Langsung ke konten utama

Microsoft Mulai Lupakan NPU?

Fokus besar-besaran terhadap Copilot+ PC di CES 2026 kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar. Apakah saat ini industri PC sedang mengejar strategi AI yang sudah mulai ditinggalkan oleh Microsoft sendiri?

Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, Microsoft menegaskan bahwa semua PC Windows 11 adalah “AI PC”, termasuk perangkat non-Copilot+. Namun di lantai pameran CES, narasi yang dominan justru seolah kembali ke era awal Copilot+, dengan fokus besar pada NPU dan angka TOPS.

Masalahnya, Microsoft kini tampak kurang antusias terhadap NPU. Dengan hadirnya Windows AI Foundry yang memungkinkan inferensi AI berjalan di CPU, GPU, maupun NPU, peran NPU tidak lagi eksklusif seperti saat Copilot Runtime pertama kali diperkenalkan.

Di sisi pengguna, manfaat nyata NPU juga masih minim. Fitur Copilot+ PC yang tersedia saat ini seperti Windows Studio Effects, Recall, atau Click To Do, belum cukup kuat untuk mendorong adopsi massal atau membuat konsumen benar-benar peduli pada spesifikasi NPU.

Ironisnya, CES 2026 justru menjadi momen di mana industri akhirnya “mengejar” syarat Copilot+ PC. Intel Panther Lake hadir dengan NPU 50 TOPS, AMD Ryzen AI 400 membawa 60 TOPS, dan Qualcomm kembali memimpin dengan klaim 80 TOPS. 

Secara teknis, ini kemajuan besar, terutama bagi Intel yang sebelumnya tertinggal jauh. Namun, dengan sedikitnya aplikasi yang benar-benar memanfaatkan NPU, keunggulan ini lebih terasa sebagai perlombaan spesifikasi ketimbang peningkatan pengalaman pengguna.

Lebih jauh, pendekatan Microsoft yang kini ingin membawa AI ke semua PC Windows 11 melemahkan argumen eksklusivitas Copilot+. Jika GPU dan CPU dapat menangani sebagian besar beban AI, dan sering kali melakukannya lebih cepat, maka mewajibkan NPU sejak awal tampak sebagai langkah prematur. Bahkan PC gaming kelas atas dengan GPU diskrit mahal masih tidak memenuhi syarat Copilot+.

Ke depan, NPU kemungkinan tetap ada, tetapi bukan sebagai pusat pengalaman AI Windows. Jika Microsoft serius dengan visinya, masa depan AI PC justru akan lebih inklusif dan tidak lagi ditentukan oleh satu blok silikon bernama NPU.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Diborong Industri AI, Gamers Tidak Kebagian RTX 5090

Mimpi buruk para gamers dan perakit PC kembali berulang. Foto-foto yang beredar dari HKEPC memperlihatkan pallet berisi puluhan boks GeForce RTX 5090 versi ritel dibongkar langsung di fasilitas perakitan server AI, bukan di toko perakit PC gaming rumahan.  Kartu-kartu ini dicabut dari kemasan konsumen dan ditanam ke rak multi-GPU untuk beban kerja AI. Yang mencolok, perusahaan ini tidak memilih GPU profesional seperti RTX PRO 6000 atau akselerator datacenter yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut, meski harganya jauh lebih mahal. Mereka justru memborong unit ritel yang seharusnya jatah gamer, sebuah pilihan yang secara langsung memangkas pasokan global dan mendorong harga jauh di atas MSRP resmi 1.999 dolar AS.  Di berbagai marketplace, RTX 5090 kini dibanderol hingga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp88 juta, lebih dari dua kali lipat harga rilis. Polanya mengingatkan pada era cryptomining beberapa tahun lalu, saat penambang menghabiskan stok GPU ritel hingga gamer kesuli...

AI Bisa Hasilkan 617 Juta Ton Limbah Elektronik hingga 2050

Ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap chip dan pusat data, tetapi juga berpotensi menciptakan persoalan lingkungan baru. Laporan Basel Action Network (BAN) memperkirakan peralatan terkait AI yang sudah tidak digunakan dapat menghasilkan antara 395 juta hingga 617 juta ton limbah elektronik (e-waste) pada 2025–2050. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23 juta kontainer kargo berukuran 40 kaki. Jika seluruh kontainer itu disusun memanjang, panjangnya diperkirakan cukup untuk mengelilingi Bumi sekitar enam kali. Perhitungan BAN juga mencoba melihat persoalan e-waste AI secara lebih luas. Estimasi sebelumnya cenderung berfokus pada server dan GPU, sementara BAN memasukkan berbagai infrastruktur pendukung pusat data. Komponennya mencakup perangkat distribusi listrik, sistem pendingin, sumber daya cadangan, hingga perangkat jaringan. Pendekatan tersebut penting karena perangkat AI tidak berdiri sendiri. Setiap pusat data membutuhkan infrastruk...

Mengapa Hape Second Makin Laris?

Pasar smartphone refurbished dan bekas menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Nilai pasar global diperkirakan mencapai US$34,8 miliar pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi US$66 miliar pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan gabungan 7,3 persen.  Tren ini didorong oleh harga yang lebih terjangkau, kualitas perangkat refurbished yang membaik, serta meningkatnya kesadaran terhadap isu limbah elektronik. Salah satu daya tarik terbesar adalah selisih harga. Konsumen dapat memperoleh smartphone flagship dengan harga lebih rendah dibandingkan unit baru. Pada 2023, sekitar 70 persen pembeli disebut lebih memilih perangkat refurbished dibandingkan smartphone baru kelas pemula karena menawarkan fitur lebih baik dengan harga yang lebih rendah. Harga jual rata-rata perangkat refurbished juga turun 12 persen antara 2022 dan 2023 Namun, harga murah tidak otomatis berarti pilihan lebih aman. Kesehatan baterai, garansi, dan kondisi perangkat masih menjadi kekhawatiran utama.  Data...

Kacau, Microsoft Pasang Iklan di Wallpaper Windows 11

Microsoft kembali mendapat sorotan setelah sejumlah pengguna Windows 11 melaporkan munculnya iklan layar penuh ketika menggunakan aplikasi Bing Wallpaper. Alih-alih menampilkan gambar pemandangan atau foto alam, wallpaper yang ditampilkan justru mempromosikan koleksi film Harry Potter dan Fantastic Beasts. Kabar ini menjadi perhatian karena Bing Wallpaper selama ini digunakan untuk menghadirkan gambar-gambar menarik sebagai latar belakang desktop secara otomatis. Namun, pengguna yang mengandalkan aplikasi tersebut kini harus berhadapan dengan materi promosi ketika membuka atau mengakses desktop Windows 11. Salah satu pengguna Reddit dengan nama akun “Fujoshi_Queen1228” melaporkan pengalaman tersebut. Pengguna diketahui memberikan izin kepada Bing Wallpaper untuk mengambil alih pengaturan latar belakang Windows 11. Laporan serupa juga muncul di Microsoft Learn, ketika seorang pengguna mempertanyakan mengapa wallpaper Bing yang biasanya menampilkan pemandangan berubah menjadi iklan kolek...