Bocoran awal performa Intel Core Ultra 7 356H mulai beredar menjelang peluncuran resmi lini Panther Lake untuk laptop. Prosesor mobile ini disebut akan membawa konfigurasi 16-core (4 P-core dan 12 E-core), dan diposisikan sebagai salah satu tulang punggung Intel untuk menghadapi tekanan AMD di segmen laptop performa tinggi 2026.
Hasil benchmark yang beredar berasal dari akun X @realVictor_M dan masih belum terverifikasi secara independen. Meski demikian, angka-angkanya memberi gambaran awal yang cukup menarik. Tapi, tidak semuanya positif.
Dalam Cinebench R23, Core Ultra 7 356H mencetak 2.013 poin single-core dan 20.721 poin multi-core. Secara multi-core, ini memang lebih tinggi dibanding pendahulunya, Core Ultra 7 255H, yang rata-rata berada di kisaran 18.600 poin. Peningkatan ini tampaknya berasal dari fokus Intel pada E-core yang lebih banyak.

Namun di sisi single-core, performanya nyaris stagnan. Skor 2.013 poin justru sedikit di bawah rata-rata Core Ultra 7 255H yang berada di sekitar 2.060 poin. Ini menandakan bahwa peningkatan IPC atau clock per core pada Panther Lake tidak cukup signifikan untuk memberikan lonjakan performa single-threaded, area yang masih krusial untuk responsivitas aplikasi sehari-hari.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah performa grafis terintegrasi. Dalam 3DMark Steel Nomad Light, iGPU Intel Graphics 4 Xe3 hanya mencetak 2.110 poin, jauh di bawah Arc 140V pada generasi sebelumnya yang mampu meraih lebih dari 3.200 poin. Penurunan ini diduga akibat jumlah core GPU yang lebih sedikit, sebuah langkah yang terasa kontradiktif di tengah meningkatnya kebutuhan grafis dan AI lokal.
Situasi ini membuat Panther Lake berpotensi menghadapi tantangan serius dari AMD Ryzen AI 400, yang sudah mulai hadir di laptop dan menunjukkan keseimbangan performa CPU, GPU, dan NPU yang lebih solid. Jika bocoran ini akurat, Intel mungkin unggul di efisiensi multi-core, tetapi kompromi di grafis dan single-core bisa menjadi titik lemah yang sulit diabaikan.

