Harga SSD terus bergerak ke arah yang sulit diterima akal sehat. Akan tetapi, kenaikan terbaru yang didorong oleh Samsung dan Kingston menambah tekanan pada pasar storage konsumen, dengan penyesuaian harga dilaporkan melampaui 10 persen di berbagai lini produk.
Langkah ini bukan sekadar koreksi kecil. Distributor telah menerima pemberitahuan resmi mengenai kenaikan harga, yang mencakup hampir seluruh portofolio SSD.
Model populer seperti Samsung 990 PRO kini berada di jalur harga yang semakin tinggi. Dari sebelumnya hanya di kisaran ratusan dolar menuju angka yang sebelumnya hanya ditemui di segmen SSD kelas enterprise.

Yang menarik, lonjakan ini terjadi dalam waktu relatif singkat. Dalam setahun, harga SSD kelas atas melonjak hingga beberapa kali lipat. Kenaikan tersebut sulit dijelaskan hanya dengan permintaan retail biasa, mengindikasikan adanya tekanan di sisi hulu, khususnya pasokan NAND flash yang semakin ketat.
Situasi ini diperparah oleh pergeseran prioritas industri. Permintaan dari infrastruktur AI dan data center kini menyedot sebagian besar suplai memori, membuat pasar konsumen menjadi prioritas sekunder. Produsen lebih memilih memenuhi kontrak server bernilai besar dibandingkan menjaga harga tetap kompetitif untuk pengguna PC rumahan.
Dampaknya mulai terasa luas. Perakitan PC gaming menjadi semakin mahal, terutama karena storage tidak lagi bisa ditekan ke kapasitas minimal. Game modern menuntut ruang besar, sehingga SSD di bawah 1TB semakin tidak relevan. Di sisi lain, vendor OEM juga mulai meneruskan kenaikan biaya ini ke harga perangkat jadi, mempersempit opsi bagi konsumen.
Jika tren ini berlanjut, pasar SSD berisiko mengalami “normal baru” dengan harga tinggi yang bertahan lama. Tanpa intervensi dari sisi produksi atau penambahan kapasitas NAND secara signifikan, konsumen kemungkinan harus menunda upgrade atau membayar jauh lebih mahal untuk performa yang sebelumnya dianggap standar.

