Pernyataan Frank Heemskerk, eksekutif ASML, membuka sebuah paradoks tajam dalam ambisi Eropa membangun kedaulatan industri semikonduktor: benua ini nyaris tidak membeli apa pun dari perusahaan pembuat mesin litografi terbesar dunia tersebut.
Sepanjang kuartal pertama dan kedua 2026, kontribusi Eropa terhadap pendapatan ASML tercatat nol persen, anjlok dari satu persen sepanjang 2025, dan melanjutkan tren penurunan sejak 2022 (dua persen), 2023 (empat persen), hingga 2024 (lima persen).
Data ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar soal pendanaan pembangunan pabrik chip baru, melainkan ketiadaan permintaan nyata dari pembeli chip di kawasan tersebut sendiri.

Heemskerk mengusulkan solusi berupa mempertemukan pembeli chip besar Eropa dengan produsen lokal, dengan harapan komitmen sourcing domestik akan mendorong pembangunan fasilitas produksi baru.
Namun, klaimnya bahwa tidak ada pabrik chip yang sedang dibangun di Eropa terbukti berlebihan. Intel mengoperasikan pabrik besar di Irlandia, sebuah usaha patungan yang didukung TSMC tengah membangun fasilitas dekat Dresden, dan Infineon baru saja meresmikan pabrik senilai 5 miliar euro di kota yang sama pada Juli lalu.
Persoalan intinya justru terletak pada jenis pabrik-pabrik tersebut. Proyek-proyek itu bukan fasilitas leading-edge yang membutuhkan mesin EUV termahal milik ASML, sehingga Eropa tetap bisa memperluas kapasitas produksi chip tanpa harus membeli peralatan paling canggih yang ingin dijual ASML.
Lebih jauh lagi, bahkan chip yang diproduksi di pabrik-pabrik Eropa itu sendiri kerap harus dikirim keluar benua untuk proses pengemasan (packaging), salah satu tahap akhir krusial sebelum chip siap digunakan oleh industri.
Kondisi ini menegaskan bahwa visi rantai pasok semikonduktor yang sepenuhnya mandiri di Eropa jauh lebih rumit diwujudkan daripada sekadar mengumumkan proyek pabrik baru. Tanpa permintaan domestik yang kuat dari industri dan pembeli lokal, serta tanpa ekosistem pendukung yang lengkap seperti fasilitas packaging, investasi pada fabrikasi chip saja tidak akan cukup untuk memutus ketergantungan Eropa pada rantai pasok semikonduktor global.
