caranya, dengan menggunakan imaging prosesor yang bertenaga, ia akan membandingkan beberapa frame gambar yang sudah diambil dan menghilangkan gerakan yang berguncang tersebut.

Layar Cerah dan Tajam untuk Berbagai Kebutuhan
Sesuai namanya, ZenFone 3 ZC553KL memiliki layar berukuran 5,5 inci. Dibandingkan dengan ukuran penampang smartphone secara keseluruhan, layar tersebut menempati ruang (screen to body ratio) hingga sebesar 77,5 persen. Semakin besar angka screen to body ratio tersebut menggambarkan bagaimana produsen smartphone mampu menempatkan secara optimal komponen-komponen yang ada di dalam perangkat tersebut.

Kembali ke layar, ASUS menggunakan layar jenis In-Plane Switching (IPS) pada smartphone ini. Tujuannya adalah agar layar mampu tetap mereproduksi warna dengan baik meski pengguna melihat ke layar tersebut dari berbagai sudut, hingga 178 derajat. Artinya, dilihat dari samping sekalipun, tidak ada penurunan kualitas warna dari gambar yang ditampilkan di layar.

Tak hanya sampai di situ, layar IPS tersebut juga dilengkapi dengan LED yang punya tingkat kecerahan hingga 450 nits. Dengan kata lain, saat pengguna melihat tampilan smartphone di luar ruangan, bahkan di bawah terik matahari pun, konten masih bisa dilihat dengan nyaman dibandingkan dengan melihat konten dari perangkat lain yang tingkat kecerahan layarnya di bawah 450 nits.

Dengan layar resolusi Full HD, ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL  sangat nyaman untuk digunakan sebagai pemutar film ataupun menonton konten multimedia dari Internet. File video full HD ataupun streaming video dari YouTube, dapat diputar dengan kualitas tampilan optimal. Bagaimana jika digunakan untuk bermain game? Tenang saja. Layar tersebut mendukung multitouch hingga 10 jari sekaligus.

Performa Mumpuni dengan Octa Core
Smartphone masa kini dituntut untuk memiliki kinerja yang tinggi untuk menjalankan berbagai aplikasi, hingga kondisi multitasking. Tak pelak, komponen bertenaga mulai dari prosesor, chip grafis, RAM, storage, kemampuan layar dan lain-lain menjadi pertimbangan yang sangat berpengaruh bagi pengguna sebelum menjatuhkan pilihan.

Untuk mengotaki seluruh aktivitas, ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL diperkuat oleh prosesor octa core 64-bit berbasis ARM Cortex A-53 yakni Qualcomm Snapdragon 430 dengan kecepatan 1,4GHz. Ia ditemani oleh grafis Qualcomm Adreno 505 yang berjalan di kecepatan hingga 450MHz. Yang menarik, meski menawarkan performa mainstream, prosesor ini punya kinerja multi-tasking yang sangat efisien.

Ia menggunakan Hexagon 536 DSP (Digital Signal Microprocessor) yang didesain untuk beroperasi dengan energi yang lebih rendah, khususnya pada aplikasi yang berurusan dengan sinyal seperti audio, video, dan mobile broadband. Setiap sinyal analog dikonversi menjadi sinyal digital lalu kemudian diproses oleh DSP pada latency yang lebih rendah, dan pada akhirnya meningkatkan performa.

Dari sisi grafis, GPU Qualcomm Adreno 505 mampu menampilkan resolusi Full HD 1080p hingga 60 frame per second demi menghasilkan tampilan video berkualitas dengan mulus dan lancar. Untuk Application Programming Interface-nya, ia mendukung standar DirectX 11.2 dan OpenGL ES 3.1. Artinya, aplikasi 3D dan game-game terkini sudah dapat dimainkan tanpa masalah.

Nah, sejauh apa performa dari prosesor Qualcomm Snapdragon 430 tersebut? Sebagai gambaran, jika dibandingkan dengan pendahulunya, yakni Qualcomm Snapdragon 410, ia menawarkan peningkatan performa sekitar 10-15 persen. Jika dibandingkan dengan Snapdragon 615 yang si segmen middle high, peningkatan performanya mencapai 5-10 persen. Prosesor ini kurang lebih setara dengan Snapdragon 616 namun dengan efisiensi energi yang lebih baik.

Benchmark
Untuk mengetahui unjuk kerja smartphone ini dalam satuan benchmark, dan dapat dibandingkan dengan perangkat lain, kita perlu menggunakan aplikasi uji populer seperti AnTuTu, 3D Mark, PC Mark, Quadrant Standard, Vellamo dan Geekbench 4. Aplikasi-aplikasi tersebut sangat umum digunakan ketika ingin mengetahui sejauh pana performa smartphone yang bersangkutan dibanding perangkat lain.
Dikur menggunakan Vellamo, untuk kinerja single core, ZenFone 3 Max yang menggunakan prosesor octa-core Qualcomm Snapdragon 430 menawarkan performa yang lebih baik dibanding prosesor Mediatek MT6752M. Untuk performa multi core, kinerja prosesornya bahkan lebih baik dibandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 805.

Menggunakan Geekbench 4, dari sisi komputasi, prosesor yang digunakan ZenFone 3 Max ZC553KL memberikan unjuk kerja yang lebih baik dibanding prosesor Nvidia Tegra 3, Qualcomm Snapdragon 801 dan Exynos 5410 Octa. Dalam kondisi multi tasking, performanya juga lebih baik dibanding Snapdragon 800 dan 808.

Untuk aplikasi grafis seperti 3D Mark, ZenFone 3 Max juga mampu memperlihatkan kinerja yang baik dengan mencatat poin 5.544. Pada pengujian dengan aplikasi AnTuTu, skor 43.968 poin yang didapat menggambarkan bahwa smartphone ini menawarkan performa yang cukup baik dibandingkan dengan smartphone lain yang dipasarkan di harga lebih mahal.

Terakhir, yang paling menarik untuk diketahui tentunya adalah pengujian masa aktif baterai. Bagi banyak orang, mengetahui seberapa lama sebuah smartphone dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari merupakan hal yang menentukan saat akan memilih smartphone. ASUS ZenFone 3 Max merupakan perangkat yang punya keunggulan di bidang ini.

Untuk mengetahui hal tersebut, caranya adalah dengan menggunakan aplikasi PCMark for Android. Software benchmark ini mampu mengukur dengan aplikasi real-world dan aktivitas-aktivitas apa saja yang biasa digunakan oleh pengguna dalam kegiatan mereka sehari-hari. Ia menyampurkan berbagai macam pekerjaan yang berbeda, memberi beban pada berbagai komponen smartphone, dan memberi gambaran yang baik seberapa jauh baterai mampu bertahan saat pengguna melakukan banyak hal dengan smartphone miliknya.

Dari pengukuran, PCMark menyebutkan bahwa baterai ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL mampu memasok daya hingga 11 jam 49 menit jika digunakan untuk melakukan banyak hal secara terus menerus. Angka ini sangat menarik, mengingat smartphone lain pada umumnya hanya menawarkan masa aktif baterai antara 5 jam sampai 6 jam jika aktif digunakan terus menerus.

Kesimpulan
Dari uji coba di atas, ASUS ZenFone 3 Max memang bukan smartphone dengan spesifikasi tertinggi yang tersedia di pasar. Namun demikian, ia punya performa yang cukup layak dan sangat kaya fitur menarik khususnya yang berkaitan dengan baterai, baik daya tahan, kemampuan untuk berbagi serta tambahan fitur penghematan energi. Dari sisi kamera, teknologi auto-focus dan dukungan stabilisasi foto atau video pun layak diacungi jempol.

Akhir kata, jika Anda membutuhkan smartphone untuk mendukung kegiatan sehari-hari Anda, apalagi jika Anda sering berada di luar ruangan, ASUS ZenFone 3 Max bisa jadi jawabannya. Harganya juga relatif terjangkau yakni di Rp3.099.000, meski di pasaran Anda bisa mendapatkannya di harga Rp2,9 juta atau bahkan di bawahnya.

Tidak ada komentar