Googlebook dan Chromebook sama-sama menyasar pengguna laptop yang membutuhkan perangkat ringan dan terintegrasi dengan layanan Google. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada sistem operasi, dukungan hardware, serta kemampuan kecerdasan buatan. Jika Chromebook dibangun di atas ChromeOS, Googlebook hadir dengan Googlebook OS yang dirancang dengan integrasi Gemini lebih dalam.
Hardware Lebih Beragam
Chromebook umumnya menggunakan prosesor kelas hemat daya seperti Intel Celeron, Pentium, Core, AMD Ryzen, MediaTek, hingga Snapdragon. Spesifikasinya sangat beragam dan banyak model berada di kelas entry-level hingga menengah.
Googlebook memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan laptop modern. Lini yang diperkenalkan Google menggunakan Intel Core Ultra Series 3, Qualcomm Snapdragon X Elite, dan SoC MediaTek. Konfigurasinya juga relatif tinggi, misalnya Acer Googlebook 14 menawarkan Core Ultra 5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar OLED 2,8K.
Artinya, Googlebook tampaknya dirancang untuk membawa kemampuan komputasi dan AI yang lebih tinggi dibandingkan Chromebook pada umumnya.

Googlebook OS vs ChromeOS
Perbedaan paling penting berada pada sistem operasi. Chromebook menggunakan ChromeOS, yang berfokus pada browser, aplikasi web, aplikasi Android, serta layanan cloud Google.
Googlebook menggunakan Googlebook OS, dengan Gemini menjadi bagian yang lebih terintegrasi ke dalam sistem. Google memperkenalkan Magic Pointer yang memungkinkan pengguna memanggil kemampuan Gemini melalui pointer, termasuk untuk membuat jadwal, menganalisis email mencurigakan, dan mengolah gambar.
Googlebook juga mendukung aplikasi Android, sehingga pengguna tidak perlu mengandalkan emulasi untuk menjalankan aplikasi mobile.
Fitur AI dan Gaming
Chromebook sudah mendukung berbagai fitur AI Google, tetapi Googlebook menjadikan Gemini sebagai salah satu fondasi pengalaman pengguna. Pengguna bahkan dapat membuat widget melalui Gemini.
Di sisi gaming, Chromebook bergantung pada dukungan aplikasi dan layanan yang tersedia di ChromeOS. Googlebook dapat menjalankan game mobile melalui Google Play, sementara game AAA masih lebih banyak mengandalkan cloud gaming seperti GeForce Now.
Dengan demikian, perbedaan Googlebook dan Chromebook bukan sekadar nama baru. Googlebook lebih diarahkan sebagai platform laptop dengan integrasi AI yang lebih dalam, sedangkan Chromebook tetap berfokus pada ekosistem ChromeOS dan layanan cloud Google.
