Samsung Electronics dan SK Hynix menggelontorkan investasi besar untuk meningkatkan produksi semikonduktor. Namun, lonjakan permintaan DRAM dan High-Bandwidth Memory (HBM), terutama dari industri AI, membuat krisis pasokan memori global diperkirakan masih berlangsung hingga 2030.
Menurut DigiTimes, kedua raksasa memori Korea Selatan tersebut mengalokasikan total sekitar €74 miliar untuk peralatan manufaktur sepanjang 2026. Meski demikian, sebagian besar tambahan kapasitas produksi baru diperkirakan belum tersedia hingga 2028 atau setelahnya. Pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan waktu bertahun-tahun, sementara pengadaan mesin produksi canggih juga menghadapi antrean panjang.
Samsung memperkirakan pasokan memori masih ketat hingga 2028. Perusahaan tengah menambah ruang cleanroom dan memperluas infrastruktur manufaktur, tetapi kenaikan biaya konstruksi serta keterlambatan pengiriman peralatan membatasi pertumbuhan kapasitas.

SK Hynix bahkan memperkirakan permintaan memori dapat melampaui pasokan hingga 2030. Lebih dari separuh kapasitas produksi yang direncanakan untuk 2027 dan 2028 telah tercakup dalam perjanjian jangka panjang. Negosiasi dengan pelanggan juga mengindikasikan hampir seluruh produksi DRAM dan HBM berpotensi terserap hingga 2029.
Permintaan HBM memperburuk kondisi karena produksinya membutuhkan die silikon lebih besar, tahapan pemrosesan tambahan, dan teknologi pengemasan yang kompleks. Akibatnya, kapasitas produksi yang seharusnya dapat digunakan untuk DRAM konvensional ikut terserap. Produsen pun cenderung memprioritaskan pelanggan pusat data AI yang bersedia membayar lebih tinggi dibandingkan pasar PC konsumen.
Samsung dan SK Hynix memang sedang memperluas fasilitas produksi, termasuk pabrik Samsung di Taylor, Texas, serta fasilitas SK Hynix di Yongin dan Cheongju. Namun, sejumlah proyek baru baru akan beroperasi menjelang akhir dekade. SK Hynix, misalnya, menargetkan cleanroom pertama fasilitas NAND M17 dibuka pada Desember 2028 dan pabrik DRAM Yongin Y2 pada Juni 2029.
Kondisi ini berpotensi membuat produsen PC dan laptop menghadapi biaya komponen lebih tinggi serta pasokan yang tidak menentu. Perjanjian jangka panjang dengan pelanggan besar juga membuat semakin sedikit chip tersedia di pasar terbuka. Dengan kapasitas baru yang belum siap dalam waktu dekat, tekanan harga memori diperkirakan masih membayangi industri komputer selama beberapa tahun mendatang.
