Langsung ke konten utama

Hasil Foto Kamera Asus Zenfone 10

Asus belum lama ini menghadirkan secara resmi smartphone flagship mereka yakni Zenfone 10. Dan seperti yang mereka lakukan sejak seri Zenfone 6, smartphone yang diproduksi hanyalah model dengan chipset terbaik yang dimiliki Qualcomm.

Asus Zenfone 10 merupakan smartphone dengan chipset Qualcomm Snapdragon Gen 2. Bentuknya sama persis dengan Asus Zenfone 9 yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon Gen 1. Akan tetapi, tentu saja banyak peningkatan yang dihadirkan pada seri terbaru ini.

Sebut saja IP rating IP68 untuk anti debu dan anti air hingga kedalaman 1,5 meter dengan durasi maksimal 30 menit, layar Super AMOLED yang kini punya refresh rata 144Hz, storage yang kini menggunakan teknologi UFS 4.0 dan akhirnya tersedia dukungan wireless charging 15W.



Kalau review lengkap, experience dan lain-lain, mungkin sudah banyak tersedia di Internet. Akan tetapi, kalau untuk urusan foto, tentunya semakin banyak contoh hasil foto akan semakin bagus.

Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran lebih luas, apakah smartphone ini akan kita jadikan daily driver yang tak hanya kita gunakan untuk komunikasi dan hiburan, tapi akan kita gunakan juga untuk mendokumentasikan aktivitas kita.

Kali ini kita hanya akan menjajal hasil kamera utama dari smartphone terbaru Asus yakni Zenfone 10. Ya, seperti diketahui, Zenfone 10 merupakan salah satu smartphone flagship. Dengan prosesor Snapdragon kelas bintang lima, ia dijual di harga yang bisa dibilang, kaki lima.

Seperti diketahui, kamera belakang Asus Zenfone 10 punya lensa utama resolusi 50 megapiksel dengan bukaan f/1.9, mendukung multi-directional PDAF dan memiliki fitur gimbal OIS. Lensa keduanya yakni 13MP ultrawide 120 derajat mendukung f/2.2. Kamera tersebut mendukung LED Flash, HDR, panorama dan bisa merekam video hingga 8K di 24fps.

Tanpa perlu basa-basi, berikutini hasil kamera Asus Zenfone 10 dengan setting auto, tidak ada yang diubah ataupun diedit.















Kesimpulan
Jika digunakan untuk mengambil foto di luar ruangan dengan pencahayaan berlimpah, hasilnya sangat detail dan tajam. Namun kadang warnanya kurang konsisten. Tapi secara keseluruhan, sangat bagus.

Di kondisi malam atau gelap, ketajaman dan detailnya menurun. Tampaknya untuk mendapatkan foto maksimal, Anda harus menggunakan mode Night ataupun Pro.

Untuk indoor dan kondisi pencahayaan cukup, hasilnya relatif bagus. Tapi kalau melihat chip SoC Snapdragon 8 Gen 2 dengan Spectra ISP terbaru dan Sony IMX766, harusnya hasil fotonya bisa lebih bagus lagi.

Untuk foto-foto indoor dengan pencahayaan kurang, dalam kondisi tertentu, kualitas hasil fotonya masih belum bagus. Kadang hasil fotonya masih seperti smartphone dengan chipset dan sensor mainstream.

Bagaimana dengan videonya?

Baca juga:


Untuk merekam video, kamera Zenfone 10 sudah bagus. Fitur OIS yang tersedia di kamera tersebut bekerja dengan sangat baik dan sampai kondisi tertentu, kita tidak membutuhkan gimbal saat merekam video dengan smartphone ini.

Secara keseluruhan, Asus Zenfone 10 menawarkan fitur kamera yang cukup lumayan. Meskipun dalam kondisi tertentu hasilnya kurang optimal. Tampaknya Asus belum berubah. Software kamera atau firmware-nya harus terus diupdate untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.


Postingan Populer

Gigabyte Incar Pasar Handheld Gaming PC

Gigabyte mulai memberi sinyal ketertarikan untuk masuk ke pasar handheld gaming yang semakin padat. Dalam wawancara dengan PCWorld di ajang CES 2026, CEO Gigabyte Eddie Lin mengungkapkan bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan pengembangan perangkat handheld gaming, namun dengan satu syarat utama: produk tersebut harus memiliki keunikan yang benar-benar membedakannya dari para pesaing. Ketertarikan ini sejatinya tidak mengejutkan. Pasar handheld gaming dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kesuksesan Steam Deck dan diikuti oleh berbagai pemain besar seperti Asus, Lenovo, MSI, hingga sejumlah merek asal Tiongkok. Di tengah kondisi tersebut, Gigabyte tentu melihat peluang, sekaligus tantangan, untuk ikut ambil bagian. Menurut Eddie Lin, dari sisi teknis, membuat handheld gaming bukanlah perkara sulit. Ia menegaskan bahwa banyak produsen di Tiongkok sudah mampu memproduksi perangkat sejenis dengan relatif cepat. Tantangan sesungguhnya justru terletak...

Review Lenovo ThinkPad E14 Gen 7. Laptop Bisnis di Era Efisiensi dan Mobilitas

Industri laptop bisnis tengah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya performa dan skalabilitas menjadi tolok ukur utama, kini efisiensi daya, mobilitas, keamanan, dan keberlanjutan justru menjadi faktor penentu. Perusahaan semakin menuntut perangkat yang ringkas, tahan lama, mudah dikelola, namun tetap cukup bertenaga untuk produktivitas. Tren kerja hybrid juga turut mengubah prioritas desain laptop bisnis. Bobot ringan, daya tahan baterai memadai, konektivitas lengkap, serta fitur keamanan berlapis kini menjadi standar baru. Produsen pun berlomba menghadirkan perangkat yang tidak sekadar kuat di atas kertas, tetapi relevan dengan kebutuhan kerja modern. Lenovo melalui lini ThinkPad E-Series mencoba menjawab tantangan tersebut. Buktinya, ThinkPad E14 Gen 7   hadir sebagai opsi entry-level hingga menengah untuk profesional dan pelaku bisnis yang membutuhkan laptop tangguh, fleksibel, dan ekonomis tanpa meninggalkan DNA ThinkPad yang legendaris. Desain Lenovo ThinkPad E14 G...

2026, Nvidia Prioritaskan RTX 50 Series 8GB

Nvidia tampaknya mulai mengambil langkah defensif di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, khususnya pada komponen memori. Laporan terbaru dari Tiongkok mengindikasikan bahwa perusahaan telah menyesuaikan rencana pasokan GPU GeForce RTX 50-series untuk 2026, dengan kembali memprioritaskan model berkapasitas VRAM lebih kecil, terutama varian 8GB.  Langkah ini muncul seiring melonjaknya harga chip memori yang mulai menggerus fleksibilitas harga di segmen GPU konsumen. Pada pertengahan 2025, kartu grafis dengan VRAM 8GB nyaris dianggap usang oleh pasar, terutama untuk kebutuhan gaming modern yang semakin rakus memori. Namun situasinya kini berubah. Dengan biaya memori berkapasitas besar kian mahal, konfigurasi VRAM tinggi justru mulai dipandang sebagai fitur premium yang sulit dijaga marginnya. Dalam konteks ini, 8GB kembali menjadi kompromi yang “masuk akal” bagi produsen, meski belum tentu bagi konsumen. Sumber industri Board Channels menyebutkan bahwa Nvidia dikabarka...

Hp Oppo Murah Ini Cuma 1 Jutaan

Oppo belum lama ini menggelar smartphone terbarunya ke pasaran Indonesia. Spesifikasinya mengagumkan, apalagi fitur kameranya. Ya, Oppo Reno 10x Zoom menawarkan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus performa perangkat yang hebat. Meski demikian, ada harga ada rupa. Smartphone tersebut dipasarkan dengan harga yang tidak murah, yakni Rp12,999 juta untuk versi dengan RAM 8GB dan storage 256GB. Mahal? Tentu saja tidak, jika melihat spesifikasi yang disediakan di dalamnya. Sayangnya, tidak semua pengguna mampu membeli smartphone Oppo dengan harga yang tergolong fantastis tersebut. Cukup banyak di antara kita yang ingin membeli hp Oppo murah yang harganya kalau bisa di bawah Rp1 juta. Kalau tidak ada pun, kalau bisa harganya masih Rp1 jutaan. Alias di bawah Rp2 juta. Nah, kalau sudah begitu, apa pilihan yang bisa kita dapatkan? Berikut ini pilihannya: Harga HP Oppo Murah di 2019: Untuk smartphone alias hp Oppo murah di harga 1 jutaan, dipastikan Anda sudah mendapatkan pe...

Asus All-in-One PC V440. PC Desktop Ringkas di Tengah Tren PC Modern

Pasar PC All-in-One (AIO) kembali mendapatkan perhatian di tengah perubahan pola kerja dan penggunaan perangkat komputasi. Setelah pandemi mempercepat adopsi kerja hybrid dan remote, kebutuhan akan perangkat yang ringkas, rapi, namun tetap bertenaga semakin meningkat. Pengguna kini tidak hanya mencari performa, tetapi juga efisiensi ruang, kemudahan instalasi, dan estetika yang menyatu dengan lingkungan kerja maupun rumah. Di sisi lain, laptop dengan layar besar memang menawarkan portabilitas, tetapi masih memiliki keterbatasan ergonomi dan ruang kerja visual. Desktop tower konvensional pun mulai ditinggalkan oleh sebagian pengguna karena memakan ruang, kabel yang kompleks, serta kurang praktis untuk setup modern. Dalam konteks inilah PC All-in-One kembali relevan sebagai solusi tengah yang menggabungkan layar besar dan performa desktop dalam satu perangkat terintegrasi. Asus melihat peluang tersebut dengan menghadirkan All-in-One PC V400 Series (V440/V470) . Seri ini menyasar pengguna...