Apple M6 membawa peningkatan performa yang cukup besar pada Mac mini, khususnya untuk beban kerja artificial intelligence (AI). Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan YouTuber Alex Ziskind, Mac mini M6 menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan generasi M4 dalam pemrosesan model AI lokal.
Dalam pengujian Qwen3.5-9B 4-bit, M6 mencatat kecepatan pemrosesan prompt mencapai 742 token per detik, sedangkan M4 hanya 210 token per detik. Artinya, M6 memiliki kecepatan sekitar 253,3 persen lebih tinggi.
Untuk token generation, M6 menghasilkan 26,9 token per detik, dibandingkan 18 token per detik pada M4. Perbedaannya mencapai sekitar 49,4 persen.

Keunggulan M6 juga terlihat pada pengujian llama-benchy. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan token pertama hanya 0,72 detik, sementara M4 membutuhkan 2,5 detik. Pada pengujian pembuatan gambar menggunakan FLUX.1, M6 menyelesaikan proses dalam 36 detik, sedangkan M4 membutuhkan 94 detik. Dengan demikian, M6 mampu memangkas waktu rendering sekitar 61,7 persen.
Lonjakan tersebut tidak hanya berasal dari peningkatan arsitektur. M6 memiliki bandwidth unified memory lebih tinggi dan menambahkan Neural Accelerator pada masing-masing dari 12 GPU core, yang membantu meningkatkan performa untuk beban kerja AI.
M6 Mac mini juga mendukung konfigurasi unified memory hingga 32 GB, sehingga dapat menjalankan model Qwen3.8-27B yang tidak dapat dijalankan pada M4 Mac mini dengan konfigurasi pengujian tersebut.
Menariknya, peningkatan performa tersebut hadir bersama konsumsi daya yang lebih rendah. Mac mini M6 tercatat menggunakan sekitar 38 watt, sementara M4 membutuhkan 44 watt.
Namun, peningkatan tersebut memiliki konsekuensi harga. Model dasar M6 dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 256 GB tercatat sekitar US$879,99, hampir US$300 lebih mahal dibandingkan harga awal M4 sebesar US$599.
