Laptop berbasis Intel Wildcat Lake mulai bermunculan di pasar, tetapi debut awalnya justru menunjukkan betapa agresifnya vendor mendorong platform entry-level baru ini ke segmen laptop murah berbasis AI PC.
Salah satu produk pertama yang muncul adalah THT 14SE dari China, yang sudah dipasarkan melalui JD.com dengan prosesor Intel Core 3 304. Chip tersebut merupakan varian paling rendah di lini Wildcat Lake. Konfigurasinya hanya mengandalkan satu Performance Core Cougar Cove dan empat Low-Power Efficiency Core Darkmont.
Secara teknis, pendekatan ini memang dirancang untuk efisiensi daya dan workload ringan, tetapi sulit untuk mengabaikan fakta bahwa Intel kini mulai membawa konsep hybrid core ekstrem ke kelas laptop murah.

THT 14SE sendiri hadir dengan spesifikasi yang sangat mendasar. Laptop ini menggunakan layar 14 inci resolusi 1200p 60Hz, RAM 12GB, serta SSD 256GB. Konfigurasi ini cukup untuk kebutuhan kantor, belajar, atau multimedia ringan, tetapi terasa minim untuk perangkat yang dibanderol sekitar 3.499 Yuan atau sekitar US$515. Bahkan, varian 16GB RAM dan SSD 512GB diperkirakan bakal menembus harga di atas US$600.
Yang menarik, Intel tampaknya mulai memosisikan Wildcat Lake sebagai jawaban terhadap laptop ARM murah seperti Apple MacBook Neo. Namun secara value, pendekatan Intel masih menghadapi tantangan besar. Laptop x86 memang menawarkan kompatibilitas software lebih luas, tetapi efisiensi daya dan performa per watt ARM tetap menjadi ancaman serius.
Di sisi lain, spesifikasi Wildcat Lake yang muncul sejauh ini memperlihatkan bahwa Intel sedang mencoba menekan biaya produksi sambil tetap membawa branding AI PC ke kelas bawah. Masalahnya, pasar entry-level saat ini tidak hanya menuntut label AI, tetapi juga kombinasi performa, baterai, dan harga yang benar-benar kompetitif.

