Lonjakan biaya garansi GPU mulai mengungkap sisi lain dari booming AI yang selama ini terlihat “sempurna”. Data dari Warranty Week menunjukkan Nvidia harus membayar klaim garansi hingga 11 kali lebih besar dalam periode 2024–2025.
Angka itu melonjak dari sekitar $81 juta menjadi $894 juta. Sementara itu, AMD juga mengalami kenaikan signifikan, meski “hanya” naik 116 persen menjadi $238 juta.
Kenaikan ini tidak bisa dianggap sebagai fluktuasi biasa. Secara struktural, klaim, cadangan, dan akrual garansi meningkat hampir satu orde magnitudo dalam setahun. Yang paling mencolok adalah lonjakan pada kuartal keempat 2025, ketika Nvidia menggelontorkan $511 juta hanya untuk klaim. Sebuah indikasi bahwa sesuatu dalam rantai produk atau penggunaan mulai “retak”.
Di atas kertas, vendor GPU memiliki perlindungan. Aktivitas seperti crypto mining secara eksplisit membatalkan garansi, sementara penggunaan AI umumnya masih dianggap wajar, meski batasnya makin kabur ketika beban kerja terus mendorong silikon ke titik ekstrem.
Ini menciptakan area abu-abu, apakah peningkatan klaim disebabkan oleh cacat manufaktur, atau karena pola penggunaan yang jauh lebih agresif dibanding era gaming tradisional?
Dominasi pasar juga memperbesar dampak. Dengan pangsa lebih dari 90 persen menurut Jon Peddie Research, Nvidia secara alami akan menanggung sebagian besar “beban kegagalan” di industri GPU diskrit. AMD, dengan pangsa sekitar tujuh persen, tetap terdampak tetapi dalam skala lebih kecil.
Faktor eksternal turut memperkeruh situasi. Lonjakan harga memori, yang meningkat drastis sejak pertengahan 2025, tidak hanya mendorong harga GPU, tetapi juga biaya perbaikan. Ini berarti setiap klaim garansi kini jauh lebih mahal untuk dipenuhi, memperbesar tekanan finansial vendor.
Jika ditarik lebih jauh, tren ini bisa menjadi sinyal peringatan. Industri GPU sedang bergerak dari sekadar perangkat gaming ke infrastruktur komputasi berat. Ketika beban kerja berubah, ekspektasi reliabilitas juga ikut berubah. Tanpa peningkatan desain dan validasi yang sepadan, biaya garansi bisa menjadi “biaya tersembunyi” dari euforia AI yang selama ini jarang dibahas.


