Langsung ke konten utama

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg.

Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi.

Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1

Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI.

Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpanannya menggunakan dua slot SSD PCIe 4.0 dengan kapasitas hingga 2TB. Konfigurasi ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan maupun pengguna profesional yang membutuhkan kapasitas penyimpanan dan memori lebih besar.

Layarnya menggunakan panel 14 inci WUXGA 1920 x 1200 dengan rasio 16:10, desain NanoEdge, lapisan anti-glare, serta sertifikasi TÜV Rheinland. Rasio layar tersebut memberikan area kerja vertikal lebih luas untuk dokumen, spreadsheet, dan aplikasi bisnis.

Dari sisi konektivitas, Asus ExpertBook P3 G1 memiliki Thunderbolt 4, USB Type-C, USB Type-A, HDMI 2.1 TMDS, RJ45 Gigabit Ethernet, dan jack audio 3,5 mm. Untuk koneksi nirkabel tersedia Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.4.

Desain Ringkas dan Tahan Lama

Salah satu keunggulan Asus ExpertBook P3 G1 adalah perpaduan antara portabilitas dan ketahanan. Bobotnya mulai 1,43 kg, sementara bodinya menggunakan warna Misty Grey dengan lapisan logam tahan gores.

Laptop ini juga telah memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H, yang menjadi salah satu fitur penting untuk perangkat bisnis yang digunakan secara mobile.

Asus membekali laptop ini dengan teknologi ExpertCool untuk membantu menjaga temperatur ketika perangkat digunakan dalam beban kerja berkelanjutan. Sistem pendinginan tersebut mengarahkan pembuangan panas ke bagian belakang sehingga area tangan tetap lebih nyaman saat menggunakan mouse.

Keyboard dengan key travel 1,5 mm dan touchpad berukuran lebih besar turut dirancang untuk menunjang pekerjaan yang membutuhkan aktivitas mengetik dalam waktu lama.

Fitur AI untuk Produktivitas dan Meeting

Asus ExpertBook P3 G1 tidak hanya mengandalkan prosesor Intel Core Ultra. Laptop ini juga membawa rangkaian fitur Asus MyExpert yang ditujukan untuk membantu produktivitas pengguna.

Salah satunya adalah AI ExpertMeet, yang dapat membantu merekam dan merangkum rapat, menyediakan penerjemahan secara real-time, serta menggunakan teknologi smart noise cancellation untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam meeting online.

Kombinasi NPU Intel AI Boost dan fitur AI tersebut membuat Asus ExpertBook P3 G1 relevan untuk pola kerja modern yang semakin banyak memanfaatkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Keamanan Kelas Bisnis

Untuk pengguna perusahaan, keamanan data menjadi salah satu aspek penting. Asus ExpertBook P3 G1 dilengkapi Asus ExpertGuardian, fingerprint sensor, serta TPM 2.0 untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap data bisnis dan pribadi.

Laptop ini juga memiliki kamera 1080p dengan privacy shutter sehingga pengguna dapat memberikan perlindungan fisik tambahan ketika kamera tidak digunakan.

Asus turut menyediakan Asus Business Support dengan layanan perbaikan on-site, bantuan teknis khusus, dukungan 24/7, serta garansi hingga tiga tahun, termasuk untuk baterai dan adapter charger.

Harga Asus ExpertBook P3 G1 di Indonesia

Harga Asus ExpertBook P3 G1 di Indonesia mulai Rp14.699.000 untuk konfigurasi Intel Core Ultra 5 225H, RAM DDR5 8GB, dan SSD 256GB.

Berikut pilihan harganya:
  • Intel Core Ultra 5 225H, DDR5 8GB, SSD 256GB: Rp14.699.000
  • Intel Core Ultra 5 225H, DDR5 8GB, SSD 512GB: Rp15.799.000
  • Intel Core Ultra 7 255H, DDR5 8GB, SSD 512GB: Rp18.099.000
  • Intel Core Ultra 7 255H, DDR5 16GB, SSD 512GB: Rp20.099.000
Dengan harga tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menempatkan diri di segmen laptop bisnis kelas menengah hingga premium, dengan nilai utama pada ketahanan, kemampuan upgrade, keamanan, dan dukungan layanan bisnis.

Kesimpulan

Asus ExpertBook P3 G1 adalah laptop bisnis Intel Core Ultra yang mengutamakan produktivitas, keamanan, ketahanan, dan mobilitas. Dukungan RAM hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, bobot mulai 1,43 kg, MIL-STD-810H, serta fitur AI ExpertMeet membuatnya ditujukan untuk kebutuhan kerja profesional modern.

Untuk perusahaan, pekerja hybrid, profesional, dan tenaga pendidik yang membutuhkan laptop bisnis Asus dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan lengkap, ExpertBook P3 G1 menawarkan kombinasi hardware dan layanan yang cukup komprehensif.

FAQ singkat: Asus ExpertBook P3 G1 menggunakan Windows 11 Pro/Home 64-bit, tersedia dengan Intel Core Ultra 5 225H hingga Core Ultra 7 255H, RAM hingga 64GB, dual SSD hingga 2TB, dan harga mulai Rp14.699.000 di Indonesia.

Postingan Populer

Core i9-14900K Kembali Bermasalah, Pengguna Klaim Sudah Ganti CPU Empat Kali

Masalah stabilitas yang menghantui prosesor Intel Core i9-14900K tampaknya belum sepenuhnya berakhir. Meski Intel telah merilis pembaruan microcode melalui BIOS untuk mengatasi persoalan degradasi dan ketidakstabilan pada prosesor generasi ke-13 dan ke-14, seorang pengguna Reddit mengklaim telah mengganti Core i9-14900K miliknya hingga tiga kali dan kini menghadapi gejala serupa pada unit pengganti keempat. Pengguna dengan akun u/unvac tersebut menjalankan sistem dengan konfigurasi kelas atas, termasuk GeForce RTX 5090 dan RAM DDR5-6000 CL28 berkapasitas 64GB. Ia juga mengaku telah memperbarui BIOS motherboard serta menggunakan pengaturan default Intel, termasuk menonaktifkan opsi “Enforce All Limits”.  Sayangnya, sistem kembali mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan kode 0xC0000005, salah satu error yang sebelumnya dikaitkan dengan masalah stabilitas CPU Intel generasi tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena BIOS dan microcode terbaru seharusnya membantu mengurangi ri...

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

AMD Dikabarkan Siapkan APU Gainsborough, Calon Otak Steam Deck 2

AMD kembali dikaitkan dengan calon penerus Steam Deck, setelah rumor terbaru menyebut perusahaan sedang mengembangkan prosesor semi-custom dengan kode nama Gainsborough. Jika rumor ini benar, chip tersebut berpotensi menjadi fondasi hardware untuk Steam Deck 2, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari AMD maupun Valve. Informasi ini berasal dari leaker Moore’s Law Is Dead yang menyebut Gainsborough dibuat menggunakan proses fabrikasi TSMC N3P 3nm dan kemungkinan menggabungkan arsitektur CPU Zen 6 dengan GPU RDNA 5. Nama kode tersebut menarik perhatian karena Steam Deck generasi pertama menggunakan APU bernama Aerith, yang merujuk pada karakter Aerith Gainsborough dari Final Fantasy VII. Keberadaan Gainsborough disebut mendapat dukungan dari data driver AMD dan catatan pengiriman perangkat keras. IT Home melaporkan kode tersebut muncul dalam data driver AMD Adrenalin 26.9.2, sementara catatan bea cukai menunjukkan perangkat uji dengan nama Gainsborough dikirim dari Asia pada Ju...

Qualcomm Resmi Rilis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Tinggalkan Nama "Pro"

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sekaligus meninggalkan label "Pro" yang biasa disematkan pada varian tertinggi chipset-nya. Kedua chipset diproduksi menggunakan proses litografi 2nm milik TSMC dan dibekali sederet peningkatan signifikan. Pada klaster CPU, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengusung dua core Prime custom Oryon berkecepatan 5,00GHz dan enam core Performance hingga 4,00GHz, didukung 16MB Oryon Flex Cache. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, chip ini menghadirkan peningkatan performa CPU 13 persen dengan efisiensi daya 37 persen lebih baik, serta lonjakan performa GPU 44 persen dengan efisiensi 40 persen lebih baik. Di sisi NPU, performa meningkat 35 persen dengan efisiensi AI per-watt 33 persen lebih baik. Hexagon NPU dirombak dengan Element Accelerator baru, dilengkapi Hexagon Direct Link serta Micro Tile Inferencing. Kapasitas memori bersama yang 50 persen lebih besar memungkinkan chip ini menjalan...

Apple Klaim Perangkatnya Kini Mampu Jalankan Model AI Raksasa Secara Lokal

Apple mengungkap bahwa memori yang lebih cepat serta dua unit Neural Engine pada perangkat terbarunya secara signifikan meningkatkan kemampuan menjalankan model AI berukuran besar secara lokal, tanpa bergantung pada layanan cloud. Dalam sebuah slide presentasi bertema "Enabling a Full Range of Local AI Inference," Apple memetakan kemampuan lini produknya, mulai dari iPhone dan iPad hingga Mac Studio, berdasarkan kapasitas memori, bandwidth, dan jumlah parameter aktif model AI yang bisa dijalankan.  iPhone dan iPad dengan 16GB unified memory disebut mampu menjalankan model dengan 14 miliar parameter aktif, meski bandwidth memori yang diklaim Apple, 76GB/s, sudah dilampaui chip A20 Pro yang mencapai 115,2GB/s. MacBook Air dan Mac mini, dengan memori hingga 64GB dan bandwidth hingga 307GB/s, sanggup menjalankan model hingga 70 miliar parameter. MacBook Pro kelas atas berbekal 128GB unified memory dapat menangani model 120 miliar parameter, setara laptop RTX Spark dengan kapasita...