TSMC menunjukkan kepercayaan diri tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik, dengan tetap menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2025 dan mempercepat ekspansi kapasitas. Di saat konflik Iran memicu kekhawatiran rantai pasok global, raksasa manufaktur chip ini justru melihatnya sebagai “noise” di balik gelombang besar permintaan AI.
Perusahaan yang menjadi tulang punggung produksi bagi klien seperti Nvidia dan Apple kini memperkirakan pendapatan akan tumbuh lebih dari 30 persen tahun ini, sedikit lebih optimistis dari proyeksi sebelumnya.
CEO C. C. Wei bahkan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengecek ulang ke pelanggan terkait potensi pelemahan permintaan AI, dan hasilnya tetap solid.

Dari sisi finansial, kinerja TSMC juga mencerminkan momentum tersebut. Margin kotor kuartal pertama mencapai 66 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Ini terjadi meski segmen smartphone mengalami penurunan 11 persen secara kuartalan, menandakan bahwa AI kini menjadi mesin pertumbuhan utama yang menutupi pelemahan di sektor lain.
Namun, optimisme ini bukan tanpa risiko. Ketergantungan Taiwan terhadap impor energi tetap menjadi titik lemah, terutama ketika produksi chip dikenal sangat intensif daya. Eksekutif TSMC telah menyoroti pentingnya diversifikasi pasokan gas industri seperti helium dan hidrogen, serta peningkatan cadangan energi strategis.
Di sisi lain, ekspansi global terus berjalan. TSMC memperluas jejaknya di Arizona untuk memenuhi permintaan jangka panjang dari pelanggan AS, mempertegas posisinya sebagai pusat gravitasi industri semikonduktor global.
Yang menarik, pasar tampaknya sejalan dengan narasi ini. Meski sempat tertekan saat konflik memanas, valuasi TSMC kembali melonjak hingga sekitar $1,7 triliun. Ini menunjukkan bahwa investor lebih fokus pada fundamental AI dibandingkan risiko geopolitik jangka pendek.
Kesimpulannya, TSMC sedang memainkan permainan jangka panjang. Selama permintaan AI tetap panas, gangguan eksternal, bahkan konflik regional, tampaknya belum cukup kuat untuk menggeser arah industri yang kini semakin berpusat pada komputasi cerdas.

