Ubisoft mengubah rencana restrukturisasi menjadi kehancuran pasar dalam satu pagi. Saham penerbit Assassin’s Creed itu anjlok tajam di bursa Paris setelah perusahaan mengumumkan pembatalan proyek, penutupan studio, dan pemangkasan proyeksi kinerja keuangan.
Saham Ubisoft sempat jatuh 28 persen ke level €4,75 pada pukul 09.18 waktu setempat sebelum perdagangan dihentikan. Ini menjadi penurunan intraday terburuk sejak Oktober 2019, sebuah rekor yang lebih mencerminkan krisis kepercayaan ketimbang dinamika pasar biasa.
Perusahaan memperkirakan kerugian sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar €1 miliar pada tahun fiskal 2025-2026, sebagian besar dipicu oleh writedown satu kali sekitar €650 juta. Angka tersebut secara implisit mengakui bahwa sebagian besar aset pengembangan Ubisoft tidak lagi layak dipertahankan di neraca.
Restrukturisasi mencakup penutupan studio di Stockholm dan Halifax, Kanada, serta target pemangkasan biaya tetap minimal €100 juta pada Maret mendatang, satu tahun lebih cepat dari rencana awal. Ubisoft juga berniat memangkas tambahan €200 juta biaya dalam dua tahun berikutnya.
Dari sisi produk, sinyalnya lebih mengkhawatirkan. Ubisoft membatalkan enam game, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, dan menunda tujuh judul lain yang tidak disebutkan namanya. Analis Cantor Fitzgerald, Edward James, menyebut langkah ini sebagai indikasi bahwa “model operasional internal rusak dan manajemen kehilangan kendali atas siklus pengembangan.”
Kondisi ini memperpanjang daftar masalah pascapandemi, mulai dari kekacauan produksi hingga penundaan berulang pada judul-judul utama. Rilis mahal seperti Avatar: Frontiers of Pandora dan Star Wars Outlaws gagal memberikan dorongan signifikan di pasar yang semakin jenuh, memaksa Ubisoft kembali bergantung pada katalog lama.
Sebagai respons, Ubisoft akan direorganisasi menjadi lima “creative house” berbasis genre dengan pengambilan keputusan yang lebih terdesentralisasi. CEO Yves Guillemot mengakui bahwa fokus ulang portofolio ini akan menekan kinerja jangka pendek, tetapi diklaim perlu untuk memulihkan pertumbuhan berkelanjutan.
Ubisoft kini bertaruh pada katalog lama dan kemitraan untuk mengejar sekitar €330 juta net bookings di kuartal terakhir. Namun, setelah pemangkasan besar-besaran ini, pertanyaannya bukan lagi soal efisiensi, melainkan apakah Ubisoft masih mampu mengelola ambisinya sendiri.


