Langsung ke konten utama

AMD Perkenalkan Prosesor Seri Ryzen 8000G

Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2024 pekan ini di Las Vegas, Amerika Serikat, AMD, salah satu pabrikan prosesor komputer terbesar di dunia turut memperkenalkan produk baru mereka. Termasuk di antaranya adalah lini produk Ryzen 8000G.

Sebagai informasi, AMD Ryzen 8000G, yang ditujukan untuk platform socket AM5, merupakan versi desktop dari lini prosesor Ryzen 8000 (Hawk Point) yang telah diperkenalkan pada Desember lalu.

Sejalan dengan penamaannya yang diakhiri huruf "G," Ryzen 8000G merupakan lini APU, atau prosesor yang dilengkapi dengan GPU terintegrasi di dalamnya. AMD juga memperkenalkan prosesor Ryzen 8040 untuk laptop dengan kemampuan kecerdasan buatan.

Lini prosesor AMD Ryzen 8000G terdiri dari empat model, yaitu Ryzen 7 8700G, Ryzen 5 8600G, Ryzen 5 8500G, dan Ryzen 3 8300G. Perbedaan di antara mereka terletak pada jumlah dan arsitektur CPU, serta jenis GPU yang digunakan.

Seperti versi laptopnya, GPU yang tertanam dalam Ryzen 8000G menggunakan arsitektur terbaru RDNA 3 dari AMD, yaitu Radeon 780M, Radeon 760M, dan Radeon 740M.

Menurut klaim AMD di situsnya, Radeon 780M yang terdapat pada model teratas, Ryzen 7 8700G, dianggap sebagai GPU terintegrasi paling kuat di ranah prosesor desktop.

AMD menyatakan bahwa performa gaming GPU terintegrasi di Ryzen 8000G dapat mencapai hingga 4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan IGP UHD 770 yang digunakan oleh pesaingnya, yaitu prosesor Intel Generasi ke-13 dan 14. GPU tersebut bahkan mampu bersaing dengan kartu grafis diskrit.

AMD membandingkan kinerja game antara Core i5-13400F dengan kartu grafis Nvidia GeForce 1650 dan Ryzen 7 8700G tanpa kartu grafis tambahan, dengan hasil yang menunjukkan kinerja lebih tinggi dari Radeon 780M.

Baca juga:


Ryzen 7 8700G dan model yang berada di bawahnya, Ryzen 5 8600G, menggunakan CPU dengan arsitektur Zen 4 dan dibekali dengan NPU XDNA, yang juga hadir di lini prosesor Ryzen 8040. Kedua prosesor ini menjadi yang pertama dalam kategori desktop yang dilengkapi dengan NPU untuk tugas-tugas terkait kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, Ryzen 5 8500G dan Ryzen 3 8300G tidak dilengkapi dengan NPU XDNA, sehingga tidak memiliki kemampuan AI, namun tetap menggunakan CPU dengan kombinasi arsitektur Zen 4 dan Zen 4c yang dirancang untuk hemat daya.

AMD berencana untuk mulai memasarkan prosesor seri 8000G pada 31 Januari 2024. Namun, perlu dicatat bahwa model terendah, Ryzen 3 8300G, hanya akan tersedia untuk para pabrikan komputer (OEM) dan tidak dapat dibeli oleh konsumen umum.

Postingan Populer

Waduh! Harga Wafer Naik per Semester Dua 2026.

United Microelectronics Corporation (UMC) resmi memberi sinyal kenaikan harga wafer yang akan berlaku pada paruh kedua 2026. Dalam surat kepada pelanggan tertanggal 16 April, perusahaan menyebut kombinasi biaya rantai pasok yang terus naik dan lonjakan permintaan, terutama dari sektor AI, sebagai alasan utama di balik penyesuaian ini. Secara naratif, alasan tersebut terdengar familiar. Industri semikonduktor memang sedang menghadapi tekanan biaya dari berbagai sisi: bahan baku, energi, hingga logistik. Namun, istilah “tight capacity” yang digunakan UMC sebenarnya lebih dari sekadar jargon teknis.  Dalam praktiknya, ini berarti permintaan chip melampaui kapasitas produksi, memberi produsen posisi tawar yang jauh lebih kuat untuk menaikkan harga. UMC juga menegaskan bahwa investasi untuk ekspansi teknologi dan kapasitas menjadi faktor pendorong. Tetapi di balik itu, ada dinamika pasar yang lebih kompleks. Permintaan AI saat ini memang sedang melonjak, namun tidak semua segmen memilik...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Optimis, TSMC Naikkan Target Pertumbuhan Pendapatan

TSMC menunjukkan kepercayaan diri tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik, dengan tetap menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2025 dan mempercepat ekspansi kapasitas. Di saat konflik Iran memicu kekhawatiran rantai pasok global, raksasa manufaktur chip ini justru melihatnya sebagai “noise” di balik gelombang besar permintaan AI. Perusahaan yang menjadi tulang punggung produksi bagi klien seperti Nvidia dan Apple kini memperkirakan pendapatan akan tumbuh lebih dari 30 persen tahun ini, sedikit lebih optimistis dari proyeksi sebelumnya.  CEO C. C. Wei bahkan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengecek ulang ke pelanggan terkait potensi pelemahan permintaan AI, dan hasilnya tetap solid. Dari sisi finansial, kinerja TSMC juga mencerminkan momentum tersebut. Margin kotor kuartal pertama mencapai 66 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Ini terjadi meski segmen smartphone mengalami penurunan 11 persen secara kuartalan, menandakan bahwa AI kini menjadi mesin pertumbu...

Lawan MacBook Neo, Intel Perkenalkan Prosesor Murah. Ada AI-nya!

Intel resmi memperkenalkan lini prosesor entry-level terbarunya, Intel Core Series 3 Wildcat Lake, yang secara agresif diarahkan ke era AI PC dengan klaim performa hingga 40 TOPS. Di atas kertas, ini terlihat seperti upaya Intel untuk “menurunkan” kapabilitas AI ke segmen yang selama ini identik dengan kompromi performa dan efisiensi. Wildcat Lake dibangun di atas proses manufaktur 18A, membawa desain SoC dua die yang cukup ambisius untuk kelas entry-level. Die utama menggabungkan CPU hybrid 6-core (2 P-core Cougar Cove dan 4 LPE core Darkmont), GPU Xe3 dua core, serta NPU 5 untuk akselerasi AI.  Sementara itu, die kedua difokuskan pada I/O dengan dukungan PCIe Gen 4, Thunderbolt 4, hingga Wi-Fi 7, sebuah konfigurasi yang secara teknis terasa “overqualified” untuk segmen bawah. Intel merilis enam SKU dalam lini ini, mayoritas dengan konfigurasi serupa, kecuali varian Core 3 304 yang dipangkas menjadi 5 core dan hanya 24 TOPS AI. Seluruh lineup berjalan di TDP dasar 15W dengan turbo...

Review Asus ExpertBook P1403CVA. Laptop Bisnis Terjangkau untuk Jangka Panjang

Dalam beberapa bulan terakhir, industri laptop menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga komponen, terutama RAM dan SSD. Permintaan global terhadap memori dan penyimpanan meningkat seiring transformasi digital, cloud computing, serta tren kerja hybrid.  Situasi tersebut diperparah oleh ketidakstabilan rantai pasok, sehingga harga komponen menjadi fluktuatif. Dampaknya, banyak produsen laptop harus melakukan penyesuaian konfigurasi, bahkan di segmen premium sekalipun. Menariknya, kondisi tersebut justru mempercepat pertumbuhan pasar laptop bisnis. Banyak perusahaan dan profesional mulai beralih dari laptop consumer ke perangkat profesional yang dirancang lebih tahan lama.  Fokus tidak lagi pada spesifikasi tinggi di awal, melainkan efisiensi investasi dalam jangka panjang. Laptop bisnis menawarkan daya tahan, keamanan, serta fleksibilitas upgrade yang menjadi semakin penting. Kenaikan harga RAM dan SSD juga membuat konsep modular menjadi nilai utama. Laptop bisnis sepert...