Langsung ke konten utama

5 Laptop Full HD Terbaik Tahun Ini

Anda sedang mencari laptop untuk bekerja dan berproduktivitas? Saat memilih laptop, tentunya Anda ingin mendapatkan laptop yang layak untuk digunakan. Baik dari sisi performa, kualitas tampilan dengan resolusi laptop Full HD dan yang pasti, harga yang cocok dengan kantong.

Taruhlah kita punya budget Rp5-6 juta. Di segmen harga ini, pilihan laptop yang tersedia luas adalah laptop bekas ataupun laptop baru, namun dengan spesifikasi yang minimum. Tapi jangan salah. Kalau Anda teliti dan telaten memilih, di range harga ini juga ada beberapa pilihan laptop HD atau bahkan laptop Full HD terbaik yang bisa Anda tebus.

Yang menarik, bukan hanya laptop bekas, Anda juga masih bisa membeli laptop unit baru dengan standar kualitas layar laptop Full HD terbaik. Apa saja daftar laptop Full HD terbaik? Berikut ini pilihan yang kami referensikan:



Asus Vivobook 14 A416 (Rp4.719.000)
Laptop ini kami jadikan laptop Full HD terbaik karena dipasarkan di bawah Rp5 juta. Meskipun masih menggunakan prosesor Intel Celeron N4020, layar laptop Full HD yang digunakan berjenis panel anti-glare yang membuatnya nyaman digunakan di kondisi outdoor atau pencahayaan silau.

Dengan harga yang sedemikian terjangkau, laptop Full HD yang satu ini hadir dengan Windows 11 Home, Office 2021 full version, RAM 8GB, storage M.2 NVMe PCIe 3.0 sebesar 256GB yang masih bisa ditambah harddisk atau SSD SATA. Garansinya? 2 tahun resmi dari Asus dan ekstra 1 tahun dari Datascrip.

ASUS Vivobook 14 A1400EA (Rp5.019.000)
Laptop Full HD terbaik berikutnya adalah seri Vivobook 14 A1400EA yang lebih baru. Laptop Full HD yang satu ini hadir dengan prosesor Intel Pentium Gold 7505 yang menawarkan performa cukup baik di kelasnya. Sebagai gambaran, prosesor Pentium Gold 7505 ini punya kinerja lebih tinggi daripada Core i3-1005G1 apalagi Celeron series.

Layar laptop Full HD berukuran 14 inci laptop ini memiliki screen to body ratio 82%. Yang menarik, laptop dengan SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 sebesar 256GB ini menyediakan slot tambahan untuk SATA harddisk ataupun SSD. Adapun untuk memori, DDR4-3200MHz 4GB tambahan yang disediakan bisa ditambah menjadi 20GB.

Acer Aspire 3 A314-36P (Rp5.345.000)
Laptop Full HD terbaik berikutnya adalah Acer Aspire 3. Laptop yang satu ini hadir dengan salah satu prosesor anyar Intel yakni Intel N200 yang punya 4 core dan 4 thread yang bisa bekerja hingga kecepatan 3,7GHz. RAM laptop ini juga sudah LPDDR5 8GB serta menggunakan storage kencang SSD NVMe Gen4 sebesar 512GB.

Layar 14 inci resolusi Full HD yang digunakan dilengkapi teknologi Acer ComfyView yang akan membuat tampilan lebih cerah. Bobotnya juga hanya 1,4Kg dan membuat Acer Aspire 3 A314-36P salah satu yang paling ringan di kelasnya. Tertarik? Laptop ini hadir dengan garansi 3 tahun service dengan 1 tahun free spare parts.

Lenovo V14 G3 (Rp5.879.000)
Laptop Full HD terbaik selanjutnya yang kami pilih adalah Lenovo V14 G3. Ia hadir dengan prosesor Intel Core i3-1215U yang modern. Ia punya dua buah performance core dan 4 buah efficient core dan bisa menjalankan 8 thread sekaligus. Dari sisi RAM, dari standarnya 4GB, laptop tersebut bisa di-upgrade menjadi hingga 20GB RAM DDR4-3200.

Menggunakan layar 14 inci resolusi Full HD dengan panel jenis anti-glare membuat mengetik di laptop ini nyaman dilakukan, meskipun di luar ruangan atau di ruangan yang penuh lampu di belakang kita. Sayangnya, saat ruangan gelap, keyboard laptop ini belum memiliki fitur backlit.

MSI Modern 14 C11M 9S7
(Rp5.990.000)
Laptop Full HD terbaik dari MSI yang satu ini hadir dengan prosesor Intel Core i3-1115G4 berkecepatan hingga 3GHz dengan 2 core dan 4 thread. RAM DDR4-3200 sebesar 8GB masih bisa ditambah hingga 16GB lewat satu slot yang tersedia. Adapun untuk storage, ia menggunakan SSD M.2 NVMe PCIe Gen4 sebesar 256GB.

Yang menarik, laptop 14" resolusi Full HD 1920x1080 pixel tersebut mendukung Type-C power delivery charging. Artinya, Anda cukup menggunakan satu charger saja untuk mengisi ulang laptop, tablet dan hape Anda. Tidak perlu membawa banyak charger.

Baca juga:


Mengapa Pilih Laptop Full HD dibanding Laptop HD?
Pemilihan layar Full HD (FHD) daripada layar HD (High Definition) biasanya didasarkan pada beberapa pertimbangan, terutama tergantung pada penggunaan dan preferensi individu. Berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih layar Full HD:

Kualitas Gambar Lebih Tinggi
Layar Full HD memiliki resolusi yang lebih tinggi daripada layar HD. Ini berarti bahwa gambar dan teks akan lebih tajam dan lebih jelas pada layar Full HD, sehingga memberikan pengalaman visual yang lebih baik.

Detail Lebih Banyak
Dengan resolusi yang lebih tinggi, Anda dapat melihat lebih banyak detail dalam gambar, video, dan konten visual lainnya. Ini bisa sangat bermanfaat jika Anda sering bekerja dengan grafis, foto, atau video, atau jika Anda menikmati menonton film dan acara TV dengan kualitas tinggi.

Produktivitas yang Lebih Baik
Jika Anda menggunakan monitor Full HD untuk komputer Anda, Anda dapat memiliki lebih banyak ruang kerja di layar. Ini berarti Anda dapat membuka lebih banyak jendela atau aplikasi secara bersamaan tanpa perlu terlalu banyak menggulir atau berganti antara tampilan.

Konten Multimedia yang Lebih Baik
Jika Anda menonton film atau video berkualitas tinggi, layar Full HD akan memungkinkan Anda menikmati konten tersebut dengan cara yang lebih baik. Video dengan resolusi tinggi akan terlihat lebih baik pada layar Full HD.

Namun, perlu diingat bahwa pemilihan antara layar Full HD dan HD juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti anggaran dan ukuran layar. Layar Full HD biasanya lebih mahal daripada layar HD dengan ukuran yang sama.

Jadi, sebelum memutuskan, pertimbangkan kebutuhan Anda, anggaran, dan preferensi pribadi untuk memastikan Anda mendapatkan layar yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Opsi lain, pilih salah satu dari 5 laptop Full HD terbaik versi kami di atas.

Postingan Populer

Download Windows 10 ISO versi Lite Alias Ringan

Anda kesal karena laptop atau PC desktop Anda lemot padahal punya spek yang tidak jelek? Jangan dulu membuang laptop atau upgrade komponen PC desktop tersebut. Siapa tau yang membuatnya berat adalah sistem operasi Windows 10-nya yang kegemukan. Selain format dan install ulang, ada cara lain yang lebih efektif dalam membuat komputer kita bekerja seperti layaknya baru beli. Caranya adalah download Windows 10 ISO versi ringan. Lho, apa bedanya? Kalau kita memilih untuk download Windows 10 ISO versi ringan dan instalasikan di PC kita, maka fitur-fitur, fungsi atau aplikasi yang jarang digunakan, sudah ditiadakan. Selain lebih hemat ruang di harddisk, dibuangnya fitur-fitur yang tidak berguna tersebut akan membuat PC atau laptop spek rendah pun bisa menjalankan Windows 10 dengan lancar. Download Windows 10 Terbaru October 2020 Update Lalu, apa saja yang ada di Windows 10 versi Lite alias versi Ringan tersebut? Nah ini dia: Windows 10 SuperLite Compact (Gaming Edition) x64 – ...

Asus ExpertBook P3 G1. Laptop Bisnis Intel Core Ultra, Harga Mulai Rp14 Jutaan

Asus ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP) merupakan laptop bisnis terbaru Asus yang dirancang untuk profesional, pekerja hybrid, tenaga pendidik, dan perusahaan yang membutuhkan laptop kerja dengan performa, keamanan, serta daya tahan untuk penggunaan sehari-hari. Laptop bisnis Asus ini menawarkan prosesor hingga Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kg. Dengan kombinasi tersebut, Asus ExpertBook P3 G1 menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas dengan kemampuan upgrade dan fitur keamanan bisnis, tetapi tetap memperhatikan mobilitas serta efisiensi investasi. Spesifikasi Asus ExpertBook P3 G1 Asus ExpertBook P3 G1 tersedia dengan pilihan prosesor Intel Core Ultra 5 225H dan hingga Intel Core Ultra 7 255H. Kedua prosesor tersebut memiliki Intel AI Boost NPU hingga 13 TOPS untuk mendukung sejumlah aktivitas berbasis AI. Untuk multitasking, laptop ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB melalui dua slot SO-DIMM. Penyimpananny...

Review Asus ExpertBook B3 B3404CVA. Laptop Kerja Fleksibel untuk Pendukung Bisnis

Industri laptop bisnis sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dulu perusahaan hanya mencari perangkat yang “cukup bisa dipakai”, kini standar berubah menjadi efisiensi, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Tekanan untuk bekerja hybrid, meningkatnya ancaman siber, serta kebutuhan multitasking membuat laptop bisnis harus lebih dari sekadar alat kerja. Ia harus menjadi fondasi produktivitas. Di sisi lain, tidak semua perusahaan siap mengalokasikan budget untuk perangkat flagship. Di sinilah segmen laptop bisnis menengah menjadi menarik. Pasalnya, laptop bisnis kelas menengah menawarkan keseimbangan antara harga, fitur, dan performa. Namun, kompromi tentunya selalu ada dibanding seri flagship, dan di sinilah evaluasi kritis menjadi penting. Sebagai contoh, Asus mencoba mengisi celah segmen laptop bisnis menengah lewat Asus ExpertBook B3 B3404CVA . Laptop bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat kerja solid dengan fitur enterprise, tetapi tetap r...

Mac Mini M6 Tunjukkan Lonjakan Performa AI Signifikan Dibanding M4

Apple M6 membawa peningkatan performa yang cukup besar pada Mac mini, khususnya untuk beban kerja artificial intelligence (AI). Berdasarkan serangkaian pengujian yang dilakukan YouTuber Alex Ziskind, Mac mini M6 menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan generasi M4 dalam pemrosesan model AI lokal. Dalam pengujian Qwen3.5-9B 4-bit, M6 mencatat kecepatan pemrosesan prompt mencapai 742 token per detik, sedangkan M4 hanya 210 token per detik. Artinya, M6 memiliki kecepatan sekitar 253,3 persen lebih tinggi. Untuk token generation, M6 menghasilkan 26,9 token per detik, dibandingkan 18 token per detik pada M4. Perbedaannya mencapai sekitar 49,4 persen. Keunggulan M6 juga terlihat pada pengujian llama-benchy. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan token pertama hanya 0,72 detik, sementara M4 membutuhkan 2,5 detik. Pada pengujian pembuatan gambar menggunakan FLUX.1, M6 menyelesaikan proses dalam 36 detik, sedangkan M4 membutuhkan 94 detik. Dengan demikian, M6 mampu memangkas waktu rende...

AMD Pangkas Beban Ray Tracing hingga 47 Kali dengan Tetrahedral Cage

AMD memperkenalkan teknik ray tracing yang diklaim mampu memangkas kebutuhan memori dan waktu pembaruan Bounding Volume Hierarchy (BVH) saat menangani geometri animasi dalam jumlah sangat besar. Teknik ini didemonstrasikan AMD Fellow Holger Gruen menggunakan adegan berisi sekitar 25.000 tanaman yang dianimasikan secara independen. Pada tingkat detail maksimum, vegetasi tersebut mencapai sekitar 2,8 miliar segitiga. Setelah proses level-of-detail, sistem masih harus melakukan ray tracing terhadap sekitar 500 juta segitiga animasi setiap frame. AMD menyebut demonstrasi tersebut mampu berjalan di atas 60 FPS pada 1080p menggunakan Radeon RX 9070 XT. Kunci teknik tersebut adalah tetrahedral cage, yakni struktur sederhana yang membungkus geometri kompleks. Pada ray tracing konvensional, objek yang bergerak harus mempertahankan dan memperbarui BVH masing-masing. Ketika jumlah objek dan segitiga meningkat, proses tersebut membutuhkan memori serta waktu komputasi yang besar. AMD justru membuat...